Standard Chartered akan memangkas lebih dari 15% posisi di fungsi korporat pada tahun 2030 karena bank yang berbasis di Inggris ini meningkatkan penggunaan artificial intelligence.
Bank tersebut mengonfirmasi rencana ini dalam update strategi kepada investor, bersamaan dengan target profitabilitas yang baru.
Restrukturisasi dari raksasa perbankan ini akan menghilangkan lebih dari 7.000 posisi dari total 80.000 karyawan yang mereka miliki. Saat konferensi pers, chief executive Bill Winters menyatakan bahwa pengurangan jumlah karyawan ini akan disebabkan oleh penggunaan AI dan otomasi yang lebih besar.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Bank tersebut tidak mengungkapkan lokasi mana yang akan terdampak pemangkasan ini. tapi, beberapa karyawan yang terdampak akan dipindahkan ke posisi lain di dalam perusahaan, lapor BBC.
Selain pemangkasan pekerjaan, Standard Chartered juga meningkatkan proyeksi profitabilitasnya. Kini bank ini menargetkan return on tangible equity (RoTE) di atas 15% pada tahun 2028, naik lebih dari 3 poin persentase dari target tahun 2025, dan berambisi mencapai sekitar 18% pada tahun 2030.
Standard Chartered pun kini bergabung dengan semakin banyak perusahaan yang memangkas karyawan pada 2026. Amazon telah mengumumkan pemangkasan 16.000 pekerjaan pada Januari lalu.
Meta akan mulai memangkas sekitar 8.000 posisi, atau sekitar 10% dari total karyawannya, mulai Rabu. Platform analytics kripto Dune juga memangkas seperempat karyawannya sebagai bagian dari perubahan strategi menuju AI dan data onchain institusional. Gelombang PHK kini juga merambah ke berbagai sektor seperti perbankan, teknologi, dan judi daring.
Langganan kanal YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli

