Jajak pendapat Fairshake menemukan 45% warga Amerika menilai kripto terlalu berisiko saat PAC industri menggelontorkan lebih dari $100 juta ke pemilu paruh waktu.
Ringkasan
- Jajak pendapat Public First yang dilakukan untuk Politico menemukan 45% warga Amerika mengatakan berinvestasi dalam mata uang kripto tidak sebanding dengan risikonya.
- Jajak pendapat yang sama menemukan 44% mengatakan AI berkembang terlalu cepat, dan dua pertiga menginginkan Kongres memberlakukan pengawasan ketat terhadap kecerdasan buatan.
- PAC pro-kripto Fairshake dan PAC pro-AI Leading the Future secara bersama-sama telah menggelontorkan lebih dari $100 juta dalam pemilu paruh waktu 2026.
Jajak pendapat Politico yang dilakukan oleh Public First pada April 2026 menemukan bahwa 45% warga Amerika mengatakan berinvestasi dalam mata uang kripto tidak sebanding dengan risikonya, meski potensi keuntungannya tinggi. Survei terhadap 2.035 orang dewasa ini juga menemukan 44% percaya AI berkembang terlalu cepat, dan hampir dua pertiga menginginkan Kongres memberlakukan regulasi ketat atau pengawasan luas terhadap kecerdasan buatan.
Temuan ini muncul saat super PAC yang didukung industri menggelontorkan dana yang belum pernah terjadi sebelumnya ke siklus pemilu paruh waktu 2026. Fairshake, PAC pro-kripto yang didukung oleh Coinbase, Andreessen Horowitz, dan Ripple, telah menghabiskan sekitar $28 juta di berbagai pemilihan pendahuluan yang kompetitif.
Kelompok pro-AI Leading the Future, yang diluncurkan pada Agustus 2025, telah mengumpulkan lebih dari $75 juta dan menggelontorkan dana dalam berbagai pemilihan di North Carolina, Texas, Illinois, dan New York. Total pengeluaran gabungan mereka melebihi $100 juta.
Potensi masalah politik yang sedang terbentuk
Jajak pendapat menemukan bahwa dalam skenario hipotetis, responden jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mendukung kandidat yang didukung oleh kelompok yang mendorong regulasi AI yang lebih longgar. Para pengamat politik mengatakan kepada Politico bahwa begitu para pemilih mengaitkan uang kampanye dengan industri di baliknya, reaksi negatif bisa terjadi dengan cepat. "Saya pikir jika mereka melihat seseorang didukung oleh kripto, itu selalu akan menjadi masalah," kata mantan Anggota DPR Ohio Jim Renacci sebagaimana dilaporkan.
Kesenjangan antara pengeluaran dan kepercayaan publik paling terlihat dalam hal pengenalan nama. Hanya 9% responden yang pernah mendengar tentang Leading the Future, dan hanya 3% yang mengenal Fairshake. Industri ini memiliki kekuatan finansial yang belum diterjemahkan menjadi legitimasi publik.
Kesenjangan tersebut penting karena baik Fairshake maupun tujuan legislatif utama industri kripto, Clarity Act, bergantung pada Senat yang sama yang menghadapi risiko pemilu paruh waktu.
Sebagaimana didokumentasikan oleh crypto.news, jika Partai Demokrat mengambil kendali atas salah satu kamar pada November, peluang pengesahan Clarity Act digambarkan mendekati nol. Ketidakpercayaan pemilih terhadap kripto sebesar 45% menjadikan lingkungan pemilu paruh waktu sebagai risiko yang tidak dapat diselesaikan oleh pengeluaran PAC semata.
Source: https://crypto.news/fairshake-poll-finds-voters-distrust-crypto-and-ai/








