Balancer Labs, entitas korporat di balik protokol decentralized exchange Balancer (BAL), akan menghentikan operasionalnya di tengah tekanan hukum yang meningkat akibat eksploitasi senilai US$128 juta tahun lalu.
Co-founder Fernando Martinelli mengumumkan keputusan ini melalui sebuah postingan forum tata kelola, menyebut bahwa entitas ini justru menjadi beban dan bukan aset untuk masa depan protokol.
Eksploitasi pada November 2025 menargetkan vault pada protokol Balancer versi 2 (V2). Selain itu, beberapa vault di jaringan Sonic, Polygon, dan Base juga terdampak.
Anggota tim penting akan berpindah ke Balancer OpCo, setelah ada pemungutan suara tata kelola.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Meski BLabs akan ditutup, Martinelli tidak menyarankan untuk membubarkan keseluruhan protokol. Ia menyampaikan bahwa Balancer telah menghasilkan lebih dari US$1 juta pada biaya tahunan dalam tiga bulan terakhir dan menegaskan protokolnya masih berjalan. Permasalahannya justru terletak pada model ekonominya.
Restrukturisasi yang diajukan menargetkan beberapa permasalahan sistemik. Emisi BAL akan turun ke nol, mengakhiri apa yang Martinelli sebut sebagai ekonomi sogokan melingkar yang justru menimbulkan biaya lebih besar dibandingkan hasil yang diterima.
Model tata kelola veBAL juga akan dihentikan. Semua biaya protokol di bawah model baru akan masuk ke kas DAO, dengan bagian protokol v3 dipangkas menjadi 25%. Penawaran buyback BAL akan memberi holder kesempatan keluar dengan likuiditas yang adil, sehingga menuntaskan kelebihan suplai token.
BAL diperdagangkan mendekati US$0,15 per akhir Maret, turun lebih dari 99% dari harga tertinggi sepanjang masa tahun 2021 sekitar US$74.
Peta jalan produk ke depan akan difokuskan pada reCLAMM, Liquidity Bootstrapping Pools (LBPs), pool stablecoin dan liquid staking token, pool berbobot, serta lebih sedikit chain EVM. Deploy bernilai rendah akan dipangkas.
Martinelli mengungkapkan dirinya tak akan memegang peran formal setelah BLabs dibubarkan, tetapi ia menawarkan diri sebagai penasihat informal. Ia menggambarkan 12 bulan ke depan sebagai masa bagi tim tersisa untuk membuktikan kelayakan produk dan keberlanjutan bisnisnya.

