Ponsel emas T1 dari Trump Mobile sudah 11 bulan tanpa satu pun pengiriman. Perusahaan ini telah mengumpulkan sekitar US$59 juta dari hampir 590.000 pembeli yang membayar deposit US$100.
Merek layanan nirkabel yang didukung oleh Trump Organization ini telah menunda peluncuran setidaknya empat kali sejak Juni 2025. Ketentuan pre-order terbarunya kini menyatakan perangkat ini mungkin tidak akan pernah ada.
Don Jr. dan Eric Trump memperkenalkan T1 pada Juni 2025. Perusahaan menjanjikan pengiriman bulan Agustus untuk ponsel senilai US$499 ini, yang diklaim buatan Amerika.
Tanggal itu berlalu tanpa kabar. Trump Mobile kembali menjadwalkan ke bulan November, lalu Desember. Pada akhir Desember, layanan pelanggan menyalahkan penundaan pada shutdown pemerintah federal dan memberitahu pembeli untuk menunggu sampai “pertengahan hingga akhir Januari”.
Jangka waktu Q1 2026 juga berlalu begitu saja. Sekarang, tanggal rilis benar-benar hilang dari trumpmobile.com. Situs tersebut kini justru menawarkan ponsel Samsung dan iPhone bekas dengan “47 Plan” seharga US$47,45, sebuah referensi pada status Trump sebagai presiden ke-45 dan ke-47.
Ponsel ini memang sudah lolos izin Federal Communications Commission, yang jadi syarat peluncuran di AS. Tapi, sejauh ini belum ada jadwal produksi yang dipenuhi.
Pada 6 April, T1 Mobile LLC memperbarui syarat deposit. Bahasa baru menyebutkan deposit US$100 “tidak menjamin bahwa suatu perangkat akan diproduksi atau tersedia untuk dibeli.”
Sekarang, pembeli hanya membayar untuk “kesempatan bersyarat” yang bisa digunakan perusahaan sesuai kehendaknya. Dokumen itu juga menegaskan estimasi pengiriman hanyalah “perkiraan yang tidak mengikat.”
Permintaan refund masih melalui layanan pelanggan. Tapi, dokumen terbaru ini hampir tidak memberi kewajiban hukum untuk memenuhinya.
Pola ini mirip dengan berbagai usaha bermerek Trump yang kehilangan momentum sepanjang tahun ini. Official Trump (TRUMP), yang diluncurkan Januari 2025, kini diperdagangkan sekitar 96% di bawah harga puncaknya, dan peluang meme coin pulih pun tipis.
FTC juga semakin ketat mengawasi pemasaran konsumen yang menyesatkan.
Dengan US$59 juta sudah dikantongi tanpa jadwal produksi sama sekali, para depositor kini cuma mengandalkan itikad baik dari perusahaan yang dokumennya sendiri sudah tak lagi menjanjikan apapun.
Langkah selanjutnya nampaknya ada di tangan CFPB atau FTC, bukan ponsel itu sendiri.

