Beli Kripto
Pasar
Spot
Futures OILBTC
Tabungan
Pusat Acara
Hub Hadiah
Lainnya
Bursa Efek Indonesia menaikkan batas minimum free float perusahaan tercatat dari 7,5% menjadi 15%. Ketentuan tersebut berlaku melalui perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A sejak 31 Maret 2026, disertai Bursa Efek Indonesia menaikkan batas minimum free float perusahaan tercatat dari 7,5% menjadi 15%. Ketentuan tersebut berlaku melalui perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A sejak 31 Maret 2026, disertai

Free Float Saham 15%, Siapa yang Harus Berbenah?

Bursa Efek Indonesia menaikkan batas minimum free float perusahaan tercatat dari 7,5% menjadi 15%. Ketentuan tersebut berlaku melalui perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A sejak 31 Maret 2026, disertai masa transisi yang berakhir antara 2027 dan 2029.

Free float menunjukkan bagian saham perusahaan yang dapat dimiliki dan diperdagangkan oleh publik serta memenuhi kriteria tertentu. Saham milik pengendali, afiliasi pengendali, anggota direksi dan komisaris, treasury stock, pemegang saham dengan kepemilikan sedikitnya 5%, serta saham yang pengalihannya masih dibatasi pada umumnya tidak masuk perhitungan.

Kenaikan batas tersebut tidak berarti seluruh emiten dengan free float di bawah 15% langsung melanggar aturan. BEI memberikan tenggat berdasarkan kapitalisasi perusahaan dan posisi free float pada 31 Maret 2026. Perbedaan tenggat ini menentukan seberapa cepat pemegang saham pengendali perlu melepas saham atau perusahaan perlu melakukan aksi korporasi.

Laporan yang mengutip data BEI menyebut 358 dari 918 emiten masih memiliki free float di bawah 15% per 30 September 2026. Angka tersebut menggambarkan emiten yang belum mencapai target akhir, bukan jumlah perusahaan yang telah melewati deadline dan otomatis dikenai sanksi.

Apa yang Dihitung sebagai Saham Free Float?

Free float tidak sama dengan seluruh saham yang tidak dimiliki pendiri. Perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A memperjelas bahwa saham harus memenuhi beberapa kriteria sebelum masuk perhitungan.

Saham free float merupakan saham tanpa warkat yang tercatat di BEI dan tersedia untuk dimiliki publik. Berdasarkan penjelasan aturan tersebut, perhitungan mengecualikan:

  • Saham milik pengendali dan afiliasinya.

  • Saham milik anggota direksi atau dewan komisaris.

  • Saham milik pemegang dengan kepemilikan sedikitnya 5%.

  • Treasury stock hasil pembelian kembali oleh perusahaan.

  • Saham yang masih memiliki pembatasan pengalihan.

Peraturan tetap mensyaratkan sedikitnya 50 juta saham free float dan minimal 300 pemegang saham yang memiliki Single Investor Identification. Dengan demikian, persentase 15% bukan satu-satunya ukuran kepatuhan.

Sebuah perusahaan dapat memiliki jutaan pemegang saham, tetapi masih gagal memenuhi persentase apabila sebagian besar kepemilikan terkonsentrasi pada pengendali. Sebaliknya, rasio free float yang tinggi juga belum menjamin transaksi harian aktif jika sebagian besar investor publik memilih menyimpan sahamnya.

BEI menaikkan batas minimum free float menjadi 15% melalui perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A yang berlaku pada 31 Maret 2026. Sumber: Siaran pers bersama OJK, BEI, dan KSEI, 2 April 2026. 

Tiga Tenggat yang Berlaku bagi Emiten Lama

BEI memakai nilai kapitalisasi saham dan persentase free float per 31 Maret 2026 untuk menentukan tenggat. Emiten perlu membaca surat penetapan dari BEI karena target setiap perusahaan tidak selalu sama.

A. Kapitalisasi Minimal Rp5 Triliun dan Free Float di Bawah 12,5%

Perusahaan dalam kelompok ini wajib mencapai free float sedikitnya 12,5% paling lambat 31 Maret 2027. Targetnya kemudian naik menjadi 15% paling lambat 31 Maret 2028.

Tahap antara 12,5% memberi waktu bagi perusahaan besar untuk menambah saham publik tanpa memaksakan pelepasan dalam satu transaksi. Besarnya kebutuhan tetap bergantung pada jumlah saham tercatat dan porsi yang sudah memenuhi definisi free float.

B. Kapitalisasi Minimal Rp5 Triliun dan Free Float 12,5% sampai di Bawah 15%

Emiten yang sudah berada pada rentang ini harus mencapai sedikitnya 15% pada 31 Maret 2027. Kelompok tersebut memiliki tenggat paling dekat untuk mencapai target akhir.

Selisih persentasenya mungkin terlihat kecil, tetapi nilai saham yang perlu diserap investor dapat besar ketika kapitalisasi perusahaan mencapai puluhan atau ratusan triliun rupiah.

C. Kapitalisasi di Bawah Rp5 Triliun dan Free Float di Bawah 15%

Perusahaan berkapitalisasi lebih kecil memperoleh waktu hingga 31 Maret 2029. Tenggat yang lebih panjang mempertimbangkan kapasitas penyerapan saham, likuiditas, serta kesiapan emiten menjalankan aksi korporasi.

BEI tetap dapat menyesuaikan periode transisi dengan mempertimbangkan kondisi market setelah memperoleh persetujuan atau perintah OJK. Tenggat tersebut karena itu perlu diperiksa kembali pada pengumuman bursa terbaru.

Mengapa Batas Free Float Dinaikkan?

Kenaikan free float merupakan bagian dari reformasi transparansi market modal Indonesia. OJK, BEI, dan KSEI menggabungkannya dengan publikasi kepemilikan saham di atas 1%, pengumuman High Shareholding Concentration, serta perluasan klasifikasi investor KSEI.

Pemerintah juga mengaitkan reformasi tersebut dengan tanggapan atas evaluasi penyedia indeks global. Siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 27 Oktober 2026 menyebut free float minimum 15%, transparansi beneficial ownership, dan pembentukan Joint Task Force sebagai bagian dari pembenahan tata kelola.

Konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia oleh MSCI masih merupakan proses evaluasi, bukan keputusan final. Pemenuhan free float juga bukan satu-satunya faktor karena penyedia indeks dapat menilai konsentrasi kepemilikan, akses investor, reliabilitas data, likuiditas, dan kemudahan transaksi.


Pemerintah menempatkan free float minimum 15% sebagai bagian dari reformasi tata kelola market modal menjelang batas feedback MSCI pada 30 April 2027. Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 27 Oktober 2026. 

Empat Cara Emiten Dapat Menambah Free Float

Perusahaan dan pengendali dapat memilih mekanisme yang berbeda. Setiap metode memiliki dampak tersendiri terhadap kepemilikan, modal, harga, dan investor lama.

A. Pemegang Saham Pengendali Menjual Sebagian Saham

Pengendali dapat melakukan secondary placement kepada investor publik yang memenuhi kriteria free float. Jumlah saham perusahaan tidak berubah, sehingga tidak terjadi dilusi terhadap jumlah lembar saham yang sudah beredar.

Transaksi tersebut mengurangi persentase kepemilikan pengendali. Harga penempatan, ukuran transaksi, dan kemampuan market menyerap saham akan menentukan dampaknya terhadap harga.

B. Perusahaan Menerbitkan Saham Baru

Rights issue atau penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dapat menambah saham yang dimiliki publik. Dana dari penerbitan masuk ke perusahaan dan dapat digunakan untuk ekspansi, pembayaran utang, atau kebutuhan modal lainnya.

Investor lama dapat mengalami dilusi jika tidak berpartisipasi. Saham baru juga baru membantu free float apabila dialokasikan kepada pemegang yang memenuhi kriteria publik berdasarkan aturan BEI.

C. Perusahaan Mengubah Struktur Kepemilikan

Emiten perlu memetakan pemegang saham, afiliasi, pengendali, direksi, komisaris, treasury stock, dan saham yang masih dibatasi. Perubahan status atau berakhirnya pembatasan pengalihan dapat mengubah jumlah saham yang memenuhi definisi free float.

Reklasifikasi tidak dapat dilakukan hanya dengan mengganti label. Perusahaan harus membuktikan bahwa pemegang saham tersebut memenuhi kriteria dan mengikuti prosedur BEI.

D. Emiten Menjalankan Program Kepemilikan yang Memenuhi Syarat

Program kepemilikan bagi karyawan atau investor publik dapat memperluas distribusi saham. Efeknya terhadap free float bergantung pada pembatasan pengalihan, hubungan afiliasi, dan ketentuan program.

Saham yang masih terkunci atau dimiliki pihak yang dikecualikan tetap tidak masuk perhitungan meskipun secara administratif berada di luar nama pengendali.

Berapa Saham yang Perlu Dilepas?

Sebuah perusahaan memiliki 10 miliar saham tercatat. Sebanyak 1 miliar saham memenuhi definisi free float, sehingga rasionya 10%.

Jika pengendali menjual saham yang sudah ada kepada publik, kebutuhan untuk mencapai 15% adalah:

Target free float = 15% × 10 miliar = 1,5 miliar saham

Tambahan yang diperlukan = 1,5 miliar - 1 miliar = 500 juta saham

Perhitungannya berubah apabila perusahaan menerbitkan saham baru karena jumlah saham tercatat ikut meningkat. Jika seluruh saham baru masuk kategori free float, persamaannya menjadi:

(1 miliar + saham baru) ÷ (10 miliar + saham baru) = 15%

Hasilnya sekitar 588,24 juta saham baru. Angka tersebut lebih besar daripada 500 juta saham dalam skenario penjualan pengendali karena penerbitan menambah pembagi sekaligus pembilang.

Contoh ini tidak memasukkan HMETD, saham yang tidak diambil investor publik, perubahan klasifikasi kepemilikan, atau aksi korporasi lain. Perusahaan perlu memakai data kepemilikan terbaru dan definisi BEI ketika menghitung kebutuhan sebenarnya.

Dampak bagi Harga dan Investor

Penambahan free float dapat meningkatkan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Dampaknya tetap berbeda pada setiap emiten.

Likuiditas berpotensi membaik ketika tambahan saham disertai basis investor yang lebih luas dan aktivitas transaksi nyata. Spread dapat menyempit dan price discovery menjadi lebih baik karena harga tidak bergantung pada transaksi dalam jumlah saham yang sangat terbatas.

Tekanan jangka pendek dapat muncul ketika market memperkirakan penjualan besar oleh pengendali. Istilah supply overhang menggambarkan ekspektasi bahwa tambahan saham akan masuk ke market pada periode tertentu. Harga dapat tertekan sebelum transaksi terjadi jika pembeli menunggu harga penempatan yang lebih rendah.

Penerbitan saham baru juga membawa risiko dilusi. Nilai perusahaan tidak otomatis meningkat sebesar persentase pertambahan saham. Dampak bagi nilai per saham bergantung pada harga penerbitan, penggunaan dana, dan kemampuan perusahaan menghasilkan return dari modal baru.

Bobot saham dalam indeks berbasis free-float-adjusted market capitalization juga dapat berubah. Kenaikan free float berpotensi menaikkan bobot indeks, tetapi keputusan indeks mengikuti metodologi dan jadwal peninjauan masing-masing penyedia.

Siapa yang Perlu Berbenah?

Emiten dan pemegang saham pengendali memiliki tanggung jawab paling langsung. Mereka perlu menentukan kebutuhan saham, memilih mekanisme, menyiapkan keterbukaan informasi, dan mengelola dampak terhadap pemegang saham lama.

BEI, OJK, dan KSEI perlu memastikan definisi, data kepemilikan, tenggat, pengecualian, serta sanksi diterapkan secara konsisten. Transparansi menjadi sama pentingnya dengan persentase karena investor harus dapat mengetahui siapa pengendali akhir dan berapa saham yang benar-benar tersedia bagi publik.

Investor perlu memisahkan tiga kondisi:

  • Emiten yang berada di bawah 15% tetapi masih dalam masa transisi.

  • Emiten yang mendekati deadline dan telah memiliki rencana pemenuhan.

  • Emiten yang belum menjelaskan sumber tambahan free float atau kemampuan market menyerapnya.

Free float rendah tidak otomatis berarti saham buruk, sedangkan free float tinggi tidak menjamin fundamental kuat. Rasio tersebut perlu dibaca bersama volume transaksi, spread, konsentrasi pemegang saham, tata kelola, profitabilitas, dan valuasi.

Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?

Deadline terdekat adalah 31 Maret 2027. Investor perlu memantau keterbukaan informasi terkait secondary placement, rights issue, private placement, perubahan pemegang saham, dan surat penetapan BEI.

Evaluasi MSCI juga perlu dibedakan dari kepatuhan terhadap aturan BEI. Indonesia dapat menyelesaikan kenaikan free float, tetapi penyedia indeks tetap dapat meminta perbaikan pada transparansi beneficial ownership, konsentrasi kepemilikan, aksesibilitas, dan kualitas data.

Kenaikan batas menjadi 15% memberi arah yang lebih jelas bagi likuiditas dan distribusi kepemilikan. Hasil akhirnya bergantung pada kualitas implementasi. Pemenuhan melalui transaksi yang transparan dan basis investor yang lebih luas akan memberikan dampak berbeda dari sekadar perubahan administratif menjelang deadline.

Disclaimer

Informasi ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi membeli atau menjual saham. Data free float, kapitalisasi, klasifikasi pemegang saham, dan tenggat dapat berubah berdasarkan laporan emiten serta keputusan BEI atau OJK. Contoh perhitungan menggunakan asumsi sederhana dan bukan estimasi kebutuhan saham emiten tertentu. Investor perlu memeriksa keterbukaan informasi dan ketentuan resmi terbaru sebelum mengambil keputusan.


 

Peluang Pasar
Logo FLOAT
Harga FLOAT(FLOAT)
$0.001929
$0.001929$0.001929
USD

Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik Tim Redaksi MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.