Jaksa AS mendakwa Owe Andresen, yang diduga merupakan admin Dream Market, atas pencucian aset kripto senilai USD2 juta menjadi emas batangan yang dikirim ke JerJaksa AS mendakwa Owe Andresen, yang diduga merupakan admin Dream Market, atas pencucian aset kripto senilai USD2 juta menjadi emas batangan yang dikirim ke Jer

US DOJ Menuduh Admin Dream Market Mengubah Aset Kripto Menjadi Emas Batangan Senilai US$1,7 Juta

2026/05/18 01:47
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Departemen Kehakiman AS mendakwa Owe Martin Andresen (49 tahun) atas dugaan kasus pencucian uang aset kripto senilai US$2 juta. Jaksa menuduh warga negara Jerman ini mengubah hasil dari darknet menjadi emas batangan yang dikirimkan ke rumahnya.

Pihak berwenang menangkap Andresen di Jerman pada 7 Mei. Penyelidik menyita sekitar US$1,7 juta dalam bentuk emas batangan dan uang tunai sebesar US$23.000. Selain itu, dana sebesar US$1,2 juta di rekening bank dan aset kripto juga terkait dengan marketplace tersebut.

Cara Skema Ini Diduga Berjalan

Jaksa menjelaskan bahwa Andresen beroperasi dengan nama Speedstepper. Ia merupakan administrator utama Dream Market yang selama ini belum teridentifikasi dan marketplace tersebut tutup secara sukarela pada 2019 karena tekanan penegak hukum.

Berdasarkan dakwaan tersebut, Andresen mengakses wallet marketplace yang sudah lama tidak aktif pada akhir 2022. Ia kemudian memindahkan dana tersebut ke alamat baru yang terkonsolidasi.

Mulai Agustus 2023, ia diduga menggunakan layanan aset kripto yang berbasis di Atlanta untuk membeli emas batangan dari pedagang internasional. Para pedagang mengirimkan emas batangan itu langsung ke alamat rumahnya di Jerman.

Pola Penegakan Hukum Darknet yang Sudah Sering Terjadi

Dream Market beroperasi dari 2013 hingga 2019 serta pernah menampung hampir 100.000 listing saat masa jayanya. Para pembeli melakukan pembayaran menggunakan Bitcoin (BTC) untuk menyembunyikan jejak transaksi.

Laporan menyebutkan, situs ini memfasilitasi penjualan lebih dari 450 kilogram kokain dan 90 kilogram heroin. Data dari DOJ juga menyebutkan adanya 36 kilogram fentanyl yang diperdagangkan melalui platform ini.

Penuntutan sebelumnya telah memvonis admin Dream Market dengan nama Oxymonster, KITT3N, dan GOWRON. Namun, identitas Speedstepper tetap tidak diketahui selama bertahun-tahun.

Dakwaan ini sesuai dengan pengetatan pengawasan terhadap dana darknet yang sudah lama mengendap—termasuk pemulihan Bitcoin senilai US$1 miliar yang terkait dengan Silk Road baru-baru ini.

Setiap 12 dakwaan di AS dikenai hukuman hingga 20 tahun penjara, sedangkan tuntutan di Jerman dapat menambah lima tahun hukuman untuk masing-masing dakwaan.

Kasus ini mengindikasikan bahwa wallet yang dahulu dikendalikan oleh admin senior Dream Market akhirnya kembali aktif.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Bukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Bukan Ahli Grafik? Tetap UntungBukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Salin trader top dalam 3 detik dengan auto dagang!