Cryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) saat ini berada di titik yang sangat krusial. Menurut salah satu trader kripto populer ‘Max Trades’, harga sedang menghadapi area penentuan arah setelah kembali menguji batas atas range.
Ia menjelaskan bahwa Bitcoin sempat menyentuh area resisten penting di kisaran US$ 71.400 hingga US$ 72.900, yang juga bertepatan dengan level Fibonacci kunci. Namun alih-alih menembus, harga justru menunjukkan tanda penolakan.
Kondisi ini membuka kemungkinan terbentuknya lower high, sebuah sinyal yang biasanya menandakan melemahnya struktur buliish. JIka skenario ini terjadi, maka peluang untuk kembali turun ke area bawah range menjadi semakin besar.
“Kenaikan harga terbaru bukan berasal dari kekuatan pasar yang alami. Pergerakan tersebut lebih dipicu oleh sentimen berita, bukan oleh permintaan yang solid,” ungkap Max, dalam laman pribadinya di X, Senin (23/3/2026).
Max mengatakan, dalam banyak kasus kenaikan seperti ini cenderung tidak bertahan lama. Setelah euforia meledak, harga biasanya kembali turun dan mengoreksi pergerakan sebelumnya.
Itulah sebabnya ia melihat momentum saat ini masih lemah dan sulit bagi Bitcoin untuk kembali menembus area resisten tersebut dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bitcoin Terjebak Bull Trap? Ini Penjelasan Analis
Kendati demikian, ia tidak menutup kemungkinan skenario sebaliknya. Jika Bitcoin mampu kembali naik dan menembus level US$ 73.000, maka peluang untuk melakukan sweep ke area high sebelumnya akan terbuka.
“Namun, hal itu belum cukup untuk mengubah gambaran besar,” ujarnya.
Dalam perspektif timeframe yang lebih tinggi, tren Bitcoin masih berada dalam fase downtrend.
Selama struktur ini belum berubah, Max menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil posisi bullish. Baginya, setiap kenaikan saat ini masih lebih cocok dilihat sebagai reli sementara dalam tren turun, bukan awal dari tren naik baru.
Sementara itu berdasarkan data terbaru dari CoinGecko pada Selasa (24/3/2026) pagi, angka Bitcoin saat ini berada di US$ 70.629. Angka ini merupakan kenaikan sebesar 4,4 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Sebagaimana diketahui, BTC yang memimpin pasar kripto tengah dilanda volatilitas hampir dalam sebulan terakhir, semenjak pecahnya perang antara Israel, Amerika dan Iran. Selain itu, kebijakan The Fed pun dinilai masih belum bisa membawa angin segar pada pemegang aset beresiko, sehingga peralihan aset diminati oleh investor saat ini.
