Broker online terbesar di Jepang mulai bergerak ke aset digital. SBI Securities dan Rakuten Securities tengah membangun exchange-traded fund berupa investasi BiBroker online terbesar di Jepang mulai bergerak ke aset digital. SBI Securities dan Rakuten Securities tengah membangun exchange-traded fund berupa investasi Bi

Broker Broker Terbesar Jepang Buka Pintu Baru untuk Investasi Bitcoin dan Ethereum

2026/05/18 02:51
durasi baca 4 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Broker online terbesar di Jepang mulai bergerak ke aset digital. SBI Securities dan Rakuten Securities tengah membangun exchange-traded fund berupa investasi Bitcoin dan Ethereum untuk nasabah ritel secara in-house.

Perubahan ini bisa mengubah cara jutaan investor Jepang mengakses aset kripto. Berikut penjelasan tentang rencana tersebut, serta mengapa hal ini penting saat ini.

SBI dan Rakuten Bangun Investasi Bitcoin dan Ethereum In-House di Jepang

Crypto investment trust adalah dana ter-regulasi yang memegang aset digital seperti Bitcoin, sehingga investor bisa membeli unitnya tanpa harus memiliki koin secara langsung.

Saat ini, kebanyakan pengguna di Jepang masih harus memiliki akun exchange atau wallet terpisah untuk membeli kripto secara langsung.

Menurut Nikkei, produk investasi ini menghilangkan hambatan tersebut. Investor bisa mendapatkan eksposur ke Bitcoin dan Ethereum lewat akun broker yang sudah biasa mereka pakai untuk saham, obligasi, dan reksa dana. Produk ini akan terasa seperti membeli reksa dana, bukan trading di exchange.

SBI Securities berencana menjual produk yang dikembangkan oleh perusahaan grupnya, SBI Global Asset Management. Perusahaan ini menargetkan dana kelolaan sekitar ¥5 triliun yen (mendekati US$32 miliar) dalam tiga tahun sejak peluncuran.

SBI juga akan mengelola seluruh rantai layanan secara internal, mulai dari desain produk hingga distribusinya.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secepatnya

Rakuten Securities juga mengejar jalur serupa melalui Rakuten Investment Management. Perusahaan ingin nasabahnya bisa langsung trading produk ini lewat aplikasi smartphone mereka, sesuai kebiasaan aktivitas kripto ritel di Jepang.

Kedua grup ini sebenarnya sudah mengoperasikan exchange berlisensi, sehingga infrastruktur dan hubungan regulasi sudah cukup matang.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya kepastian aturan ke depan. Dalam survei Nikkei terhadap 18 perusahaan, 11 di antaranya — seperti Nomura, Daiwa, dan Mizuho Securities — mengatakan mereka akan mempertimbangkan masuk ke pasar ini setelah kerangka regulasi dirilis.

Respons itu menunjukkan minat luas dari pihak TradFi, bahkan sebelum aturan lengkap tersedia.

Nomura dan Daiwa juga telah mengisyaratkan akan mengembangkan produk crypto trust setelah aturannya jelas. Grup SMBC pun membentuk tim khusus, dan Asset Management One milik Mizuho sudah mulai melakukan riset awal.

Badan Jasa Keuangan Jepang (Financial Services Agency/FSA) memimpin perubahan ini. Badan tersebut dilaporkan tengah mempertimbangkan aturan agar investment trust dan exchange-traded fund boleh memegang aset kripto di bawah Undang-Undang Investment Trust.

Exchange-traded fund (ETF) kripto spot diharapkan dapat mendapat persetujuan pada 2028, dengan analis memperkirakan pasar dapat mencapai sekitar US$6,4 miliar.

Reformasi ini juga terkait kebijakan yang lebih luas. Baru-baru ini, Jepang mengklasifikasikan ulang kripto sebagai instrumen keuangan, yang menambah aturan pasar yang lebih tegas.

Pembaruan tersebut mencakup persyaratan pengungkapan tahunan dan larangan insider trading, sehingga aset digital makin mendekati regulasi seperti sekuritas.

Makna Bagi Investor dan Pasar

Waktu peluncurannya sejalan dengan tren global. ETF Bitcoin spot mulai hadir di Amerika Serikat pada awal 2024, dan dana tersebut kini mengelola puluhan miliar US dollar. Hong Kong langsung menyusul dengan produk Bitcoin dan Ethereum.

Kini, Jepang juga ingin membawa kripto lebih dekat dengan industri pengelolaan kekayaan arus utama mereka.

Bagi investor ritel, artinya mereka bisa mendapatkan perlindungan seputar kustodian, pengungkapan, dan pelaporan melalui grup keuangan resmi yang memang sudah mereka percayai.

Manfaatnya sangat konkret. Jutaan orang pemilik akun SBI atau Rakuten bisa menambah eksposur ke Bitcoin atau Ethereum tanpa perlu pendaftaran baru.

Tidak ada lagi kurva pembelajaran soal exchange, juga tanpa kekhawatiran atas risiko keamanan dari platform asing.

Perbandingan performa harga Bitcoin dan EthereumPerbandingan performa harga Bitcoin dan Ethereum | Sumber: CoinGecko

Ada juga sisi kurang menguntungkan. Dengan memegang unit trust, investor tidak sepenuhnya memiliki Bitcoin secara langsung.

Struktur tersebut menambah biaya pengelolaan serta risiko counterparty yang tidak ditemukan pada kepemilikan langsung.

Biaya akan menjadi faktor penting untuk diperhatikan. Di Amerika Serikat, persaingan antar penerbit ETF membuat biaya turun dengan cepat dan adopsi meningkat signifikan.

Cara FSA menanggapi pengajuan, serta biaya yang ditetapkan SBI dan Rakuten, bisa menjadi penentu seberapa cepat investor Jepang akan berpartisipasi.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Bukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Bukan Ahli Grafik? Tetap UntungBukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Salin trader top dalam 3 detik dengan auto dagang!