Harga Silver berubah positif pada hari ini setelah mengalami dua sesi bearish berturut-turut, karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menurunkan daya tarik safe-haven logam putih tersebut, mendorong trader beralih ke Dolar AS. Meskipun demikian, pembeli muncul, mendorong XAG/USD lebih tinggi dan menggerakkannya mendekati angka $70.00, naik 2,70%.
Prakiraan Harga XAG/USD: Pandangan Teknikal
Harga Silver tampaknya siap untuk konsolidasi lebih lanjut setelah jatuh di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 hari, yang tetap berada di atas harga spot sebagai level resistance kunci di $73,66.
Bears tetap menguasai, seperti yang ditunjukkan oleh Relative Strength Index (RSI), meskipun indeks tersebut telah bergerak naik menuju level netralnya, yang jika ditembus, dapat mendorong harga Silver lebih tinggi.
Agar bulls merebut kembali kendali, XAG/USD harus menembus angka $70,00, meskipun mereka akan mendapatkan momentum lebih lanjut dengan menembus SMA 100 hari di $73,66. Dalam hasil tersebut, resistance berikutnya adalah level terendah harian 3 Maret, yang berubah menjadi resistance di $77,98, sebelum SMA 20 hari di $78,63.
Sebaliknya, tren turun akan berlanjut jika penjual menembus level terendah 26 Maret sebesar 66,73, yang dapat mendorong XAG/USD menuju level terendah minggu ini di $61,02.
Grafik Harga XAG/USD – Harian
Grafik Harian SilverFAQ Silver
Silver adalah logam mulia yang sangat diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Gold, trader dapat beralih ke Silver untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, karena nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Investor dapat membeli Silver fisik, dalam bentuk koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui instrumen seperti Exchange Traded Funds, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Silver dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Silver meningkat karena statusnya sebagai safe-haven, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan Gold. Sebagai aset tanpa yield, Silver cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan harga Silver, sedangkan Dolar yang lebih lemah kemungkinan akan mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Silver jauh lebih melimpah daripada Gold – dan tingkat daur ulang juga dapat mempengaruhi harga.
Silver banyak digunakan dalam industri, terutama di sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Gold. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, China, dan India juga dapat berkontribusi pada fluktuasi harga: untuk AS dan terutama China, sektor industri besar mereka menggunakan Silver dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen untuk logam mulia untuk perhiasan juga memainkan peran kunci dalam menentukan harga.
Harga Silver cenderung mengikuti pergerakan Gold. Ketika harga Gold naik, Silver biasanya mengikuti, karena status mereka sebagai aset safe-haven serupa. Rasio Gold/Silver, yang menunjukkan jumlah ons Silver yang dibutuhkan untuk menyamai nilai satu ons Gold, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam. Beberapa investor mungkin menganggap rasio tinggi sebagai indikator bahwa Silver undervalued, atau Gold overvalued. Sebaliknya, rasio rendah mungkin menunjukkan bahwa Gold undervalued relatif terhadap Silver.
Sumber: https://www.fxstreet.com/news/silver-price-analysis-rebound-capped-below-70-with-downside-risks-intact-202603272009



