Bitget Terkena Hack Rp5,8 Triliun, Apa yang Terjadi?
Bitget mengonfirmasi adanya transfer tidak sah dari sebagian hot wallet dan warm wallet pada 25 September 2026. Platform tersebut menyatakan sistem keamanannya mendeteksi aktivitas mencurigakan pada pukul 02.31.11 UTC+8, atau 01.31 WIB, dengan estimasi aset terdampak sekitar US$351,6 juta.
Nilai itu setara dengan kisaran beberapa triliun rupiah, bergantung pada kurs dolar saat konversi dilakukan. Namun, angka resmi Bitget bukan satu-satunya angka yang beredar. Pelacak transaksi on-chain Lookonchain kemudian memperkirakan nilai aset yang berpindah mencapai sekitar US$356,86 juta, sementara laporan awal dari pengamat blockchain hanya melihat transfer lebih dari US$170 juta.
Perbedaan angka tersebut tidak otomatis berarti terdapat tiga insiden terpisah. Perbedaan itu lebih mungkin mencerminkan waktu pengamatan, aset yang telah teridentifikasi pada setiap tahap, harga aset saat dinilai, serta perbedaan antara estimasi internal perusahaan dan pelacakan alamat wallet di blockchain publik.
Bitget menyebut insiden ini sebagai transfer tidak sah dan belum mengungkap akar penyebabnya. Karena laporan forensik belum diterbitkan, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan apakah insiden berasal dari kompromi private key, kelemahan sistem internal, akses tidak sah terhadap infrastruktur wallet, atau vektor serangan lain.
Angka Kerugian Berkembang Seiring Pelacakan Aset
Laporan awal mengenai pergerakan dana berasal dari pengamatan alamat wallet yang dikaitkan dengan Bitget. Pada tahap awal, beberapa pelacak on-chain melihat aset kripto senilai lebih dari US$170 juta berpindah ke alamat baru yang belum banyak memiliki riwayat transaksi.
Sejumlah laporan berikutnya memperkirakan aset yang telah terlihat bergerak mendekati US$183 juta. Nilai tersebut bukan angka kerugian final, melainkan snapshot atas aset yang berhasil diidentifikasi pada alamat tertentu dalam periode awal insiden.
Bitget kemudian merilis security notice dan memperkirakan total aset terdampak sebesar US$351,6 juta. Angka ini merupakan estimasi resmi perusahaan pada saat pengumuman diterbitkan.
Lookonchain, yang melacak aset berdasarkan data blockchain publik, memperbarui estimasinya menjadi sekitar US$356,86 juta. Selisih sekitar US$5,26 juta, atau kurang lebih 1,5% dari angka Bitget, masih dapat terjadi karena perbedaan waktu snapshot, harga aset, cakupan chain, serta transaksi yang mungkin belum sepenuhnya dipetakan atau direkonsiliasi.
Ringkasnya, perkembangan angka dapat dibaca sebagai berikut:
Lebih dari US$170 juta: transfer awal yang terlihat dari alamat yang dikaitkan dengan Bitget.
Sekitar US$183 juta: estimasi awal lain berdasarkan aset yang telah terlacak dalam waktu singkat.
US$351,6 juta: estimasi resmi aset terdampak menurut Bitget.
Sekitar US$356,86 juta: estimasi pelacakan aset lintas chain menurut Lookonchain.
Angka on-chain membantu publik melihat arah dana dan komposisi aset. Meski begitu, data tersebut belum dapat membuktikan nilai kerugian akhir, jumlah aset yang berhasil diamankan, identitas pihak yang mengendalikan alamat penerima, atau nilai yang pada akhirnya dapat dipulihkan.
XRP Menjadi Komponen Terbesar dalam Jejak Aset
Data Lookonchain menunjukkan bahwa XRP merupakan aset dengan nilai terbesar dalam aset yang mereka identifikasi. Pelacak tersebut mencatat sekitar 102,93 juta XRP dengan nilai sekitar US$157,48 juta berdasarkan harga pada saat snapshot dibuat.
Setelah XRP, aset terbesar yang terdeteksi adalah Ether. Lookonchain mencatat sekitar 31.890 ETH dengan nilai sekitar US$85,75 juta. Stablecoin juga membentuk porsi besar dari dana yang berpindah, termasuk USDT, USDC, dan USD₮0.
Jejak aset yang teridentifikasi setelah insiden hot wallet Bitget. Nilai sekitar US$356,86 juta merupakan estimasi pelacak on-chain Lookonchain berdasarkan snapshot alamat dan harga aset saat pengamatan, bukan angka kerugian final yang telah direkonsiliasi Bitget. Sumber: Lookonchain, 25 September 2026.
Komposisi tersebut menjelaskan mengapa angka estimasi dapat berubah cepat. Harga XRP, ETH, BNB, AVAX, TRX, dan tokenized gold bergerak secara real-time. Ketika aset dinilai ulang pada harga yang berbeda, total dolar yang terlihat pada dashboard pelacak juga berubah meskipun jumlah tokennya tidak berubah.
Apa yang Terlihat dari Transaksi On-Chain?
A. Dana Dikonsolidasikan ke Alamat Baru
Alamat penerima yang terlihat dalam laporan awal bukanlah alamat publik yang sebelumnya dikenal luas sebagai bagian dari operasional Bitget. Ini tidak membuktikan identitas pelaku, tetapi pola pemindahan dari wallet yang diberi label Bitget menuju alamat baru menjadi alasan insiden tersebut cepat menarik perhatian pelacak blockchain.
Alamat baru sering digunakan untuk memisahkan dana dari sumber awal sebelum aset dipindahkan lagi, ditukar, dipecah ke beberapa wallet, atau dikirim melalui bridge lintas chain. Pola itu umum terlihat dalam berbagai kasus keamanan aset digital, tetapi tidak cukup untuk mengidentifikasi siapa pengendalinya.
B. Sebagian Dana Mulai Ditukar Menjadi ETH
Laporan Decrypt, yang mengutip pengamatan transaksi on-chain, menyebut sebuah wallet baru menggunakan sekitar US$19,67 juta USD₮0 untuk membeli sekitar 7.111 ETH melalui jaringan Arbitrum. Transaksi tersebut disebut berlangsung dalam waktu sekitar enam menit dan dilakukan melalui agregator seperti UniswapX serta 1inch Fusion.
Pembelian besar dalam waktu singkat dapat menimbulkan slippage, yaitu kondisi ketika harga eksekusi menjadi kurang menguntungkan karena ukuran order terlalu besar dibanding likuiditas yang tersedia pada saat itu. Decrypt melaporkan transaksi tersebut dieksekusi hingga sekitar 5% di atas harga market pada beberapa bagian order.
Informasi ini penting karena menunjukkan satu risiko yang sering diabaikan dalam pembacaan data on-chain. Nilai nominal aset yang dicuri tidak selalu sama dengan nilai yang bisa direalisasikan setelah aset ditukar. Likuiditas, spread, slippage, pembekuan stablecoin, dan tindakan pemblokiran alamat dapat memengaruhi nilai aktual yang dapat dipindahkan atau diuangkan.
C. Label Wallet Tidak Sama dengan Bukti Struktur Kustodi
Laporan awal menyebut adanya pergerakan dari wallet yang diberi label sebagai wallet Bitget oleh penyedia analitik blockchain. Sementara itu, Bitget menyatakan cold wallet tidak terdampak dan transfer tidak sah berasal dari sebagian hot wallet serta warm wallet.
Dua informasi tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Label wallet dari penyedia data blockchain sangat berguna untuk investigasi awal, tetapi klasifikasi alamat sebagai hot, warm, atau cold wallet tetap bergantung pada struktur kustodi internal sebuah platform. Alamat yang diberi label pihak ketiga tidak selalu membuktikan fungsi operasional wallet tersebut pada saat insiden terjadi.
Karena itu, klaim bahwa cold wallet “dibobol” belum dapat dianggap terbukti hanya dari label alamat publik. Penjelasan teknis resmi, pemetaan alamat terdampak, dan laporan forensik diperlukan untuk menjelaskan struktur wallet secara pasti.
D. Transaksi Dapat Dilacak, tetapi Dana Belum Tentu Pulih
Blockchain publik membuat perpindahan aset tertentu dapat diamati. Pelacak dapat mengikuti alamat penerima, jumlah token, bridge, swap, dan wallet lanjutan yang digunakan. Transparansi ini membantu platform, penerbit stablecoin, penyedia keamanan, serta aparat penegak hukum merespons lebih cepat.
Namun, kemampuan melacak tidak sama dengan kemampuan memulihkan. Dana tetap dapat berpindah ke banyak alamat, ditukar ke aset lain, melewati bridge lintas chain, atau masuk ke layanan yang sulit dihentikan. Pemulihan bergantung pada kecepatan respons, kerja sama penerbit aset, pemblokiran alamat, ketersediaan likuiditas, yurisdiksi, dan identifikasi pihak yang mengendalikan dana.
Apa yang Disampaikan Bitget kepada Pengguna?
Bitget menyatakan telah menandai dan melaporkan alamat terkait, melibatkan lembaga penegak hukum serta organisasi keamanan on-chain, dan memulai respons darurat dalam hitungan menit setelah aktivitas mencurigakan terdeteksi.
Platform tersebut juga menyatakan penarikan sementara dihentikan untuk mendukung pemeriksaan keamanan. Deposito dan aktivitas trading, menurut pengumuman perusahaan, tetap berjalan normal selama investigasi berlangsung.
Bitget mengklaim seluruh kerugian akan ditanggung melalui User Protection Fund dan menyatakan dana perlindungan tersebut memiliki nilai lebih dari US$400 juta. Klaim ini penting, tetapi belum dengan sendirinya menjawab beberapa pertanyaan yang relevan bagi pengguna, termasuk komposisi aset dana perlindungan, likuiditasnya saat dibutuhkan, cara perhitungan kompensasi, serta jadwal penarikan kembali dibuka penuh.
Pernyataan resmi Bitget mengenai insiden transfer tidak sah dari sebagian hot wallet dan warm wallet. Bitget memperkirakan aset terdampak US$351,6 juta dan menyatakan User Protection Fund bernilai lebih dari US$400 juta akan digunakan untuk menutup kerugian. Status ini merupakan pernyataan perusahaan pada 25 September 2026; akar penyebab dan hasil forensik belum diumumkan.
Pada saat artikel ini disusun, Bitget menyatakan laporan lengkap mengenai akar masalah dan perbaikan keamanan akan diterbitkan setelah investigasi selesai. Hingga laporan itu tersedia, publik belum dapat menyimpulkan dengan pasti apakah insiden dipicu oleh kompromi private key, akses sistem, kesalahan konfigurasi, pihak internal, atau metode serangan lain.
Mengapa Proof of Reserves Bukan Jawaban Lengkap untuk Insiden Ini
Proof of Reserves dapat membantu menunjukkan kepemilikan aset tertentu atau rasio cadangan pada titik waktu tertentu. Namun, laporan tersebut tidak menggantikan investigasi keamanan ketika terjadi transfer tidak sah.
Sebuah laporan cadangan dapat menunjukkan bahwa aset tercatat dalam wallet pada tanggal tertentu, tetapi tidak otomatis menjelaskan apakah kontrol akses wallet aman, apakah dana perlindungan dapat segera digunakan, apakah kewajiban pengguna tetap terpenuhi setelah insiden, atau apakah alamat yang sebelumnya tercatat masih berada di bawah kendali platform.
Bitget memang pernah menerbitkan laporan Proof of Reserves sebelum insiden ini. Meski demikian, laporan sebelum insiden hanya menggambarkan snapshot pada tanggal penerbitan. Pengguna perlu menunggu pembaruan resmi pascainsiden yang menjelaskan aset, kewajiban, status penarikan, cakupan kompensasi, dan tindakan pengamanan tambahan.
Hal yang Perlu Dipantau Setelah Insiden
Pembaca yang mengikuti perkembangan ini sebaiknya membedakan antara pembaruan faktual dan spekulasi akun media sosial. Empat perkembangan berikut lebih penting daripada sekadar menunggu angka kerugian baru.
Laporan forensik Bitget: Penjelasan tentang akar penyebab, wallet terdampak, metode serangan, dan perbaikan sistem akan menentukan apakah insiden ini merupakan kegagalan operasional terbatas atau masalah keamanan yang lebih luas.
Status penarikan: Pembukaan kembali penarikan secara penuh, batas penarikan, dan waktu pemrosesan akan menjadi indikator praktis kondisi operasional platform.
Pergerakan alamat terkait: Transfer lanjutan, swap, bridge, pembekuan stablecoin, atau pemindahan ke alamat baru dapat membantu memperjelas jejak aset, tetapi tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti pemulihan.
Pembaruan cadangan dan kewajiban: Transparansi mengenai aset yang tersedia, status dana perlindungan, serta kewajiban kepada pengguna lebih relevan daripada sekadar satu angka saldo wallet.
Insiden ini juga menjadi pengingat mengenai perbedaan antara menyimpan aset untuk kebutuhan trading aktif dan menyimpan aset untuk jangka panjang. Hot wallet dibutuhkan agar platform dapat memproses deposit, penarikan, dan settlement dengan cepat, tetapi koneksi operasional tersebut membuatnya memiliki profil risiko berbeda dari wallet yang tidak selalu terhubung ke sistem online.
Pengguna tidak perlu menyimpulkan bahwa setiap platform akan mengalami kejadian serupa. Namun, mereka tetap perlu memahami risiko kustodi, membatasi dana yang dibiarkan menganggur di akun trading, menggunakan autentikasi dua faktor, mengaktifkan whitelist alamat penarikan jika tersedia, dan memeriksa pengumuman keamanan langsung dari platform yang digunakan.
Yang Belum Diketahui Masih Lebih Penting daripada Narasi Cepat
Bitget telah mengonfirmasi transfer tidak sah dan memperkirakan nilai terdampak US$351,6 juta. Pelacakan Lookonchain memberi gambaran lebih rinci mengenai aset yang terlihat bergerak, dengan XRP dan ETH sebagai komponen terbesar dalam snapshot yang mereka pantau.
Meski begitu, data yang tersedia belum cukup untuk menjawab pertanyaan paling penting: bagaimana akses ke wallet bisa terganggu, berapa nilai aset yang masih berada di bawah kendali alamat terkait, apakah ada aset yang berhasil dibekukan, dan bagaimana seluruh kewajiban pengguna akan direkonsiliasi setelah insiden.
Perkembangan paling penting berikutnya bukan harga aset yang berpindah, melainkan laporan forensik Bitget, pembaruan status penarikan, tindakan terhadap alamat terkait, serta penjelasan yang dapat diuji mengenai perlindungan pengguna. Sampai bukti tersebut tersedia, angka on-chain perlu dibaca sebagai jejak transaksi yang terus berkembang, bukan sebagai jawaban final atas seluruh insiden.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan saran investasi, rekomendasi penggunaan platform, atau penilaian keamanan suatu layanan. Nilai aset digital dapat berubah cepat dan estimasi nilai dolar dari data on-chain bergantung pada harga saat snapshot dibuat.
Pernyataan mengenai jumlah aset terdampak, cold wallet, User Protection Fund, status operasional, dan langkah respons Bitget bersumber dari pengumuman perusahaan. Data komposisi aset serta alamat terkait berasal dari pelacak on-chain independen dan tidak dengan sendirinya membuktikan identitas pelaku, akar penyebab, nilai kerugian final, atau keberhasilan pemulihan dana. Pembaca perlu mengikuti pembaruan resmi dan laporan forensik sebelum menarik kesimpulan.
Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.
Info Tron Terkini
Lihat Selengkapnya
OJK Atur Kompetensi Finfluencer dan Tanggung Jawab Promosi Kripto

Indonesia Blokir Akses Polymarket setelah Diklasifikasikan sebagai Judi Online

Pendapatan DCI Indonesia Naik 33,2% pada Semester I 2026
Anda Mungkin Juga Menyukai
POPULER
Mata uang kripto yang sedang tren saat ini dan menarik perhatian pasar yang signifikan
Harga Kripto
Mata uang kripto dengan volume trading tertinggi
Baru Ditambahkan
Mata uang kripto yang baru saja masuk listing dan tersedia untuk trading


