Wallet in Telegram meluncurkan trading perpetual futures native pada 2 April 2026, didukung penuh oleh Lighter, sehingga pengguna bisa mengakses leverage di lebih dari 50 pasar langsung dari aplikasi chat ini.
Fitur ini tersedia tanpa perlu pengguna mengunduh aplikasi eksternal maupun menghubungkan wallet pihak ketiga, karena posisi trading bisa langsung dibuka di dalam Telegram.
Integrasi ini hadir setelah terjadinya lonjakan tajam dalam ekosistem derivatif on-chain. Volume trading perpetual naik lebih dari 300% pada 2025, dengan aktivitas bulanan secara konsisten melampaui US$1 triliun.
Lighter (LIT) memproses volume senilai US$65,47 miliar selama Maret 2026, menempati peringkat keempat di antara decentralized exchange (DEX) perpetual berdasarkan volume bulanan.
Platform ini berjalan di zero-knowledge (ZK) rollup khusus di Ethereum, sehingga setiap kecocokan order dan likuidasi dapat terbukti secara transparan di on-chain.
Volume trading Lighter selama 24 jam mencapai US$2,08 miliar pada hari pengumuman, dan open interest ada di angka US$663 juta, menurut data CoinGecko.
Pengguna yang mengakses tab Perpetuals baru di Wallet in Telegram bisa trading di lebih dari 50 pasar, meliputi aset kripto, logam mulia, saham, serta minyak. Leverage tersedia hingga 50x, dan posisi bisa dibuka mulai dari US$1 saja.
Wallet in Telegram mengonfirmasi peluncuran ini melalui akun resmi X (Twitter)-nya, dengan menyampaikan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna untuk open long atau short hanya dalam hitungan detik.
Lighter juga menegaskan bahwa kemitraan ini terbuka untuk builder dari luar.
Lewat program Partner Attribution, sekarang setiap pengembang dapat mengintegrasikan infrastruktur perpetual dan spot milik Lighter ke dalam aplikasi buatan mereka, dan kredit akan diberikan kepada builder yang mereferensikan.
Pada saat peluncuran, belum ada rincian lebih lanjut terkait skema pembagian pendapatan yang diumumkan.
Token Lighter (LIT) naik 5% setelah pengumuman ini. namun, Lighter masih tertinggal jauh dari pemimpin di kategori ini.
Hyperliquid memproses volume senilai US$178,23 miliar selama Maret 2026, lebih dari dua kali lipat gabungan volume dari tiga pesaing terdekatnya.
Distribusi melalui Telegram bisa memperkecil kesenjangan itu. Wallet in Telegram digunakan oleh lebih dari 150 juta pengguna, yaitu pasar ritel yang belum mampu dijangkau Hyperliquid maupun pesaing DEX lain secara langsung melalui integrasi aplikasi chat native.
Apakah basis pengguna Telegram bisa berkonversi menjadi volume trading yang berkelanjutan akan menjadi penentu seberapa besar kemitraan ini dapat menggeser posisi kompetitif Lighter dalam beberapa bulan ke depan.

