Beli Kripto
Pasar
Spot
Futures OILBTC
Tabungan
Pusat Acara
Hub Hadiah
Lainnya
Fest. 0-Biaya
USDT dan USDC sama-sama dirancang untuk mempertahankan nilai mendekati satu dolar AS. Keduanya dapat digunakan untuk trading, memindahkan dana, menyimpan saldo dalam denominasi dolar, dan berinteraksiUSDT dan USDC sama-sama dirancang untuk mempertahankan nilai mendekati satu dolar AS. Keduanya dapat digunakan untuk trading, memindahkan dana, menyimpan saldo dalam denominasi dolar, dan berinteraksi

USDT vs USDC: Sama-Sama Dolar, Beda Penggunaan

USDT dan USDC sama-sama dirancang untuk mempertahankan nilai mendekati satu dolar AS. Keduanya dapat digunakan untuk trading, memindahkan dana, menyimpan saldo dalam denominasi dolar, dan berinteraksi dengan aplikasi keuangan berbasis blockchain. Perbedaannya terlihat ketika kita memeriksa berapa besar dana yang beredar, ke mana token tersebut mengalir, dan infrastruktur apa yang dibangun penerbitnya.

USDT memiliki market cap lebih besar, tetapi ukuran tersebut tidak otomatis menjelaskan seluruh penggunaannya. USDC juga tidak tepat disebut sebagai stablecoin khusus pembayaran atau institusi. Aktivitas sebuah stablecoin dapat berubah menurut jaringan, aplikasi, dan penerimanya.

Perbandingan yang berguna perlu memisahkan tiga hal: skala token yang beredar, penggunaan yang terukur, dan fokus bisnis penerbit. Ketiganya saling berkaitan, tetapi tidak menjawab pertanyaan yang sama.

Market Cap USDT Lebih Besar, tetapi Itu Baru Mengukur Skala

Snapshot dashboard stablecoin DefiLlama yang diakses pada 14 Oktober 2026 menampilkan:

Indikator

USDT

USDC

Market cap

US$184,015 miliar

US$73,146 miliar

Porsi dari total market cap stablecoin

60,12%

Sekitar 23,90%

Perbandingan ukuran

Sekitar 2,52 kali USDC

Sekitar 39,75% dari USDT

Total market cap stablecoin pada snapshot tersebut mencapai US$306,08 miliar. Persentase USDC dan rasio perbandingan dihitung dari angka yang ditampilkan dashboard.


Market cap stablecoin dalam dolar AS. Sumber: DefiLlama.

Market cap merupakan nilai token yang beredar, bukan valuasi perusahaan Tether atau Circle. Untuk stablecoin yang mendekati peg US$1, angka tersebut terutama mencerminkan besarnya suplai. Metrik ini tidak mengukur jumlah pengguna aktif, nilai pembayaran barang dan jasa, atau kedalaman likuiditas setiap pasangan trading.

Perbedaannya bisa dijelaskan melalui contoh sederhana. Saldo US$1 juta yang disimpan selama sebulan tetap berkontribusi pada suplai, meskipun tidak berpindah. Sebaliknya, saldo US$100.000 yang digunakan berulang kali dapat menghasilkan volume transfer jauh lebih besar daripada nilai saldonya. Karena itu, stablecoin dengan market cap lebih kecil tetap dapat mencatat aktivitas lebih tinggi pada aplikasi tertentu.

Data Penggunaan Membantah Pembagian yang Terlalu Sederhana

Riset Dune, A Behavioral Map of Stablecoins, mencatat pembayaran komersial teridentifikasi pada semester pertama 2026 sekitar US$95 miliar melalui USDT, dibandingkan US$14 miliar melalui USDC. Riset itu juga mengaitkan sekitar 96% aliran USDC di Base dengan flash loan dan likuiditas DEX. Cakupannya adalah dataset berlabel, bukan seluruh transaksi global.

Pembayaran komersial teridentifikasi, semester I 2026. Sumber: Dune, 10 Juli 2026. 

Temuan pembayaran tersebut mendapat dukungan dari penelitian berbeda. Pembaruan Artemis, yang diterbitkan pada 7 November 2025, menyebut USDT menyumbang lebih dari 80% volume pembayaran dalam survei bersama lebih dari 30 mitra. Data pembayaran pembaruan tersebut mencakup aktivitas hingga Agustus 2025, sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai pangsa penggunaan Oktober 2026.

Dua penelitian ini memakai periode dan cakupan berbeda. Angkanya tidak bisa digabungkan menjadi satu pangsa global, tetapi keduanya menunjukkan bahwa menyebut USDT hanya sebagai alat trading akan mengabaikan penggunaan pembayaran yang sudah terukur.

USDC pun memiliki contoh penggunaan pembayaran nyata. Studi kasus Acctual yang dipublikasikan Circle melaporkan lebih dari US$25 juta invoice menggunakan USDC hingga 31 Oktober 2024. Angka yang disediakan Acctual itu membuktikan penggunaan pada satu platform, bukan pangsa USDC dalam seluruh pembayaran bisnis.

Jaringan Membantu Menjelaskan Perbedaannya

Distribusi suplai memperlihatkan tempat token tersedia. Data ini berguna untuk membaca struktur ekosistem, tetapi tidak cukup untuk menentukan tujuan setiap transaksi.

A. USDT Memiliki Basis Besar di Tron dan Ethereum

Halaman USDT DefiLlama, yang diakses pada 14 Oktober 2026, mencatat sekitar 93,163 miliar USDT di Tron dan 73,362 miliar USDT di Ethereum. Suplai di Tron setara sekitar 50,6% dari total circulating supply USDT sebesar 184,127 miliar pada halaman tersebut.

Angka tersebut menunjukkan konsentrasi ketersediaan token. Angka itu tidak membuktikan bahwa separuh pengguna USDT memakai Tron, atau bahwa seluruh saldonya digunakan untuk remitansi. Satu alamat dapat menyimpan dana milik banyak pengguna, sedangkan satu pengguna dapat memiliki beberapa alamat.

B. USDC Terkonsentrasi di Ethereum, dengan Basis di Jaringan Lain

Halaman USDC DefiLlama menampilkan sekitar 44,914 miliar USDC di Ethereum, 7,115 miliar di Solana, dan 4,414 miliar di Base pada tanggal akses yang sama. Ethereum menyumbang sekitar 61,4% dari total circulating supply USDC sebesar 73,157 miliar pada halaman itu.

Distribusi ini menjelaskan mengapa perbandingan berdasarkan ticker saja kurang lengkap. Pengguna membutuhkan token pada jaringan yang didukung aplikasinya, bukan hanya stablecoin dengan market cap terbesar.

C. Aplikasi Tujuan Menentukan Kegunaan Praktis

Sebuah aplikasi mungkin menerima USDC sebagai jaminan, sementara pasangan trading yang ingin digunakan seseorang memakai USDT. Penyedia transfer juga dapat mendukung keduanya, tetapi menawarkan jaringan atau jalur konversi yang berbeda.

Stablecoin yang paling praktis adalah yang sesuai dengan jalur transaksi pengguna. Memilih token yang tidak didukung aplikasi tujuan dapat menambah kebutuhan swap, transfer lintas jaringan, dan biaya. Popularitas global tidak menghapus friksi pada rute tertentu.

Fokus Tether dan Circle Terlihat dari Infrastruktur yang Mereka Bangun

Penggunaan yang terukur perlu dibedakan dari strategi penerbit. Sebuah perusahaan dapat menargetkan pembayaran institusional, sementara tokennya juga aktif digunakan untuk trading. Sebaliknya, aset yang dikenal sebagai pasangan trading dapat berkembang menjadi jalur transfer nilai.

Tether Menekankan Distribusi dan Akses ke Dolar Digital

Halaman resmi Tether menempatkan exchange, wallet, layanan pembayaran, merchant, dan protokol DeFi sebagai bagian dari ekosistem USDT. Cakupan tersebut menunjukkan pendekatan yang luas: menyediakan token dolar yang dapat diintegrasikan oleh berbagai penyedia layanan.

Keuntungan praktis dari distribusi yang luas adalah berkurangnya kebutuhan konversi apabila pengirim, penerima, dan aplikasi sama-sama menerima aset tersebut. Efek ini bergantung pada rute yang benar-benar tersedia, bukan pada klaim bahwa semua pengguna memperoleh biaya atau likuiditas yang sama.

Circle Menekankan Integrasi Pembayaran dan Sistem Keuangan

Circle Payments Network menyasar konektivitas lembaga keuangan, termasuk pembayaran bisnis, remitansi, payroll, dan merchant. Circle Mint menyediakan jalur penerbitan dan redemption untuk institusi yang memenuhi persyaratan; layanan tersebut bukan akun langsung yang tersedia bagi seluruh pengguna individual.

Kolaborasi Circle dan Volante pada 28 September 2026 memperjelas arahnya. Integrasi ini memungkinkan lembaga keuangan mengevaluasi alur USDC melalui infrastruktur pembayaran yang sudah digunakan, termasuk minting, redemption, pendanaan, dan eksekusi pembayaran.

Status pengumumannya tetap perlu dijaga: kemampuan mengevaluasi integrasi tidak sama dengan volume pembayaran yang sudah terealisasi. Keberhasilan strategi tersebut nantinya perlu dinilai melalui transaksi dan penggunaan operasional, bukan jumlah mitra semata.

Circle juga menyediakan Cross-Chain Transfer Protocol atau CCTP. Protokol ini memindahkan USDC native ant blockchain melalui mekanisme burn-and-mint: token dibakar pada jaringan asal, kemudian diterbitkan pada jaringan tujuan setelah proses verifikasi. Infrastruktur ini mendukung pembayaran maupun pengelolaan likuiditas dan aplikasi DeFi, sehingga fokus institusional Circle tidak membatasi USDC menjadi produk khusus perusahaan.

Volume Transfer Tidak Sama dengan Pembayaran

Volume on-chain dapat terlihat sangat besar karena dana berpindah melalui banyak tahap. Aktivitas trading, pengelolaan jaminan, arbitrase, routing, dan interaksi smart contract dapat menghasilkan transfer tanpa pembelian barang atau jasa.

Metodologi Visa Onchain Analytics memisahkan pembayaran dari kategori seperti DeFi, aktivitas exchange, minting dan burning, serta perpindahan infrastruktur. Dashboard itu juga menggunakan penyaringan untuk mengurangi distorsi tertentu. Meski demikian, klasifikasi alamat dan transaksi tetap memiliki keterbatasan.

Contoh ilustratifnya: dana US$10.000 yang berpindah sebanyak 20 kali dapat menghasilkan penjumlahan transfer US$200.000 jika seluruh perpindahan dihitung. Dana awalnya tetap US$10.000, dan belum tentu ada pembayaran konsumsi sebesar US$200.000. Contoh ini menjelaskan perbedaan saldo dan arus, bukan menghitung volume aktual USDT atau USDC.

Pembaca perlu memeriksa beberapa pertanyaan sebelum membandingkan angka:

  • Apakah metriknya mengukur suplai, transfer, transaksi trading, atau pembayaran teridentifikasi?

  • Apakah minting, burning, routing, dan aktivitas otomatis sudah disaring?

  • Apakah kedua token dibandingkan pada periode dan jaringan yang sama?

  • Apakah cakupannya seluruh dataset atau hanya mitra dan alamat yang berhasil diberi label?

Menyandingkan market cap Oktober dengan pembayaran semester pertama masih berguna untuk menjawab pertanyaan yang berbeda. Membagi keduanya menjadi rasio efisiensi tanpa menyamakan periode dan definisi justru dapat menyesatkan.

Apa Artinya bagi Pengguna Indonesia?

Perbedaan penggunaan global tidak langsung menentukan stablecoin mana yang paling sesuai bagi pengguna Indonesia. Keputusan praktis bergantung pada tujuan, jaringan, biaya konversi, dan jalur keluar kembali ke rupiah.

A. Trading Membutuhkan Likuiditas pada Pair yang Digunakan

Market cap besar tidak menjamin setiap order memperoleh harga terbaik. Trader perlu memeriksa spread antara bid dan ask, kedalaman order book pada ukuran transaksinya, serta biaya yang berlaku.

Pair USDC/USDT di MEXC dapat digunakan untuk memeriksa harga relatif kedua token dan order book yang tersedia. Harga pada pair tersebut merupakan harga USDC terhadap USDT, bukan kurs dolar AS terhadap rupiah dan bukan jaminan redemption dari penerbit.

B. Transfer Membutuhkan Jaringan dan Token yang Tepat

Nama USDT atau USDC saja belum cukup untuk memastikan kompatibilitas. Pengirim perlu mencocokkan jaringan, alamat, dan dukungan deposit penerima. Versi token yang diterbitkan langsung oleh penerbit juga perlu dibedakan dari versi bridged yang membawa mekanisme tambahan.

Biaya total sebaiknya dihitung dari awal hingga akhir: biaya pembelian, spread, withdrawal, transaksi jaringan, dan konversi di tujuan. Klaim transfer murah belum menjelaskan berapa dana bersih yang akhirnya diterima.

C. Saldo Dolar Tetap Membawa Risiko Rupiah dan Penerbit

USDT dan USDC menargetkan nilai dolar, bukan rupiah. Sebagai ilustrasi tanpa biaya dan dengan peg tetap US$1, saldo 1.000 token bernilai Rp17 juta pada kurs Rp17.000 per dolar. Jika kurs berubah menjadi Rp16.000, nilai konversinya menjadi Rp16 juta, meskipun jumlah token tidak berubah.

Penerbit juga merupakan bagian dari risiko. Tether menyatakan tokennya didukung oleh cadangan melalui halaman transparansi, sedangkan Circle menjelaskan cadangan USDC berupa kas dan aset setara kas pada pengungkapan cadangannya. Pengguna tetap perlu membaca komposisi cadangan, tanggal laporan, dan syarat redemption. Target peg tidak menjamin harga trading selalu tepat US$1 atau seluruh pemegang memiliki akses redemption langsung yang sama.

Penggunaan pembayaran global juga tidak berarti stablecoin dapat digunakan bebas untuk pembayaran domestik. Ketentuan Bank Indonesia mengenai penyedia jasa pembayaran memuat larangan pemrosesan pembayaran menggunakan virtual currency. Pembahasan penggunaan internasional dalam artikel ini bukan anjuran mengganti rupiah dengan stablecoin untuk transaksi domestik.

Perbedaan Penggunaan Lebih Penting daripada Label Pemenang

USDT unggul dalam ukuran dana beredar. Bukti pembayaran yang tersedia juga menunjukkan peran yang jauh lebih luas daripada trading saja. USDC memiliki penggunaan pembayaran nyata, aktivitas aplikasi keuangan, dan strategi penerbit yang menekankan integrasi dengan sistem bisnis serta lembaga keuangan.

Kedua stablecoin ini memiliki penggunaan yang berbeda dan saling tumpang tindih. Perbedaannya lebih tepat dibaca melalui gabungan token, jaringan, aplikasi, dan rute transaksi daripada melalui pembagian “ritel versus institusi”.

Perkembangan berikutnya yang layak dipantau adalah data pembayaran dengan cakupan dan periode sebanding, perubahan distribusi suplai, serta volume nyata dari integrasi yang diumumkan penerbit. Pertumbuhan market cap hanya menjawab berapa banyak token beredar. Untuk mengetahui kegunaannya, kita perlu mengikuti ke mana dana bergerak dan untuk apa transaksi dilakukan.

Disclaimer

Artikel ini bersifat informatif dan bukan saran investasi. Stablecoin tetap memiliki risiko penyimpangan peg, penerbit, likuiditas, custody, jaringan, dan perubahan regulasi. Data berasal dari periode serta metodologi yang dijelaskan pada masing-masing bagian dan tidak mewakili seluruh penggunaan global. Evaluasi biaya, dukungan jaringan, ketentuan platform, dan aturan yang berlaku sebelum bertransaksi.


 

Peluang Pasar
Logo USDCoin
Harga USDCoin(USDC)
$1.00105
$1.00105$1.00105
USD

Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.