Para holder XRP (XRP) nampaknya mengambil sikap defensif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Data on-chain menunjukkan lebih dari US$650 juta nilai XRP mengalir masuk ke Binance dalam sepekan terakhir. Lonjakan arus masuk ke exchange ini mengindikasikan investor sedang bersiap menghadapi volatilitas yang meningkat, sehingga risiko penurunan jangka pendek bertambah jika ketidakpastian pasar terus berlanjut.
BeInCrypto melaporkan bahwa serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu mengakibatkan aksi jual besar-besaran di seluruh pasar aset kripto.
Ketegangan meningkat lebih jauh pada akhir pekan seiring beredarnya kabar bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas. Iran meningkatkan serangan balasan yang menargetkan Israel dan beberapa negara Arab Teluk lain, semakin memicu kekhawatiran terjadinya instabilitas regional yang lebih besar. Risiko geopolitik yang meningkat ini sangat membebani sentimen investor.
Pasar aset kripto turun bersama aset berisiko lainnya. Sementara itu, harga emas melejit karena modal investor berpindah ke aset safe haven tradisional. XRP pun ikut terdampak.
Analis on-chain Darkfost mengungkapkan bahwa lebih dari 472 juta XRP, senilai sekitar US$650 juta, telah ditransfer ke Binance dalam sepekan terakhir. Menurut analis, ini merupakan “periode arus masuk terbesar pada bulan Februari.”
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Arus masuk besar-besaran ke exchange sering dipandang sebagai tanda potensi tekanan jual, karena token biasanya harus dipindahkan ke platform trading sebelum dijual. tapi, arus masuk tidak serta-merta langsung berubah menjadi aksi jual besar-besaran.
Transfer seperti ini juga dapat mencerminkan reposisi likuiditas, strategi arbitrase, pengelolaan jaminan, atau tindakan antisipasi selama periode volatilitas tinggi. Meski begitu, hal ini tetap memunculkan kekhawatiran.
Pertanyaan utamanya adalah apakah arus masuk besar ini menandakan fase distribusi yang berkepanjangan atau hanya respons sementara terhadap krisis. Perlu dicatat bahwa transfer ini membuat cadangan XRP milik Binance mengalami kenaikan.
Data CryptoQuant menunjukkan cadangan di exchange cenderung menurun sejak Oktober 2025. Arus masuk terbaru ini untuk sementara membalikkan tren tersebut.
Sementara itu, XRP memperpanjang penurunan sejalan dengan pasar aset kripto secara umum yang sedang turun. Data dari BeInCrypto Markets menunjukkan altcoin ini telah turun lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir. Pada waktu publikasi, harga XRP berada di US$1,37.
Beberapa hari ke depan akan menentukan apakah pergerakan senilai US$652 juta ini hanya terjadi sekali saja atau justru menandakan awal penyesuaian lebih lanjut di antara para holder XRP. Ketika risiko geopolitik dan struktur pasar aset kripto saling bersinggungan, volatilitas jangka pendek dan narasi adopsi jangka panjang tetap jadi perhatian utama.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin industri dan jurnalis berbagi wawasan ahli
