Menganalisis reaksi harga Bitcoin dan kripto terhadap ketegangan AS-Iran. Akankah BTC naik sebagai lindung nilai atau turun selama konflik geopolitik?Menganalisis reaksi harga Bitcoin dan kripto terhadap ketegangan AS-Iran. Akankah BTC naik sebagai lindung nilai atau turun selama konflik geopolitik?

Akankah Harga Kripto Naik jika AS Menyerang Iran? Sebuah Analisis Historis

2026/02/21 21:32
durasi baca 4 menit

Perdebatan "Emas Digital" Kembali Muncul

Dalam dunia keuangan, Bitcoin telah lama digembar-gemborkan sebagai "emas digital"—aset terdesentralisasi yang berkembang ketika sistem tradisional goyah. Namun, seiring ancaman keterlibatan militer langsung AS-Iran yang membayangi di tahun 2026, realitas mekanisme pasar sering kali menceritakan kisah yang berbeda.

Investor saat ini sedang mempertimbangkan dua kekuatan yang berlawanan: kepanikan "risk-off" yang segera terjadi yang biasanya memicu penjualan massal kripto, dan narasi jangka panjang Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap devaluasi mata uang dan risiko kedaulatan. Untuk memahami apa yang mungkin terjadi selanjutnya, kita harus melihat data dari eskalasi tahun 2024 dan 2025.

Akankah Harga Naik atau Turun?

Berdasarkan data historis dari peristiwa serupa di tahun 2024 dan 2025, jawaban jangka pendek hampir selalu turun. Setiap kali serangan rudal besar atau deklarasi perang terjadi, $Bitcoin dan altcoin biasanya mengalami "flash crash" langsung berkisar antara 5% hingga 15%. Namun, penurunan ini sering diikuti oleh pemulihan cepat setelah kejutan awal mereda, terkadang mengarah ke level tertinggi baru dalam beberapa bulan.

Risiko Geopolitik dan Sentimen "Risk-Off"

Dalam istilah keuangan, lingkungan "Risk-Off" terjadi ketika investor memindahkan modal dari aset volatil (seperti saham dan kripto) dan masuk ke safe haven yang dianggap aman (seperti Dolar AS, Emas, atau obligasi Treasury). Meskipun Bitcoin terdesentralisasi, ia masih dikategorikan oleh trader institusional sebagai aset berisiko "high-beta", yang berarti sering bergerak selaras dengan—tetapi lebih keras dari—pasar saham selama krisis.

Analisis Komparatif Kripto: Pelajaran dari 2024 dan 2025

Untuk memprediksi masa depan, kita melihat tiga eskalasi paling signifikan antara Iran, Israel, dan Barat dalam dua tahun terakhir.

1. April 2024: Iran Menyerang Israel

Ketika Iran meluncurkan hujan drone dan rudal ke Israel pada April 2024, pasar kripto bereaksi secara instan.

  1. Pergerakan $BTC: Bitcoin turun hampir 8%, jatuh dari sekitar $67.000 ke $61.000 dalam satu sesi malam Sabtu.
  2. Dampak Altcoin: Ethereum ($ETH) dan Solana ($SOL) mengalami penurunan yang lebih curam, dengan beberapa altcoin kehilangan hingga 20% nilai dalam hitungan jam.
  3. Pemulihan: Pasar stabil dalam 48 jam karena menjadi jelas bahwa eskalasi tidak akan segera mengarah ke perang regional skala penuh.

2. Juni 2025: "Operasi Midnight Hammer" Israel

Pada pertengahan 2025, Israel melakukan serangan langsung ke tanah Iran. Peristiwa ini sangat menonjol karena Bitcoin diperdagangkan pada level yang jauh lebih tinggi (di atas $100.000) pada saat itu.

  1. Pergerakan BTC: Harga turun dari $110.000 ke $103.000—koreksi 6% yang tajam tetapi relatif terkendali.
  2. Sentimen Pasar: Menurut data dari Coinglass, lebih dari $1 miliar posisi long dilikuidasi dalam 24 jam.
  3. Efek "Springboard": Mengejutkan, dalam dua bulan setelah konflik ini, Bitcoin reli 62% untuk mencapai level tertinggi sepanjang masa yang baru, membuktikan bahwa volatilitas terkait perang sering kali dapat bertindak sebagai bottom lokal.

3. Awal 2026: Lanskap Saat Ini

Per Februari 2026, pasar lebih rapuh. Setelah peristiwa likuidasi masif di akhir 2025, Bitcoin telah berjuang untuk mempertahankan kisaran $65.000–$70.000. Serangan AS ke Iran sekarang kemungkinan akan menjadi peristiwa "de-risking", di mana investor mencari likuiditas segera.

PeristiwaDampak BTC LangsungPemulihan 60 Hari
April 2024 (Serangan Iran)-8%+28%
Juni 2025 (Serangan Israel)-6%+62%
Oktober 2025 (Keterlibatan AS)-10%Pemulihan terhenti oleh makro

Mengapa Kripto Turun Saat Berita Perang

Ada tiga alasan utama mengapa harga kripto anjlok ketika AS atau sekutunya menyerang Iran:

  • Krisis Likuiditas: Hedge fund besar sering menjual pemenang paling likuid mereka (seperti BTC) untuk menutupi margin call pada posisi lain yang gagal atau untuk pindah ke kas.
  • Minyak dan Inflasi: Konflik dengan Iran sering menyebabkan lonjakan harga minyak. Ini meningkatkan ketakutan inflasi, yang pada gilirannya menyebabkan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi—faktor bearish utama untuk kripto.
  • Ketakutan Regulasi: Selama masa perang, pemerintah sering memperketat kontrol aliran modal untuk mencegah "penghindaran sanksi", yang dapat menyebabkan penindakan terhadap bursa.

Alasan untuk Kenaikan: Kapan Bitcoin Naik?

Sementara reaksi awal bersifat bearish, Bitcoin sering naik dalam jangka menengah selama konflik geopolitik karena beberapa alasan:

  • Pelarian Modal: Di negara-negara yang terkena dampak langsung perang atau sanksi (seperti Iran), warga sering beralih ke Bitcoin untuk menjaga kekayaan mereka saat mata uang lokal mereka runtuh.
  • Sistem Keuangan Alternatif: Jika konflik mengarah pada "weaponization" dolar AS (misalnya, memutuskan negara dari SWIFT), narasi untuk mata uang netral dan terdesentralisasi menjadi lebih kuat.
  • Kematangan Safe Haven: Seiring pasar matang, lebih banyak investor institusional mungkin mulai memperlakukan Bitcoin seperti emas, terutama jika sistem perbankan tradisional menunjukkan tanda-tanda tekanan selama krisis.

Strategi Navigasi untuk Trader

Jika AS menyerang Iran di 2026, sejarah menunjukkan kita harus mengharapkan penurunan tajam dan menyakitkan diikuti oleh periode volatilitas ekstrem. Untuk pemegang jangka panjang, penurunan ini secara historis merupakan peluang beli yang sangat baik. Namun, bagi mereka yang menggunakan leverage tinggi, peristiwa seperti itu sering kali mengakhiri akun.

Peluang Pasar
Logo American Coin
Harga American Coin(USA)
$0.0000002029
$0.0000002029$0.0000002029
-0.44%
USD
Grafik Harga Live American Coin (USA)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.