Harga Bitcoin Hari Ini: Analisis BTC Pada Grafik
Bitcoin ($BTC) saat ini diperdagangkan sekitar $110.700, berada tepat di atas support kunci pada $111.350. SMA 50 hari pada $115.179 bertindak sebagai resistensi, sementara SMA 200 hari pada $101.690 berfungsi sebagai jaring pengaman jangka panjang.
- Support langsung: $111.350
- Support utama: $101.690 (SMA 200 hari) / $100.000 level psikologis
- Resistensi: $112.142 – $115.179
- Target breakout: $118.616
Grafik harian BTC/USD melalui TradingView
RSI pada 44 menandakan bahwa BTC sedang konsolidasi setelah koreksi, tetapi belum oversold. Breakout di atas $115K bisa membuka jalan untuk menguji kembali $118K sebelum melanjutkan tren naik. Jika BTC bertahan di atas $100K pada September, panggung telah diatur untuk pergerakan parabolik Q4.
1. Kejatuhan Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun AS
Imbal hasil obligasi 10 tahun AS sedang jatuh tajam, dan itu memiliki implikasi besar untuk aset berisiko seperti $Bitcoin. Imbal hasil yang lebih rendah berarti:
- Biaya pinjaman yang lebih murah.
- Akses likuiditas yang lebih mudah bagi institusi.
- Minat yang diperbarui untuk pertumbuhan dan aset alternatif.
Secara historis, penurunan imbal hasil telah memicu rotasi ke ekuitas dan kripto. Untuk BTC, ini menciptakan badai sempurna untuk arus masuk di Q4.
2. Suntikan Likuiditas Tiongkok
Berita terbaru dari Beijing: Bank Rakyat Tiongkok menyuntikkan likuiditas sebesar ¥2 triliun minggu ini. Banjir uang tunai yang besar ke dalam sistem keuangan ini dirancang untuk menstabilkan pertumbuhan—tetapi pasar global akan merasakan efeknya.
- Lebih banyak likuiditas = permintaan yang lebih kuat untuk aset berisiko.
- Investor Asia sudah memainkan peran dominan di pasar kripto.
- Secara historis, dorongan likuiditas Tiongkok meluap ke permintaan BTC global.
Suntikan ini menggema siklus sebelumnya di mana likuiditas Asia mendorong kenaikan Bitcoin menuju level tertinggi baru.
3. Pemotongan Suku Bunga Fed Akan Datang
Ketua Federal Reserve Jerome Powell terpojok. Dengan pertumbuhan yang melambat dan pasar obligasi yang menandakan tekanan, analis sekarang mengharapkan pemotongan suku bunga 25-50bps dalam beberapa bulan mendatang.
Pemotongan suku bunga berarti:
- Biaya modal yang lebih rendah.
- Kepercayaan investor yang meningkat.
- Gelombang besar likuiditas yang menghantam ekuitas dan kripto.
"Bertahan di September" telah menjadi mantra—karena begitu pemotongan dimulai, Bitcoin kemungkinan akan memimpin aset berisiko menuju level tertinggi sepanjang masa di Q4.
Prediksi Harga Bitcoin: Jalan Menuju $150.000
Dengan imbal hasil obligasi yang runtuh, Tiongkok menambahkan triliunan dalam likuiditas, dan Fed bersiap untuk memotong suku bunga, Bitcoin diposisikan untuk reli parabolik hingga 2026.
- Jangka pendek: Terikat dalam rentang antara $111K dan $115K pada September.
- Q4 2025: Breakout di atas $118K bisa menyalakan reli menuju $130K.
- Sebelum 2026: Angin pendorong likuiditas makro bisa mendorong BTC ke $150.000.
Bagi manajer portofolio, mempertahankan eksposur inti BTC sambil melindungi risiko penurunan di bawah $100K adalah strategi optimal.
Sumber: https://cryptoticker.io/en/3-reasons-why-bitcoin-price-can-reach-dollar-150000-before-2026/


