Pesanan Trail to Sell untuk RealStocks: Pemicu, Pengaturan, dan Panduan Langkah demi Langkah
Poin-Poin Penting
- Pesanan Trail to Sell adalah pesanan bersyarat yang melacak harga pasar tertinggi. Ketika harga turun dari puncaknya sebesar persentase atau nilai tertentu yang telah ditetapkan, sistem secara otomatis mengajukan pesanan jual.
- Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk membantu melindungi keuntungan yang belum terealisasi secara dinamis. Order ini terus memantau pergerakan harga selama tren naik dan baru akan aktif setelah terjadi pullback sesuai ketentuan yang ditetapkan.
- Untuk memasang pesanan Trail to Sell di aplikasi MEXC, tentukan harga pemantauan, jenis pelacakan (%Perubahan atau Perubahan), jumlah pemicu, kuantitas pesanan, dan time in force.
- Setelah terpicu, sistem mengirimkan pesanan jual pasar. Hal ini memberikan eksekusi yang lebih cepat namun dapat menyebabkan slippage pada periode volatilitas tinggi.
- Kondisi pemicu hanya berlaku satu kali. Saham tidak dibekukan sebelum pesanan dipicu, dan kondisi pemicu hanya dipantau selama sesi perdagangan yang dipilih.
1. Dasar Pesanan Trail to Sell
1.1 Apa itu Pesanan Trail to Sell?
Pesanan Trail to Sell adalah pesanan bersyarat otomatis yang digunakan dalam perdagangan RealStocks. Pesanan ini juga umum dikenal sebagai pesanan jual trailing stop.
Berbeda dengan fixed stop order, harga pemicunya secara otomatis bergerak naik seiring dengan kenaikan harga saham, sehingga mempertahankan jarak yang telah ditetapkan terhadap harga tertinggi yang tercatat. Jarak ini dapat diatur sebagai nilai nominal tetap atau persentase. Ketika harga saham turun dari titik tertingginya sebesar nilai atau persentase yang telah ditentukan, sistem secara otomatis akan mengajukan perintah jual sebagai respons terhadap penurunan tersebut.
1.2 Apa Arti Trailing dalam Perdagangan?
Trailing berarti harga pemicu secara otomatis mengikuti harga pasar saat bergerak ke arah yang menguntungkan, namun tetap tidak berubah ketika harga berbalik arah.
Untuk pesanan jual, harga pemicu bergerak naik seiring dengan kenaikan harga saham. Saat harga saham turun, harga pemicu tetap tidak berubah, sehingga memungkinkan pesanan tersebut mengelola risiko secara dinamis.
2. Cara Kerja Pesanan Trail to Sell
2.1 Bagaimana Cara Kerja Pesanan Trail to Sell?
Misalkan seorang investor memegang saham yang saat ini diperdagangkan pada harga USD 100 dan memasang pesanan Trail to Sell dengan pengaturan pullback sebesar 5%. Harga pemicu awal adalah USD 95.
Jika harga saham naik menjadi USD 110, harga pemicu secara otomatis naik menjadi USD 104,50. Jika harga saham terus naik hingga USD 120, harga pemicu naik menjadi USD 114.
Saat harga saham mulai turun, harga pemicu tetap berada di angka USD 114. Begitu harga saham mencapai USD 114, kondisi tersebut terpenuhi dan sistem secara otomatis mengajukan pesanan jual berdasarkan pengaturan pesanan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Proses ini dapat membantu melindungi sebagian keuntungan yang belum terealisasi tanpa mengharuskan pemantauan pasar secara terus-menerus.
2.2 Apa Arti Pengaturan Trail to Sell 25%?
Pengaturan 25% berarti perintah jual akan dipicu ketika harga saham turun 25% dari harga tertinggi yang tercatat.
Sebagai contoh, jika saham mencapai titik tertinggi di angka USD 100, pesanan akan terpicu saat harga turun ke USD 75. Pengaturan pullback yang lebih besar memberikan ruang lebih luas bagi fluktuasi harga dan umumnya menghasilkan lebih sedikit pemicuan pesanan.
3. Cara Memasang Pesanan Trail to Sell di MEXC
3.1 Cara Memasang Pesanan Trail to Sell
Ikuti langkah-langkah berikut untuk memasang pesanan Trail to Sell di MEXC:
1)Masuk ke aplikasi MEXC, buka halaman perdagangan RealStocks, dan cari aset yang ingin dijual.
2)Klik Jual pada panel pesanan dan pilih Trail to Sell sebagai jenis pesanan.
3)Konfigurasikan Kondisi Pemicu dengan menetapkan harga pemantauan, memilih jenis pelacakan (%Perubahan atau Perubahan), memasukkan persentase atau nilai pullback, serta mengatur jumlah pemicu.
4)Konfigurasikan pengaturan pesanan, termasuk kuantitas, time in force, dan sesi perdagangan.
5)Tinjau detail pesanan dan klik Kirim untuk memasang pesanan Trail to Sell. Setelah dikirim, pesanan akan berstatus tertunda hingga kondisi pemicu terpenuhi.

3.2 Metode Eksekusi Apa yang Tersedia?
Pesanan Trail to Sell mendukung eksekusi pasar.
Setelah kondisi pemicu terpenuhi, sistem akan mengirimkan pesanan jual pasar untuk dieksekusi pada harga berikutnya yang tersedia. Hal ini umumnya menghasilkan eksekusi yang lebih cepat dan peluang keberhasilan transaksi yang lebih besar, namun harga eksekusinya tidak dijamin. Slippage dapat terjadi pada periode volatilitas tinggi.
3.3 Opsi Time-in-Force Apa Saja Yang Tersedia?
MEXC menyediakan opsi time-in-force berikut: Valid for the day, Good Till Canceled,dan Set Validity.
Jika pesanan tidak terpenuhi sepenuhnya sebelum kedaluwarsa, sistem akan secara otomatis membatalkan bagian yang belum terpenuhi.
3.4 Bisakah Pesanan Trail to Sell Diubah atau Dibatalkan?
Ya. Pesanan Trail to Sell dapat diubah atau dibatalkan melalui halaman manajemen pesanan sebelum pesanan tersebut terpicu.
Setelah terpicu dan dikirimkan ke pasar, pesanan tersebut akan diproses sebagai pesanan pasar biasa dan tidak dapat lagi diubah sebagai pesanan bersyarat.
3.5 Bagaimana Seharusnya Pengaturan Pullback Dipilih?
Persentase atau besaran pullback sebaiknya tidak ditetapkan terlalu sempit, karena fluktuasi jangka pendek yang wajar dapat memicu eksekusi pesanan dan menyebabkan keluar dari posisi terlalu dini. Jika ditetapkan terlalu lebar, harga bisa turun secara signifikan sebelum pesanan terpicu. Pengaturan ini dapat ditentukan dengan mengacu pada volatilitas historis saham tersebut.
Pemula dapat mempertimbangkan untuk memulai dengan posisi yang lebih kecil guna memahami mekanisme pemicu sebelum menerapkan order tersebut pada strategi perdagangan yang lebih luas.
4. Pesanan Trail to Sell Dibandingkan dengan Jenis Pesanan Lainnya
4.1 Apa Perbedaan Antara Pesanan Trail to Sell dan Sell Stop Order?
Perbedaan utamanya terletak pada mekanisme pemicu dan tujuan penggunaannya:
- Pesanan Trail to Sell: Harga pemicu bergerak naik seiring dengan kenaikan harga pasar. Pesanan ini terpicu ketika harga turun dari titik tertingginya sebesar jumlah atau persentase yang telah ditetapkan sebelumnya. Pesanan ini umumnya digunakan untuk melindungi keuntungan yang sudah ada saat terjadi pembalikan tren.
- Sell Stop Order: Harga pemicu ditetapkan di bawah harga pasar saat ini. Pesanan ini terpicu ketika harga turun ke tingkat tersebut dan umumnya digunakan untuk membatasi kerugian.
Secara sederhana, pesanan Trail to Sell menaikkan tingkat harga keluar seiring dengan kenaikan harga, sedangkan Sell Stop Order melakukan penjualan ketika harga turun di bawah tingkat harga yang telah ditetapkan.
4.2 Apa Perbedaan Antara Pesanan Trail to Sell dan Limit?
Limit order dikirimkan langsung ke pasar dan hanya akan dieksekusi pada harga limit yang ditentukan atau harga yang lebih baik; pesanan ini memberikan kendali atas harga namun berisiko tidak terpenuhi.
Pesanan Trail to Sell tidak dikirimkan ke pasar sampai kondisi pemicunya terpenuhi. Setelah terpicu, pesanan tersebut dikirimkan sebagai pesanan jual pasar. Hal ini umumnya menghasilkan eksekusi yang lebih cepat namun dapat menyebabkan slippage.
Harga pemicunya juga menyesuaikan diri secara dinamis seiring kenaikan pasar, sehingga investor tidak perlu menyesuaikannya secara manual.
4.3 Apa Perbedaan antara Pesanan Trail to Sell dan Sell if Touched?
Pesanan Sell if Touched memiliki harga pemicu yang tetap. Sebaliknya, harga pemicu pada pesanan Trail to Sell bergerak naik seiring dengan kenaikan harga saham.
Saat tren sedang naik, pesanan Trail to Sell dapat menghasilkan keuntungan tambahan sebelum terpicu, sedangkan pesanan Sell if Touched mungkin lebih tepat digunakan jika terdapat target harga spesifik untuk menjual posisi tersebut.
5. Aturan dan Risiko Pesanan Trail to Sell
5.1 Mengapa Pesanan Tidak Terisi Setelah Kondisi Pemicu Terpenuhi?
Kemungkinan alasannya meliputi:
1)Pemicuan pesanan hanya menyebabkan pesanan tersebut dikirimkan ke pasar. Eksekusi tetap bergantung pada likuiditas pasar dan pesanan beli yang tersedia.
2)Akun mungkin tidak memiliki jumlah saham tersedia yang mencukupi saat pesanan dipicu, sehingga pengajuan pesanan gagal.
3)Pesanan mungkin telah kedaluwarsa dan dibatalkan secara otomatis.
5.2 Apakah Pesanan Trail to Sell Membekukan Posisi?
Tidak. Pesanan Trail to Sell tidak membekukan posisi sebelum pesanan tersebut terpicu.
Setelah kondisi pemicu terpenuhi dan perintah jual diajukan, saham terkait akan dibekukan. Oleh karena itu, akun harus memiliki jumlah saham yang tersedia dan mencukupi saat perintah tersebut dipicu.
5.3 Bisakah Kondisi Pemicu Berlaku Lebih dari Sekali?
Tidak. Setelah pesanan terpicu, kondisi pemicu tidak akan berlaku lagi, terlepas dari apakah pesanan yang dihasilkan tersebut terpenuhi atau tidak.
Jika Anda masih ingin menjual, pesanan Trail to Sell yang baru harus dibuat.
5.4 Pada Sesi Apa Saja Pesanan Trail to Sell Dapat Dipicu?
Sistem memantau kondisi pemicu hanya selama sesi perdagangan yang dipilih. Jika kondisi tersebut terpenuhi di luar sesi-sesi tersebut, pesanan tidak akan dipicu.
Tinjau pengaturan sesi yang dipilih sebelum melakukan pemesanan untuk menghindari terlewatnya pemicu yang dimaksud.
5.5 Risiko Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?
Pesanan Trail to Sell melibatkan tiga risiko utama:
1)Slippage: Pada pesanan pasar, harga eksekusi aktual dapat berbeda secara signifikan dari harga pemicu selama periode volatilitas tinggi.
2)Pemicu Palsu: Selama fluktuasi pasar jangka pendek, penurunan harga sementara dapat menyebabkan posisi terjual lebih awal dari yang direncanakan. Oleh karena itu, pengaturan penurunan harga sebaiknya mencerminkan volatilitas saham tersebut.
3)Pemicu Sekali Pakai: Kondisi pemicu hanya berlaku satu kali. Pemicu tidak akan aktif kembali setelah terpicu, terlepas dari apakah pesanan yang dihasilkan berhasil dieksekusi atau tidak. Oleh karena itu, status pesanan perlu dipantau setelah pemicuan terjadi.