Dalam lanskap teknologi blockchain yang berkembang pesat, The Open Network (TON) muncul sebagai blockchain generasi kelima inovatif yang menjanjikan untuk menjembatani kesenjangan antara mata uang kriDalam lanskap teknologi blockchain yang berkembang pesat, The Open Network (TON) muncul sebagai blockchain generasi kelima inovatif yang menjanjikan untuk menjembatani kesenjangan antara mata uang kri
Belajar/Token Populer/Perkenalan Proyek/Apa itu Koi...pen Network

Apa itu Koin TON? Panduan Lengkap untuk Fitur, Tokenomi, & Masa Depan The Open Network

4 Februari 2026
0m
Koinos
KOIN$0.003588-14.53%
TONCOIN
TON$1.399+2.26%
Masa
MASA$0.00108-3.57%
OpenLedger
OPEN$0.16673+1.71%
INI
INI$0.12109+0.01%
Dalam lanskap teknologi blockchain yang berkembang pesat, The Open Network (TON) muncul sebagai blockchain generasi kelima inovatif yang menjanjikan untuk menjembatani kesenjangan antara mata uang kripto dan adopsi mainstream. Panduan komprehensif ini mengeksplorasi arsitektur revolusioner TON, integrasinya yang unik dengan 900 juta pengguna Telegram, dan alasannya siap untuk menjadi salah satu platform blockchain paling signifikan di era Web3. Jika Anda seorang penggemar kripto, pengembang, atau pendatang baru yang penasaran tentang evolusi berikutnya dari teknologi blockchain, artikel ini akan memberikan wawasan mendalam tentang teknologi sharding tanpa batas dari TON, mata uang kripto asli bernama Toncoin, dan ekosistem luas dari aplikasi terdesentralisasi yang didukungnya.

Poin Utama
  • Arsitektur yang Revolusioner: TON adalah blockchain generasi kelima dengan kemampuan sharding tanpa batas yang secara teoretis memproses jutaan transaksi per detik melalui desain multi-blockchain unik dari masterchain dan workchain.
  • Integrasi dengan Telegram: Sebagai infrastruktur Web3 resmi Telegram sejak tahun 2023, TON memiliki akses langsung ke 900 juta pengguna, sehingga memungkinkan transaksi mata uang kripto semudah mengirim pesan.
  • Memecahkan Trilema Blockchain: TON menangani skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi secara bersamaan melalui desainnya yang inovatif dengan mempertahankan finalitas sub-detik dan biaya minimal tanpa memandang beban jaringan.
  • Kebangkitan Komunitas: Setelah proyek awal Telegram dihentikan oleh tindakan SEC pada tahun 2020, TON Foundation menghidupkan kembali kode sumber terbuka pada tahun 2021, lalu menerima dukungan dari Pavel Durov.
  • Ekosistem yang Komprehensif: Selain pembayaran, TON mendukung aplikasi DeFi, game, NFT, penyimpanan terdesentralisasi, dan nama domain yang dapat dibaca manusia melalui TON DNS.
  • Tokenomi: Dengan suplai maksimum 5 miliar koin TON dan sekitar 3,5 miliar yang beredar, jaringan ini menerapkan model inflasi terkendali sekitar 2% setiap tahun untuk memberikan hadiah kepada validator.
  • Potensi Mainstream: Kombinasi keunggulan teknis TON dan akses pengguna yang melampaui sebelumnya melalui Telegram memosisikannya secara unik untuk mencapai adopsi blockchain yang luas dengan cara yang tidak dapat dilakukan generasi sebelumnya.

Daftar Isi

Apa itu Koin TON dan The Open Network?

Koin TON, atau Toncoin, adalah mata uang kripto asli dari The Open Network (TON), sebuah blockchain Lapisan 1 terdesentralisasi yang mewakili salah satu upaya paling ambisius untuk menciptakan platform blockchain yang benar-benar dapat diskalakan dan ramah pengguna. TON awalnya dicetuskan oleh Dr. Nikolai Durov dan dikembangkan dengan dukungan Telegram, lalu telah berkembang menjadi proyek berbasis komunitas yang menggabungkan teknologi mutakhir dengan aksesibilitas yang melampaui sebelumnya melalui integrasinya dengan salah satu platform olah pesan paling populer di dunia.
The Open Network membedakan dirinya melalui arsitektur multi-blockchain unik yang terdiri dari masterchain dan hingga 2^32 workchain, sementara masing-masing mampu terbagi menjadi 2^60 shardchain. Desain revolusioner ini memungkinkan TON untuk secara teoretis memproses jutaan transaksi per detik sambil mempertahankan desentralisasi dan keamanan. Pada tahun 2025, TON telah mencapai suplai beredar sekitar 3,5 miliar token dari suplai maksimum yang berjumlah 5 miliar, sementara jaringan memproses lebih dari 1 juta transaksi harian.
Hal yang menjadikan TON signifikan dalam lanskap blockchain adalah penunjukan resminya sebagai infrastruktur Web3 Telegram sejak September 2023. Kemitraan ini memberi TON akses langsung ke basis pengguna Telegram yang besar, sehingga memugnkinkan fitur-fitur seperti transfer mata uang kripto dalam aplikasi, pembayaran untuk Telegram Premium, dan integrasi layanan Web3 yang mulus di dalam antarmuka olah pesan yang familier. Kombinasi teknologi canggih dan aksesibilitas umum memosisikan TON sebagai katalisator potensial untuk adopsi blockchain massal.

Token TON vs. The Open Network: Perbedaan Utama

Memahami perbedaan antara TON dan Toncoin sangat penting untuk memahami fungsi ekosistem ini. The Open Network (TON) adalah keseluruhan infrastruktur blockchain – platform komprehensif yang mencakup sistem multi-blockchain, kemampuan smart contract, layanan terdesentralisasi, dan tumpukan teknologi lengkap yang memungkinkan aplikasi terdesentralisasi yang mudah diskalakan. TON mencakup masterchain, workchain, shardchain, dan semua protokol yang memungkinkan komponen-komponen ini berinteraksi dengan mulus.
Di sisi lain, Toncoin adalah token utilitas asli yang mendukung ekosistem ini. Token ini berfungsi sebagai unit ekonomi fundamental di dalam TON dengan berfungsi sebagai media utama untuk biaya transaksi, stake validator, eksekusi smart contract, dan transfer nilai pada jaringan. Saat pengguna membayar transaksi, melakukan staking token untuk menjadi validator, atau berinteraksi dengan aplikasi terdesentralisasi di TON, mereka menggunakan Toncoin. Hubungan ini mencerminkan hubungan Ethereum dan ETH – Ethereum adalah platformnya dan ETH adalah mata uang aslinya.
Hubungan simbiosis antara TON dan Toncoin sangat penting untuk operasi jaringan. Sementara TON menyediakan infrastruktur teknologi untuk membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi, Toncoin menciptakan insentif ekonomi yang mengamankan jaringan, memberikan kompensasi kepada validator, dan memfasilitasi pertukaran nilai di kalangan partisipan. Tanpa Toncoin, jaringan TON tidak akan memiliki mekanisme ekonomi yang diperlukan untuk konsensus, keamanan, dan operasi yang berkelanjutan.

Alasan Kripto TON Menjadi Penting: Masalah dan Solusi

The Open Network mengatasi beberapa keterbatasan mendasar yang mengganggu teknologi blockchain generasi sebelumnya. Tantangan utama yang dihadapi TON adalah trilema blockchain – kemustahilan dalam mencapai skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi secara bersamaan. Sementara Bitcoin memproses sekitar 7 transaksi per detik dan Ethereum mengelola sekitar 15-30, aplikasi modern memerlukan throughput yang diukur dalam ribuan atau jutaan transaksi per detik. Paradigma sharding tanpa batas dari TON menyediakan solusi dengan memperlakukan setiap akun seolah-olah ada dalam blockchain-nya sendiri, lalu secara efisien mengelompokkan "rantai akun" ini ke dalam shardchain yang dapat memproses transaksi secara paralel.
TON melampaui skalabilitas murni dan mengatasi kesenjangan kegunaan kritis yang telah mencegah teknologi blockchain mencapai adopsi umum. Interaksi blockchain tradisional mengharuskan pengguna untuk mengelola alamat dompet yang kompleks, memahami biaya gas, dan menelusuri antarmuka yang tidak dikenal. Integrasi TON dengan Telegram mengubah pengalaman ini dengan memungkinkan transaksi mata uang kripto semudah mengirim pesan. Pengguna dapat mengirim dana menggunakan nama TON DNS yang dapat dibaca manusia alih-alih alamat kriptografi, sementara antarmuka Telegram yang familier menghilangkan kurva pembelajaran yang biasanya terkait dengan aplikasi blockchain.
TON juga menyelesaikan inefisiensi ekonomi pada jaringan blockchain yang ada. Misalnya, di Ethereum, kemacetan jaringan dapat menyebabkan biaya gas hingga ratusan dolar untuk transaksi sederhana, sehingga jaringan tidak dapat digunakan untuk pembayaran sehari-hari atau pembayaran mikro. Sharding dinamis TON otomatis menyesuaikan kapasitas jaringan berdasarkan permintaan, sehingga menjaga biaya transaksi tetap minimal (biasanya sepersekian sen) tanpa memandang beban jaringan. Efisiensi ekonomi ini, yang dipadukan dengan finalitas transaksi di bawah hitungan detik melalui Perutean Hiperkubus Instan, sehingga TON cocok untuk aplikasi pembayaran di dunia nyata, mulai dari monetisasi konten hingga pengiriman uang lintas batas.

Sejarah Jaringan Terbuka: Mulai dari Telegram hingga Token TON

Perjalanan The Open Network dimulai pada tahun 2018 ketika pendiri Telegram, yaitu Pavel dan Nikolai Durov, meluncurkan Telegram Open Network dengan menggalang dana sebesar $1,7 miliar yang merupakan rekor untuk membuat platform blockchain bagi pengguna Telegram. Namun, pada Oktober 2019, SEC memperoleh perintah pengadilan yang mengklaim bahwa penjualan token GRAM merupakan penawaran sekuritas yang tidak terdaftar, sehingga Telegram menarik diri dari proyek tersebut pada Juni 2020 setelah menerima pengembalian dana sebesar $1,2 miliar.
Proyek ini menemukan kehidupan baru ketika Anatoliy Makosov dan Kirill Emelianenko mendirikan TON Foundation pada tahun 2021 dengan memimpin pengembangan komunitas kode sumber terbuka dan mengganti nama tokennya menjadi Toncoin. Momen penting terjadi pada 23 Desember 2021, ketika Pavel Durov secara terbuka mendukung chain berbasis komunitas ini sebagai "kelanjutan visi kami" yang diikuti oleh adopsi resmi Telegram atas TON sebagai infrastruktur Web3 pada September 2023, sehingga mengubahnya dari proyek komunitas menjadi blockchain dengan jangkauan luas.

Fitur Koin TON: Keunikan The Open Network

  1. Teknologi Sharding Tanpa Batas
TON mengimplementasikan sharding dinamis yang dapat membagi workchain menjadi hingga 2^60 shardchain berdasarkan beban jaringan. Hal ini memungkinkan jaringan untuk memproses transaksi secara paralel, sehingga secara teoretis mendukung jutaan transaksi per detik sambil mempertahankan desentralisasi.
  1. Perutean Hiperkubus Instan
Teknologi inovatif yang memungkinkan pengiriman pesan hampir instan di antara shardchain dalam satu siklus blok (~5 detik). Pesan berjalan melalui jalur optimal dalam topologi jaringan hiperkubus dengan jalur cepat yang dapat memintas chain perantara sepenuhnya.
  1. TON Virtual Machine (TVM) yang Canggih
TVM mendukung operasi aritmetika yang fleksibel (64-bit, 128-bit, dan 256-bit), pemeriksaan luapan internal, dan struktur data kompleks asli melalui arsitektur berbasis selnya. Setiap sel dapat berisi hingga 128 byte data dan empat referensi ke sel lain, sehingga memungkinkan representasi pohon dan graf asiklik terarah yang efisien.
  1. Blockchain Vertikal dengan Penyembuhan Mandiri
Mekanisme dua-blockchain TON memungkinkan blok yang tidak valid diperbaiki tanpa menciptakan fork permanen. Setiap blok sebenarnya adalah blockchain vertikal kecil yang dapat diperluas untuk memperbaiki kesalahan sambil menjaga integritas jaringan.
  1. Konsensus Proof-of-Stake dengan BFT
Jaringan ini menggunakan konsensus PoS yang dimodifikasi dengan Byzantine Fault Tolerance, sehingga memastikan keamanan melalui insentif ekonomi. Validator melakukan staking token TON dan dapat dikenai sanksi karena perilaku yang tidak semestinya, sehingga menciptakan model keamanan yang tangguh.
  1. Integrasi Telegram yang Lancar
Integrasi asli dengan 900 juta pengguna Telegram memungkinkan transaksi mata uang kripto semudah mengirim pesan. Pengguna dapat bertransaksi menggunakan alamat yang dapat dibaca manusia melalui TON DNS, bukan menggunakan rangkaian kriptografi yang rumit.

Kegunaan Kripto TON: Penerapan Nyata Saat Ini

Di Telegram, TON mendukung berbagai layanan penting, termasuk pembayaran untuk Telegram Premium, pembelian iklan berbasis mata uang kripto, dan platform lelang nama pengguna inovatif bernama Fragment.com. Integrasi ini telah memperkenalkan jutaan orang ke teknologi blockchain secara mulus melalui antarmuka yang familier. Ekosistem DeFi berkembang pesat dengan STON.fi sebagai yang terdepan sebagai bursa terdesentralisasi utama yang memproses ratusan juta volume sambil mempertahankan biaya rendah dan finalitas cepat yang menjadi ciri khas TON.
Di luar aplikasi finansial, TON mendukung ekosistem game dinamis yang memadukan kepemilikan aset sejati melalui NFT dengan gameplay throughput tinggi yang tidak mungkin dilakukan pada chain yang lebih lambat. Sistem TON DNS telah mendaftarkan lebih dari 50.000 domain .ton untuk menyediakan alamat yang dapat dibaca manusia yang terintegrasi langsung dengan pembayaran Telegram. Layanan infrastruktur tambahan seperti TON Storage untuk penyimpanan file terdesentralisasi dan TON Proxy untuk akses jaringan yang menjaga privasi menunjukkan visi platform tentang infrastruktur Web3 lengkap yang dibangun pada fondasi blockchain.

Tokenomi TON

Tokenomi The Open Network dirancang dengan cermat untuk menyeimbangkan kelangkaan dengan pertumbuhan jaringan yang berkelanjutan. Dengan batas suplai maksimum 5 miliar koin TON, jaringan ini menerapkan model inflasi terkontrol yang memberikan hadiah kepada validator sambil mempertahankan nilai jangka panjang. Suplai beredarnya saat ini berjumlah sekitar 3,5 miliar TON, sementara token yang tersisa akan didistribusikan melalui hadiah validator dan pengembangan ekosistem selama beberapa dekade mendatang. Model distribusi ini memastikan bahwa partisipan awal diberi hadiah sambil tetap mempertahankan insentif untuk keamanan jaringan jangka panjang.
Mekanisme inflasi dalam TON secara intrinsik terkait dengan validasi jaringan, sementara token baru dicetak sebagai hadiah bagi validator yang mengamankan jaringan. Tingkat inflasi tahunan dirancang agar berkisar sekitar 2% dengan asumsi sekitar 10% dari total suplai di-stake untuk validasi pada waktu tertentu. Hal ini menciptakan model ekonomi berkelanjutan yang memungkinkan validator memperoleh laba tahunan sekitar 20% atas stake mereka saat menjalankan tugasnya dengan tekun. Namun, inflasi ini diimbangi oleh mekanisme deflasi: Ketika validator berperilaku tidak semestinya dengan menandatangani blok yang tidak valid atau offline, sebagian dari stake mereka di-slash dan di-burn, sehingga token tersebut secara permanen hilang dari peredaran.
Distribusi token yang baru dicetak mengikuti model canggih yang mempertimbangkan kinerja validator, ukuran stake, dan partisipasi jaringan. Validator harus melakukan staking jumlah minimum (dapat dikonfigurasi oleh tata kelola jaringan) untuk berpartisipasi dalam produksi blok, sementara hadiah didistribusikan secara proporsional terhadap ukuran stake dan partisipasi aktual dalam konsensus. Sistem ini juga mendukung nominator yang dapat mendelegasikan token mereka kepada validator untuk memperoleh sebagian dari hadiah sambil menanggung risiko potensi pemotongan. Hal ini menciptakan model keamanan ekonomi yang kuat, karena biaya menyerang jaringan jauh melebihi potensi manfaatnya.
Biaya penyimpanan menghadirkan aspek unik lainnya pada tokenomi TON. Tidak seperti Ethereum yang pada dasarnya menggratiskan penyimpanan setelah penerapan awal, TON mengenakan biaya berkelanjutan untuk memelihara status smart contract pada on-chain. Biaya ini, yang dihitung berdasarkan jumlah sel dan byte yang disimpan, memberikan insentif penggunaan penyimpanan blockchain yang efisien dan menyediakan aliran pendapatan tambahan bagi validator. Akun yang gagal mempertahankan saldo yang cukup untuk biaya penyimpanan dapat dibekukan dan akhirnya dihapus, sehingga memastikan blockchain tidak menjadi penuh dengan data yang ditinggalkan.

Kegunaan Koin TON: Fungsi Token

  1. Pembayaran Biaya Transaksi
Setiap operasi di TON memerlukan token untuk pembayaran gas, mulai dari transfer sederhana hingga eksekusi smart contract yang kompleks. Model biaya deterministik memastikan biaya yang dapat diprediksi sekaligus menghilangkan manipulasi pasar biaya.
  1. Validator Staking dan Keamanan Jaringan
Validator harus melakukan staking sejumlah besar TON untuk berpartisipasi dalam produksi blok dengan stake minimum ditentukan oleh parameter jaringan. Hal ini menciptakan insentif ekonomi untuk perilaku jujur sekaligus mengurangi pasokan yang beredar.
  1. Bahan Bakar Eksekusi Smart Contract
TON mendukung TON Virtual Machine dengan setiap operasi komputasi mengonsumsi gas yang dibayar dengan token. Model gas yang canggih memperhitungkan komputasi, operasi penyimpanan, dan penyampaian pesan antarkontrak.
  1. Perutean Pesan Cross-Chain
Komunikasi antar-blockchain di dalam ekosistem TON memerlukan token untuk biaya penerusan pesan. Validator memungut biaya ini pada setiap hop dalam sistem perutean hiperkubus, sehingga menciptakan pasar yang efisien untuk komunikasi cross-chain.
  1. Pembayaran Layanan Ekosistem
TON berfungsi sebagai metode pembayaran untuk semua layanan jaringan, termasuk pendaftaran domain TON DNS, hosting file TON Storage, dan jaringan anonim TON Proxy. Utilitas yang beragam ini mendorong permintaan token melampaui spekulasi murni.
  1. Partisipasi Tata Kelola
Pemilik token dapat berpartisipasi dalam tata kelola jaringan melalui voting validator terhadap peningkatan protokol dan perubahan parameter. Tata kelola yang terdesentralisasi ini memastikan jaringan berkembang sesuai dengan konsensus komunitas.

Masa Depan The Open Network

The Open Network menargetkan sasaran ambisius untuk mengorientasi 500 juta pengguna ke Web3 pada tahun 2028 dengan memanfaatkan posisi uniknya sebagai infrastruktur blockchain Telegram. Prioritas teknis difokuskan pada peningkatan skalabilitas menuju jutaan TPS melalui pengoptimalan sharding dan pengembangan bahasa smart contract baru termasuk opsi yang menyerupai Java, terinspirasi dari Haskell, dan bergaya ML untuk memperluas ekosistem pengembang. Bridge cross-chain ke blockchain utama dan primitif kriptografi canggih untuk zero-knowledge proof akan memungkinkan TON berfungsi sebagai pusat blockchain universal.
Strategi ekspansi ekosistem memanfaatkan jangkauan global Telegram, terutama di pasar negara berkembang dengan perbankan tradisional yang terbatas. Jalur fiat langsung dalam Telegram, inisiatif pendidikan, dan kemitraan lokal akan mendorong utilitas dunia nyata. Dengan hibah TON Foundation yang membina ribuan aplikasi pada game, media sosial, dan keuangan, yang dipadukan dengan keunggulan distribusi Telegram yang melampaui sebelumnya, TON diposisikan secara unik untuk mencapai hal yang tidak dapat dicapai oleh blockchain sebelumnya: adopsi mainstream sejati dalam skala global.

TON vs. Kripto Lainnya: Analisis Kompetitif

TON menghadapi persaingan dari blockchain Lapisan 1 yang mapan, tetapi mempertahankan keunggulan unik melalui arsitektur generasi kelima dan integrasi Telegram.
  • Ethereum, yaitu blockchain terbesar kedua, hanya memproses 15-30 TPS dengan biaya gas yang tinggi, sedangkan sharding tanpa batas dari TON memungkinkan jutaan TPS dengan biaya yang dapat diabaikan.
  • Solana mencapai 65.000 TPS tetapi mengalami pemadaman yang sering terjadi dan masalah sentralisasi, sedangkan TON mempertahankan desentralisasi melalui desain multi-blockchain-nya.
  • Near Protocol mengimplementasikan sharding, tetapi tidak memiliki perutean pesan instan canggih milik TON di antara shard.
Keunggulan kompetitif TON sesungguhnya bukan hanya ada pada spesifikasi teknis. Sementara pesaing seperti Polkadot, Cosmos, serta pendatang baru seperti Aptos dan Sui harus membangun basis pengguna dari awal, TON memiliki akses langsung ke 900 juta pengguna Telegram. Penyelesaian masalah distribusi, yang dipadukan dengan pengalaman pengguna yang lancar agar transaksi kripto terasa seperti mengirim pesan, menempatkan TON secara unik di pasar. Pesaing mungkin menyamai fitur teknis individualnya, tetapi tidak ada yang dapat meniru kombinasi TON dari teknologi canggih, basis pengguna yang besar, dan integrasi intuitif yang membuat blockchain tidak terlihat oleh pengguna akhir.

Cara Membeli Koin TON: Panduan Langkah demi Langkah

Pembelian TON kini makin mudah diakses melalui berbagai cara, sementara MEXC tampil sebagai platform utama untuk memperoleh mata uang kripto revolusioner ini. Sebagai salah satu bursa global terkemuka, MEXC menawarkan likuiditas yang mendalam, biaya yang kompetitif, dan antarmuka ramah pengguna yang memudahkan pembelian TON baik bagi pedagang pemula maupun pedagang berpengalaman.
  1. Buat akun MEXC: Kunjungi situs web resmi MEXC, lalu daftar dengan email Anda. Selesaikan verifikasi KYC yang umumnya hanya memerlukan waktu beberapa menit.
  2. Depositkan dana: Tambahkan dana melalui transfer bank, kartu kredit/debit, atau transfer mata uang kripto. USDT direkomendasikan karena stabilitasnya dan penerimaan yang luas.
  3. Mengarahlah ke perdagangan TON: Buka bagian perdagangan spot, lalu cari TON/USDT.
  4. Pasang order: Pilih antara market order untuk eksekusi segera atau limit order untuk harga tertentu. Masukkan jumlah yang diinginkan, lalu konfirmasikan transaksi.

Kesimpulan

The Open Network merupakan pergeseran paradigma dalam teknologi blockchain yang menyelesaikan berbagai tantangan krusial yang selama ini membatasi adopsi umum melalui arsitektur sharding tanpa batas yang revolusioner dan integrasi Telegram yang mulus. Dengan memungkinkan jutaan transaksi per detik dengan biaya yang dapat diabaikan sekaligus membuat interaksi blockchain semudah mengirim pesan, TON menjembatani kesenjangan antara komunitas asli kripto dan pengguna sehari-hari.
Dengan fondasi teknis yang kuat, ekosistem yang berkembang, dan akses ke 900 juta pengguna Telegram, TON memiliki posisi unik untuk menjadi katalisator gelombang adopsi Web3 berikutnya. Baik sebagai peluang investasi, platform pengembangan, maupun gateway menuju layanan terdesentralisasi, memahami pendekatan inovatif TON sangat penting untuk menavigasi lanskap blockchain yang terus berkembang yang memadukan keunggulan teknis dengan aksesibilitas di dunia nyata.
Gabung ke MEXC dan dapatkan bonus hingga $10.000!
Peluang Pasar
Logo Koinos
Harga Koinos(KOIN)
$0.003588
$0.003588$0.003588
-15.55%
USD
Grafik Harga Live Koinos (KOIN)
Daftar di MEXC
Daftar & Dapatkan Bonus hingga 10,000 USDT