Beli Kripto
Pasar
Spot
Futures OILBTC
Tabungan
Pusat Acara
Hub Hadiah
Lainnya
Fest. 0-Biaya
Celestia melaporkan bahwa Fibre berhasil mempertahankan throughput 3,07 terabit per detik dalam pengujian end-to-end yang melibatkan 120 validator. Pengujian berlangsung selama 143 detik, dengan pencaCelestia melaporkan bahwa Fibre berhasil mempertahankan throughput 3,07 terabit per detik dalam pengujian end-to-end yang melibatkan 120 validator. Pengujian berlangsung selama 143 detik, dengan penca

Celestia Fibre Tembus 3 Tbps, Apa Arti bagi TIA?

Celestia melaporkan bahwa Fibre berhasil mempertahankan throughput 3,07 terabit per detik dalam pengujian end-to-end yang melibatkan 120 validator. Pengujian berlangsung selama 143 detik, dengan pencapaian terbaik sebesar 3,69 Tbps untuk periode 60 detik dan 4,27 Tbps untuk periode 30 detik.

Angka tersebut menunjukkan seberapa besar data yang secara teknis dapat diproses oleh pipeline data availability Celestia dalam konfigurasi pengujian tertentu. Hasilnya belum berarti Mainnet Celestia sudah menyediakan kapasitas 3 Tbps untuk semua pengguna. Beberapa parameter yang digunakan masih bersifat eksperimental dan tidak akan langsung diterapkan ketika Fibre pertama kali tersedia di Mainnet.

Perbedaan antara kapasitas teknis dan penggunaan aktual menjadi bagian terpenting bagi pemegang TIA. Throughput yang lebih tinggi dapat membuka ruang bagi rollup, aplikasi, dan jaringan modular untuk mengirimkan lebih banyak data. Namun, dampak ekonominya terhadap TIA baru muncul jika kapasitas tersebut benar-benar digunakan, menghasilkan pembayaran blobspace, dan tidak diimbangi oleh tekanan suplai yang lebih besar.

Karena itu, benchmark Fibre perlu dibaca sebagai pencapaian infrastruktur, bukan sebagai prediksi harga TIA. Hubungan antara keduanya melewati beberapa tahap yang dapat diukur.


Benchmark Celestia Fibre pada 1 Oktober 2026. Sumber: Celestia Labs

Apa yang Sebenarnya Diukur oleh Benchmark Fibre?

Celestia merupakan jaringan data availability. Fungsi utamanya bukan menjalankan seluruh transaksi aplikasi seperti blockchain monolitik, melainkan membantu jaringan lain memublikasikan data transaksi agar data tersebut tersedia dan dapat diverifikasi.

Fibre dirancang sebagai jalur pengiriman blob berkapasitas tinggi. Blob adalah kumpulan data yang dapat dipublikasikan oleh rollup atau aplikasi. Data tersebut dapat berisi transaksi, perubahan state, atau informasi lain yang dibutuhkan untuk memverifikasi aktivitas suatu jaringan.

Benchmark 3,07 Tbps mencakup pipeline yang lebih lengkap daripada sekadar mengirimkan file dari satu komputer ke komputer lain. Pengujian tersebut melibatkan proses:

  • Mengodekan blob baru sebelum didistribusikan.

  • Membagi dan mengirimkan potongan data kepada validator.

  • Menyimpan potongan tersebut pada infrastruktur penyimpanan validator.

  • Mengumpulkan tanda tangan validator.

  • Mengirimkan commitment dan tanda tangan ke Celestia agar blob tercatat sebagai data yang telah dikonfirmasi.

Throughput yang dilaporkan hanya menghitung data blob yang berhasil dikonfirmasi secara on-chain. Angka tersebut tidak memasukkan seluruh recovery pieces dan traffic tambahan yang dibutuhkan untuk mengirimkan data kepada validator.

Batasan itu penting. Throughput aplikasi yang dirasakan pengguna tetap dipengaruhi oleh desain rollup, ukuran rata-rata transaksi, kemampuan sequencer, waktu finalitas, kapasitas eksekusi, serta kondisi jaringan di luar Celestia.

Mengapa Angka 3 Tbps Tidak Sama dengan 3 Tbps di Mainnet?

Konfigurasi benchmark dibuat untuk menguji batas sistem. Celestia menggunakan blob berukuran 2 GiB, blok berdurasi satu detik, dan kapasitas hingga 2.000 submission Fibre per blok. Angka submission tersebut jauh lebih tinggi daripada parameter 200 submission yang digunakan sebelumnya.

Tim Celestia juga memakai performance branch eksperimental, penyesuaian memori, pengaturan concurrency, serta konfigurasi khusus pada validator dan penyimpanan. Beberapa optimasi masih terus disempurnakan.

Peluncuran awal Mainnet akan menggunakan batas blob 128 MiB, bukan 2 GiB seperti dalam benchmark. Kapasitasnya akan disesuaikan dengan permintaan awal dan dinaikkan secara bertahap. Langkah tersebut mengurangi risiko operasional ketika teknologi baru mulai digunakan oleh jaringan publik.


Konfigurasi benchmark Fibre dan batas penerapannya. Sumber: Celestia Labs, 1 Oktober 2026. 

Seberapa Besar Kapasitas 3,07 Tbps?

Satuan terabit per detik sering terlihat besar, tetapi sulit dibayangkan tanpa konversi. Perhitungan sederhana dapat memberikan konteks:

3,07 triliun bit per detik ÷ 8 = sekitar 383,75 gigabita per detik

Jika throughput tersebut dipertahankan selama 143 detik, volume data mentahnya secara ilustratif mencapai:

383,75 GB per detik × 143 detik = sekitar 54.875 GB atau 54,9 TB

Perhitungan tersebut hanya menerjemahkan satuan throughput. Hasilnya bukan jumlah data pengguna yang pasti diproses di Mainnet dan bukan proyeksi pendapatan Celestia.

Celestia memperkirakan bahwa 3,07 Tbps dapat mendukung hampir 2 miliar transaksi per detik berdasarkan asumsi ukuran transaksi tertentu. Konversi tersebut juga tidak boleh dibandingkan langsung dengan angka transaksi per detik pada blockchain eksekusi. Ukuran transaksi, metode kompresi, pola batching, dan jenis data dapat menghasilkan estimasi yang sangat berbeda.

Bagaimana Fibre Mencapai Throughput Tinggi?

Peningkatan Fibre berasal dari kombinasi desain protokol dan optimasi infrastruktur. Tidak ada satu perubahan yang secara sendirian menghasilkan angka 3,07 Tbps.

A. Data Dikirim Langsung kepada Validator

Fibre mengirimkan potongan data langsung kepada validator. Celestia kemudian menyimpan commitment dan tanda tangan validator di chain, bukan seluruh isi blob melalui jalur konsensus yang sama.

Client terlebih dahulu mengodekan blob dan membagikan potongannya. Validator memverifikasi serta menyimpan bagian yang diterima, kemudian memberikan tanda tangan. Setelah validator yang mewakili setidaknya dua pertiga voting power menandatangani data tersebut, client dapat mengirimkan commitment dan kumpulan tanda tangan ke chain.

B. Proses Encoding Dipercepat

Fibre menggunakan Reed-Solomon encoding untuk menambahkan redundansi. Mekanisme ini membantu data tetap dapat dipulihkan meskipun sebagian potongannya tidak tersedia.

Celestia mengoptimalkan proses tersebut dengan instruksi ARM NEON. Median waktu encoding untuk blob 2 GiB turun dari 6,8 detik menjadi 0,9 detik, atau sekitar 7,5 kali lebih cepat dalam lingkungan pengujian.

C. Penyimpanan Validator Diubah

Elastic Block Store tidak mampu mengikuti laju penulisan data ketika throughput meningkat. Tim kemudian menggunakan penyimpanan berbasis S3 dan menggabungkan 16 potongan Fibre ke dalam satu objek.

Pendekatan ini mengurangi jumlah permintaan penyimpanan. Meski demikian, hasil benchmark tetap bergantung pada konfigurasi cloud, bandwidth, latency, dan kemampuan perangkat keras yang digunakan validator.

D. Concurrency dan Memori Disesuaikan

Benchmark memakai pengaturan khusus untuk jumlah pekerjaan yang dapat diproses secara bersamaan. Penggunaan memori juga diatur agar proses encoding, distribusi, penyimpanan, dan pengumpulan tanda tangan tidak saling menghambat.

Optimasi semacam ini dapat menaikkan throughput, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai biaya operasional validator. Jika kebutuhan jaringan, CPU, memori, dan penyimpanan meningkat terlalu cepat, jumlah pihak yang mampu menjalankan infrastruktur berperforma tinggi dapat berkurang.

Apa Hubungannya dengan Token TIA?

Menurut dokumentasi resmi Celestia, TIA memiliki beberapa fungsi utama. Token ini digunakan untuk membayar blobspace, melakukan staking dalam sistem proof-of-stake, berpartisipasi dalam governance, serta dapat dipakai sebagai aset gas atau mata uang oleh rollup yang membangun di atas Celestia.

Benchmark Fibre dapat memengaruhi TIA melalui empat jalur.

A. Permintaan Blobspace

Rollup membayar biaya ketika memublikasikan data ke Celestia. Jika Fibre menarik lebih banyak rollup dan meningkatkan jumlah data yang dikirim, permintaan pembayaran blobspace dalam TIA dapat bertambah.

Kapasitas yang besar belum otomatis menghasilkan biaya yang besar. Jaringan harus memperoleh penggunaan nyata. Jika utilisasi tetap rendah, tambahan kapasitas hanya menciptakan ruang kosong yang belum menghasilkan permintaan ekonomi.

B. Keamanan melalui Staking

TIA digunakan untuk membantu mengamankan jaringan melalui staking dan delegasi. Peningkatan aktivitas data dapat memperbesar nilai ekonomi yang bergantung pada Celestia, sehingga keamanan validator menjadi semakin penting.

Akan tetapi, kebutuhan perangkat keras Fibre juga harus diperhatikan. Throughput tinggi yang hanya dapat didukung oleh kelompok validator terbatas dapat menimbulkan trade-off antara performa dan desentralisasi.

C. Adopsi TIA oleh Rollup

Rollup dapat memilih TIA sebagai token gas atau mata uang internal, tetapi penggunaan tersebut tidak bersifat otomatis. Setiap pengembang dapat menentukan desain ekonomi dan aset yang digunakan oleh jaringannya.

Jumlah rollup yang memakai Celestia sebagai data availability juga berbeda dari jumlah rollup yang memakai TIA sebagai gas. Kedua metrik tersebut perlu dipisahkan saat menilai permintaan token.

D. Suplai dan Struktur Market

Harga TIA tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas jaringan. Jadwal unlock, suplai beredar, insentif staking, likuiditas spot, posisi derivatif, dan sentimen market dapat menahan atau memperbesar reaksi harga.

Peningkatan penggunaan blobspace perlu dibandingkan dengan perubahan suplai. Pertumbuhan biaya yang lebih lambat daripada pelepasan token dapat menghasilkan kondisi ekonomi yang berbeda dari skenario ketika permintaan meningkat lebih cepat daripada suplai.

Metrik Apa yang Perlu Dipantau Setelah Fibre Diluncurkan?

Keberhasilan Fibre tidak cukup dinilai melalui satu benchmark. Beberapa data berikut akan menunjukkan apakah performa teknis mulai menghasilkan penggunaan yang berkelanjutan:

  • Kapasitas Fibre yang benar-benar tersedia di Mainnet.

  • Jumlah blob dan volume data yang dipublikasikan setiap hari.

  • Tingkat utilisasi dibandingkan kapasitas yang tersedia.

  • Biaya blobspace yang dibayarkan dalam TIA.

  • Jumlah rollup aktif yang menggunakan Celestia.

  • Jumlah rollup yang memakai TIA sebagai gas atau aset ekonomi.

  • Kebutuhan perangkat keras dan biaya operasional validator.

  • Jumlah validator yang mampu mengikuti kebutuhan Fibre tanpa gangguan.

  • Reliabilitas jaringan ketika traffic aktual meningkat.

  • Perubahan suplai beredar, unlock, dan rasio staking TIA.

Kenaikan satu metrik belum tentu cukup. Volume data dapat meningkat karena program insentif jangka pendek, sementara fee tetap rendah. Jumlah rollup juga dapat bertambah tanpa menghasilkan banyak transaksi atau pembayaran blobspace.

Apa Arti Fibre bagi Prospek TIA?

Fibre memperkuat narasi Celestia sebagai lapisan data availability untuk jaringan modular. Benchmark 3,07 Tbps menunjukkan bahwa pipeline Fibre dapat mencapai kapasitas tinggi dalam lingkungan pengujian yang melibatkan 120 validator.

Pencapaian tersebut belum membuktikan bahwa Mainnet akan langsung beroperasi pada kapasitas yang sama. Peluncuran awal menggunakan ukuran blob lebih kecil, beberapa pengaturan benchmark masih eksperimental, dan kapasitas akan dinaikkan mengikuti permintaan.

Dampak terhadap TIA bergantung pada tahap berikutnya. Rollup perlu memakai Fibre, mengirimkan volume data yang bertahan setelah insentif berakhir, dan membayar blobspace. Pertumbuhan penggunaan tersebut kemudian perlu dibandingkan dengan suplai token, biaya validator, tingkat staking, dan struktur likuiditas TIA.

Data yang paling menentukan bukan lagi rekor benchmark, melainkan utilisasi Mainnet setelah Fibre diluncurkan. Kesimpulan positif akan melemah jika penggunaan tetap rendah, biaya blobspace tidak bertambah, atau kebutuhan perangkat keras mengurangi partisipasi validator.

Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan saran investasi atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual TIA. Angka 3,07 Tbps berasal dari benchmark Celestia dengan konfigurasi tertentu dan tidak menjamin throughput Mainnet, adopsi jaringan, pendapatan protokol, atau kenaikan harga token. Pembaca perlu memeriksa dokumentasi resmi, data jaringan terbaru, tokenomics, jadwal unlock, serta risiko market sebelum mengambil keputusan.


 

Peluang Pasar
Logo TIA
Harga TIA(TIA)
$0.6369
$0.6369$0.6369
USD

Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.