Metrik on-chain terbaru Shiba Inu menunjukkan pertumbuhan ekosistem yang stabil, meskipun kinerja harga tetap relatif lesu. Data terbaru mengindikasikan bahwa partisipasi pengguna terus meningkat, sementara pergeseran dalam perilaku penyimpanan aset menunjukkan preferensi yang meningkat untuk holding jangka panjang di kalangan investor.
Angka terbaru dari @Shibizens, sebuah akun X ekosistem Shibarium, menunjukkan aktivitas on-chain token per Maret 2025. Menurut pembaruan tersebut, jumlah total wallet yang memegang SHIB telah mencapai 1.558.200. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan adopsi yang konsisten, didukung oleh penambahan ribuan alamat baru setiap bulan.
Hanya dalam sebulan terakhir, sekitar 8.500 wallet dibuat, memperkuat tren yang lebih luas dari pertumbuhan bertahap namun berkelanjutan. Penambahan bulanan dilaporkan berkisar antara 5.000 hingga 12.000 peserta baru, mengindikasikan bahwa minat retail tetap aktif meskipun kondisi pasar yang lebih luas.
Meskipun terjadi peningkatan alamat wallet, distribusi kepemilikan tetap sangat terkonsentrasi. Data menunjukkan bahwa 10 wallet teratas secara kolektif memegang 62,65% dari total pasokan. Sebagian besar dari ini dikaitkan dengan burn wallet, yang berisi lebih dari 410 triliun SHIB, menyumbang sekitar 41% dari semua token.
Pemegang besar lainnya termasuk platform exchange terpusat. Catatan on-chain dari Etherscan mengidentifikasi entitas seperti Upbit, Robinhood, Binance, Crypto.com, Bithumb, dan OKX di antara pemegang terbesar, terutama karena kepemilikan kustodian atas nama pengguna.
Perilaku investor menunjukkan kecenderungan kuat terhadap retensi jangka panjang. Sekitar 78% pemegang SHIB telah mempertahankan posisi mereka selama lebih dari satu tahun, mengindikasikan preferensi untuk periode holding yang diperpanjang daripada strategi trading jangka pendek.
Pada saat yang sama, volume SHIB yang disimpan di exchange secara bertahap menurun. Perkiraan saat ini menempatkan cadangan exchange sekitar 80,9 triliun token, dengan tren menurun yang terlihat dari waktu ke waktu. Pergerakan ini mengimplikasikan bahwa pemegang mentransfer aset dari platform trading ke wallet pribadi, mengurangi tekanan jual langsung dan memperkuat posisi jangka panjang.
Faktor penting lain yang mempengaruhi ekosistem adalah pengurangan berkelanjutan dalam pasokan yang beredar. Hingga saat ini, sekitar 410 triliun token SHIB telah dihapus secara permanen dari peredaran melalui mekanisme burn. Penurunan pasokan yang tersedia ini memiliki implikasi untuk kelangkaan jangka panjang.
Selain itu, aktivitas jaringan telah menunjukkan peningkatan moderat, menunjukkan bahwa wallet tidak sepenuhnya tidak aktif. Meskipun aksi harga tidak mencerminkan momentum naik yang signifikan, keterlibatan mendasar dalam jaringan tampak stabil.
Data on-chain terbaru menyajikan gambaran tentang perkembangan bertahap namun konsisten dalam ekosistem Shiba Inu. Peningkatan partisipasi, proporsi tinggi pemegang jangka panjang, dan penurunan saldo exchange secara kolektif mengindikasikan pergeseran menuju keterlibatan berkelanjutan daripada trading spekulatif.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk menginformasikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili pendapat Times Tabloid. Pembaca didesak untuk melakukan penelitian mendalam sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Setiap tindakan yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial apa pun.
Ikuti kami di Twitter, Facebook, Telegram, dan Google News
Posting Pemegang Shiba Inu Melonjak di Tengah Penurunan Pasokan SHIB di Exchange muncul pertama kali di Times Tabloid.


