Beli Kripto
Pasar
Spot
Futures OILBTC
Tabungan
Pusat Acara
Hub Hadiah
Lainnya
Fest. 0-Biaya
Base URI: Apa Itu Base URI dalam Kripto?Base URI adalah jalur awal bersama yang digunakan smart contract untuk menyusun tautan metadata lengkap bagi token dalam suatu koleksi kripto.Dalam sistem metadata NFT daBase URI: Apa Itu Base URI dalam Kripto?Base URI adalah jalur awal bersama yang digunakan smart contract untuk menyusun tautan metadata lengkap bagi token dalam suatu koleksi kripto.Dalam sistem metadata NFT da

Base URI

2026/10/13 14:42
#Advanced
Humanity
H$0.05589+3.84%
PX
PX$0.0128+4.06%
Smart Blockchain
SMART$0.004402+0.18%
TokenFi
TOKEN$0.001985-0.20%
AINFT
NFT$0.0000002385-0.83%

Apa Itu Base URI dalam Kripto?

Base URI adalah jalur awal bersama yang digunakan smart contract untuk menyusun tautan metadata lengkap bagi token dalam suatu koleksi kripto.

Dalam sistem metadata NFT dan token, URI memberi tahu wallet, explorer, dan aplikasi tempat menemukan metadata JSON yang menjelaskan suatu token.

Standar ERC-721 resmi mendefinisikan tokenURI sebagai fungsi yang mengembalikan Uniform Resource Identifier unik untuk aset tertentu.

Base URI sering digabungkan dengan ID token untuk menghasilkan tokenURI lengkap tersebut.

Contohnya, Base URI dapat berupa ipfs://exampleCID/, lalu ID token 25 mengarah ke ipfs://exampleCID/25.

Dalam desain lain, jalur metadata lengkap dapat menyertakan ekstensi file, seperti ipfs://exampleCID/25.json.

Hasil akhirnya bergantung pada cara smart contract menyusun tokenURI.

Dokumentasi ERC-721 OpenZeppelin menjelaskan bahwa fungsi _baseURI digunakan untuk menghitung ERC721.tokenURI dan URI yang dihasilkan dapat berupa gabungan baseURI dan tokenId.

Karena itu, Base URI dapat menghemat gas, menata metadata, dan mempermudah pengelolaan koleksi NFT berukuran besar.

Bagi pengguna kripto, Base URI penting karena menentukan lokasi pemuatan gambar NFT, trait, deskripsi, dan metadata lainnya.

Mengapa Base URI Penting

Base URI penting karena kepemilikan token dan metadata token tidak selalu disimpan di tempat yang sama.

Blockchain dapat menyimpan pemilik token, ID token, riwayat transfer, persetujuan, dan logika kontrak.

Gambar, nama, deskripsi, atribut, animasi, dan media eksternal sering disimpan di luar blockchain.

Base URI menjadi penghubung antara token on-chain dan lokasi metadata off-chain atau terdesentralisasi.

Jika Base URI benar, wallet dan aplikasi dapat menampilkan token dengan semestinya.

Jika Base URI salah, rusak, tersentralisasi, atau diubah secara berbahaya, token dapat menampilkan gambar yang hilang, trait yang keliru, atau informasi yang menyesatkan.

Hal ini sangat penting bagi NFT karena sebagian besar nilai yang terlihat oleh pengguna dapat bergantung pada metadata.

Koleksi dengan trait langka mungkin tampak bernilai hanya jika metadata tersedia dan dapat dipercaya.

Item game mungkin memerlukan metadata untuk menampilkan level, kelas, desain visual, atau kegunaannya.

NFT keanggotaan mungkin memerlukan metadata untuk menampilkan tingkatan atau hak aksesnya.

Karena itu, Base URI memengaruhi pengalaman pengguna, integritas metadata, kepercayaan terhadap koleksi, dan keterbacaan aset dalam jangka panjang.

Cara Kerja Base URI

Base URI biasanya bekerja dengan menyimpan atau mengembalikan awalan umum di dalam kontrak token.

Kontrak kemudian menambahkan nilai khusus token, biasanya ID token, untuk membuat URI metadata lengkap.

Misalnya, jika Base URI adalah ipfs://bafyExampleCollection/ dan ID token 100, tokenURI akhir dapat menjadi ipfs://bafyExampleCollection/100.

Jika kontrak menambahkan akhiran JSON, tokenURI akhir dapat menjadi ipfs://bafyExampleCollection/100.json.

Beberapa kontrak menyimpan Base URI sebagai variabel state yang dapat diperbarui oleh alamat berizin.

Beberapa kontrak menetapkan Base URI secara permanen dalam kode saat deployment.

Beberapa kontrak mengembalikan Base URI berbeda berdasarkan status reveal, jenis token, chain ID, atau logika khusus.

Beberapa kontrak sama sekali tidak menggunakan Base URI dan justru menyimpan URI lengkap yang unik untuk setiap token.

Base URI bukan persyaratan universal untuk setiap kontrak NFT.

Base URI merupakan pola implementasi umum untuk membuat jalur metadata token secara efisien.

Base URI dan tokenURI

tokenURI adalah URI lengkap yang dikembalikan untuk satu token tertentu.

Base URI adalah awalan yang dapat digunakan kembali untuk membuat banyak tokenURI.

Dalam kontrak ERC-721, tokenURI merupakan bagian dari ekstensi metadata opsional.

Standar ERC-721 menyatakan bahwa tokenURI dapat mengarah ke file JSON yang mengikuti ERC-721 Metadata JSON Schema.

File JSON tersebut biasanya mencakup bidang seperti name, description, dan image.

Base URI tidak sama dengan metadata JSON itu sendiri.

Base URI adalah jalur yang membantu wallet atau aplikasi menemukan metadata JSON tersebut.

Kontrak sederhana dapat mengembalikan tokenURI dengan menggabungkan Base URI dan ID token.

Kontrak yang lebih kompleks dapat mengembalikan URI khusus yang berbeda untuk setiap token.

Kontrak NFT dinamis dapat menghasilkan tokenURI dari state on-chain, bukan menggunakan Base URI tetap.

Pengguna sebaiknya memperhatikan hasil tokenURI karena itulah lokasi metadata sebenarnya yang digunakan aplikasi.

Base URI pada NFT ERC-721

ERC-721 adalah standar token yang paling umum dikaitkan dengan NFT unik dan ID token individual.

Setiap token ERC-721 memiliki ID token unik di dalam kontrak tertentu.

Kombinasi alamat kontrak dan ID token mengidentifikasi NFT secara unik di blockchain tersebut.

Ekstensi metadata memungkinkan aplikasi meminta tokenURI dari kontrak.

Base URI membantu kontrak menghindari penyimpanan URI lengkap untuk setiap token.

Hal ini berguna karena penyimpanan string panjang secara on-chain dapat memerlukan biaya tinggi.

Alih-alih menyimpan 10.000 tautan metadata lengkap, koleksi dapat menyimpan satu Base URI dan menggunakan ID token untuk menyusun tautan individual.

Desain ini umum digunakan untuk koleksi gambar profil, item game, kartu keanggotaan, seri seni, dan koleksi barang koleksi.

Contohnya, token 1, token 2, dan token 3 dapat menggunakan Base URI yang sama, tetapi masing-masing mengarah ke file metadata yang berbeda.

Base URI bersama membuat strukturnya sederhana dan mudah diprediksi.

Base URI pada Token ERC-1155

ERC-1155 adalah standar multi-token yang dapat mendukung token fungibel, token semi-fungibel, dan NFT dalam satu kontrak.

ERC-1155 menangani metadata secara berbeda dari banyak implementasi ERC-721.

Standar ERC-1155 resmi menyatakan bahwa nilai URI memungkinkan klien mengganti ID ketika string {id} muncul di URI.

Klien harus mengganti {id} dengan ID token sebenarnya dalam format heksadesimal huruf kecil, yang diisi hingga 64 karakter bila diperlukan.

Dengan demikian, banyak ID token dapat menggunakan satu pola URI bersama.

Contohnya, URI dapat berbentuk https://example.com/metadata/{id}.json.

Wallet atau aplikasi mengganti {id} dengan ID token berformat sesuai untuk menemukan file JSON yang benar.

Tujuannya serupa dengan Base URI karena satu pola bersama digunakan untuk membuat banyak tautan metadata token.

Namun, ERC-1155 menggunakan aturan penggantian khusus, bukan pola sederhana Base URI ditambah ID token yang banyak digunakan dalam kontrak ERC-721.

Developer tidak boleh berasumsi bahwa jalur metadata ERC-721 dan ERC-1155 disusun dengan cara yang sama.

Base URI dan Metadata NFT

Metadata NFT adalah informasi terstruktur yang menjelaskan kepada pengguna hal yang direpresentasikan oleh token.

Metadata dapat mencakup nama, deskripsi, gambar, URL animasi, atribut, latar belakang, trait kelangkaan, level, referensi konten yang dapat dibuka, tautan eksternal, dan bidang lainnya.

Skema metadata ERC-721 mencakup bidang dasar seperti name, description, dan image.

Skema metadata ERC-1155 juga mencakup bidang deskriptif umum serta mendukung data tampilan khusus token.

Base URI biasanya mengarah ke direktori atau endpoint tempat file metadata tersedia.

Jika metadata disimpan sebagai file JSON, setiap ID token biasanya dipetakan ke satu file JSON.

Jika metadata bersifat dinamis, Base URI dapat mengarah ke endpoint API yang mengembalikan JSON berbeda dari waktu ke waktu.

Jika metadata menggunakan alamat berbasis konten, Base URI dapat mengarah ke pengenal penyimpanan terdesentralisasi.

Kualitas Base URI menentukan apakah aplikasi dapat menemukan dan menampilkan metadata secara konsisten.

Token dengan metadata yang hilang tetap dapat ada secara on-chain, tetapi pengguna mungkin lebih sulit memahami atau menilainya.

Base URI dan IPFS

IPFS adalah sistem penyimpanan terdesentralisasi yang umum digunakan untuk metadata dan media NFT.

Panduan data NFT IPFS resmi menyarankan penggunaan URI IPFS untuk menghubungkan smart contract ke data NFT eksternal yang disimpan di IPFS.

URI IPFS biasanya diawali dengan ipfs:// dan mencakup pengenal konten, yang juga disebut CID.

Base URI yang menggunakan IPFS dapat berbentuk ipfs://bafyExampleCID/.

Setiap file metadata token kemudian dapat disimpan di dalam direktori IPFS tersebut.

Desain ini dapat membuat metadata NFT lebih tahan terhadap manipulasi dibandingkan tautan web biasa karena CID merujuk pada konten berdasarkan datanya, bukan hanya lokasi server.

Jika konten berubah, CID-nya juga berubah.

Hal ini membantu pengguna mengetahui apakah metadata telah diubah.

Namun, konten IPFS tetap harus tersedia dari setidaknya satu node atau penyedia pinning agar mudah diakses pengguna.

Penggunaan Base URI IPFS meningkatkan integritas, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan akan perencanaan penyimpanan jangka panjang.

Base URI dan URL HTTP

Base URI juga dapat menggunakan URL HTTPS biasa.

Contohnya, sebuah koleksi dapat menggunakan https://example.com/metadata/ sebagai Base URI.

tokenURI untuk token 100 kemudian dapat menjadi https://example.com/metadata/100.json.

Metadata HTTPS dapat digunakan dengan mudah dan fleksibel karena proyek dapat memperbarui file di server web.

Fleksibilitas ini dapat berguna untuk game, NFT dinamis, keanggotaan, atau karya seni yang terus berkembang.

Namun, hal ini juga menimbulkan risiko kepercayaan karena pemilik server dapat mengubah, menghapus, mengalihkan, atau memblokir metadata.

Jika domain kedaluwarsa atau penyedia hosting berhenti beroperasi, tampilan NFT dapat terganggu.

Jika akun admin proyek diretas, Base URI atau endpoint metadata dapat menyajikan konten berbahaya atau menyesatkan.

Metadata HTTP tersentralisasi mudah digunakan, tetapi dapat mengurangi sifat permanennya dalam jangka panjang.

Pengguna sebaiknya memeriksa apakah proyek menggunakan penyimpanan berbasis konten, server web tersentralisasi, atau pendekatan hibrida.

Base URI dan Penyimpanan Bergaya Arweave

Beberapa proyek NFT menggunakan sistem penyimpanan permanen untuk metadata dan media.

Dalam sistem tersebut, metadata dapat dirujuk melalui ID transaksi atau jalur konten permanen.

Base URI dapat mengarah ke gateway penyimpanan permanen atau jalur manifest yang menata banyak file metadata token.

Pendekatan ini dapat mengurangi risiko hilangnya server web biasa.

Pendekatan ini juga dapat mengurangi kebutuhan pembayaran pinning berkelanjutan jika sistem penyimpanannya dirancang untuk mempertahankan data dalam jangka panjang.

Namun, pengguna tetap perlu memahami format URI dan cara kerja gateway yang digunakan.

URL gateway tidak selalu sama dengan pengenal konten permanen yang mendasarinya.

Jika kontrak hanya menyimpan URL bergaya gateway, tampilan dapat bergantung pada ketersediaan gateway tersebut.

Desain yang lebih kuat membuat pengenal permanen mudah dilihat dan diverifikasi.

Desain Base URI sebaiknya memudahkan audit lokasi data dalam jangka panjang.

Base URI dan Metadata On-Chain

Beberapa token tidak bergantung pada Base URI eksternal karena metadatanya disimpan atau dibuat sepenuhnya secara on-chain.

Metadata on-chain dapat dikembalikan sebagai data URI yang menyertakan JSON berkode langsung dari smart contract.

Dalam desain ini, tokenURI dapat mengembalikan string yang diawali data:application/json, bukan ipfs:// atau https://.

Desain ini dapat membuat metadata lebih mandiri karena kontrak token menghasilkan metadata itu sendiri.

Metadata on-chain dapat berguna untuk seni generatif, game yang sepenuhnya on-chain, sistem identitas, dan barang koleksi yang tidak dapat diubah.

Komprominya, penyimpanan dan komputasi on-chain dapat memerlukan biaya tinggi.

Gambar besar, animasi, dan metadata kompleks mungkin sulit disimpan langsung secara on-chain.

Karena itu, banyak proyek menggunakan Base URI untuk metadata eksternal dan menyimpan metadata on-chain sepenuhnya untuk kebutuhan khusus.

Tidak ada satu model terbaik yang cocok untuk semua proyek.

Desain metadata terbaik bergantung pada biaya, permanensi, fleksibilitas, ekspektasi pengguna, dan kompleksitas teknis.

Base URI dan Reveal Metadata

Banyak koleksi NFT menggunakan Base URI selama proses reveal.

Sebelum reveal, setiap token dapat mengembalikan metadata placeholder yang sama.

Placeholder tersebut dapat menampilkan gambar misteri atau deskripsi koleksi umum.

Setelah reveal, proyek memperbarui Base URI agar setiap token mengarah ke file metadata finalnya.

Hal ini dapat membuat proses mint terasa lebih adil karena pengguna tidak mengetahui trait final setiap token sebelum reveal.

Namun, desain reveal memerlukan kepercayaan.

Jika proyek mengendalikan Base URI, proyek mungkin dapat mengubah metadata setelah mint.

Jika proses reveal tidak transparan, pengguna mungkin khawatir bahwa trait langka diberikan secara tidak adil.

Proyek dapat mengurangi kekhawatiran ini dengan menerbitkan hash provenance, menggunakan randomisasi yang dapat diverifikasi, mengunci metadata setelah reveal, atau membuat pembuatan metadata dapat diaudit.

Pengguna sebaiknya memahami apakah Base URI suatu koleksi bersifat sementara, sudah di-reveal, dapat diubah, atau terkunci secara permanen.

Base URI yang Dapat Diubah

Base URI yang dapat diubah adalah Base URI yang bisa diganti setelah kontrak di-deploy.

Base URI yang dapat diubah dapat berguna ketika metadata belum siap saat peluncuran, media perlu dipindahkan, atau NFT dinamis memerlukan pembaruan.

Namun, hal ini juga berisiko karena pihak yang mengendalikan fungsi pembaruan dapat mengubah tampilan semua token.

Proyek dapat mengganti karya seni, mengubah trait, mengalihkan metadata ke server baru, atau menghapus konten.

Admin jahat dapat mengubah metadata sehingga merugikan nilai token atau menyesatkan pengguna.

Kunci admin yang diretas dapat menimbulkan dampak serupa, sekalipun tim awalnya bertindak jujur.

Pengguna sebaiknya memeriksa apakah Base URI masih dapat diubah.

Pengguna juga sebaiknya memeriksa siapa yang berwenang mengubahnya.

Base URI yang dapat diubah dan dikendalikan satu wallet milik eksternal lebih berisiko daripada proses pembaruan yang diatur dengan cermat.

Metadata yang dapat diubah harus diungkapkan dengan jelas karena hal ini memengaruhi model kepercayaan token.

Base URI yang Tidak Dapat Diubah

Base URI yang tidak dapat diubah adalah Base URI yang tidak bisa diganti setelah deployment atau setelah tindakan penguncian final.

Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan karena pengguna tahu admin tidak akan dapat mengubah jalur metadata di kemudian hari.

Base URI yang tidak dapat diubah umum digunakan oleh proyek yang menginginkan koleksi permanen dalam jangka panjang.

Desain ini semakin kuat jika digabungkan dengan penyimpanan berbasis konten seperti CID IPFS.

Namun, sifat tidak dapat diubah juga dapat menimbulkan masalah jika URI awal berisi kesalahan.

Jika file metadata hilang, formatnya keliru, atau diunggah ke jalur yang salah, proyek mungkin tidak dapat memperbaikinya.

Jika perilaku gateway penyimpanan berubah, kontrak mungkin tidak dapat menyesuaikan diri.

Developer sebaiknya menguji jalur metadata dengan cermat sebelum mengunci Base URI.

Pengguna perlu memahami bahwa sifat tidak dapat diubah mencegah perubahan berikutnya, tetapi tidak menjamin metadata awal sudah benar.

Kesalahan permanen tetap menjadi kesalahan permanen.

Base URI dan Pembaruan Metadata ERC-4906

ERC-4906 adalah ekstensi pembaruan metadata untuk token ERC-721.

Standar ERC-4906 resmi menambahkan event MetadataUpdate dan BatchMetadataUpdate untuk menandakan perubahan metadata.

Hal ini penting karena wallet, indexer, dan aplikasi sering menyimpan metadata dalam cache.

Jika Base URI berubah tetapi aplikasi tidak memperbarui cache, pengguna mungkin masih melihat metadata lama.

ERC-4906 memberikan cara standar bagi kontrak untuk memberi tahu sistem pihak ketiga bahwa metadata token telah berubah.

Fitur ini berguna untuk acara reveal, NFT dinamis, item game yang berkembang, dan koreksi metadata setelah mint.

Namun, standar ini tidak dengan sendirinya membuat perubahan metadata menjadi aman.

Standar ini hanya membantu menandakan bahwa metadata telah berubah.

Kontrol izin untuk perubahan metadata tetap penting.

Jika proyek menggunakan Base URI yang dapat diubah atau metadata dinamis, otoritas pembaruan harus aman dan didokumentasikan dengan jelas.

Base URI dan Multi-Metadata ERC-7160

ERC-7160 adalah ekstensi ERC-721 untuk mendukung beberapa URI metadata per token.

Standar ERC-7160 resmi menjelaskan sistem yang memungkinkan satu token memiliki beberapa URI metadata dan URI utama yang ditetapkan.

Hal ini relevan dengan Base URI karena metadata tidak lagi selalu berada di satu lokasi statis.

Satu token dapat memiliki beberapa versi, format, revisi, atau pilihan tampilan.

Contohnya, karya seni dinamis dapat memiliki beberapa status metadata yang disetujui.

Item game dapat memiliki metadata berbeda setelah upgrade atau acara tertentu.

NFT kolaboratif dapat mencakup metadata dari beberapa kreator.

Dukungan multi-metadata dapat meningkatkan fleksibilitas, tetapi juga membuat audit metadata lebih kompleks.

Pengguna dan aplikasi perlu mengetahui URI mana yang utama dan apakah URI lama masih dapat diakses.

Base URI tetap penting karena sering menjadi jalur dasar di balik satu atau beberapa lokasi metadata tersebut.

Base URI dan Efisiensi Gas

Base URI sering digunakan untuk mengurangi biaya gas.

Menyimpan URI metadata lengkap untuk setiap token dapat mahal karena penyimpanan on-chain memerlukan gas.

Base URI bersama memungkinkan kontrak menyimpan lebih sedikit informasi.

Alih-alih menyimpan ribuan string panjang, kontrak dapat menyimpan satu awalan dan menghitung jalur khusus token saat diperlukan.

Hal ini sangat berguna untuk koleksi besar yang memiliki banyak ID token.

Contohnya, koleksi dengan 10.000 token dapat menggunakan satu Base URI dan 10.000 file JSON yang dinamai berdasarkan ID token.

Kontrak hanya memerlukan logika untuk menggabungkan Base URI dan ID token.

Desain ini menghemat penyimpanan, tetapi mengurangi fleksibilitas dibandingkan penyimpanan URI khusus untuk setiap token.

Developer perlu memilih antara penghematan gas dan fleksibilitas metadata.

Desain berbiaya rendah tetap dapat tidak aman jika metadata terlalu mudah diubah atau sulit diverifikasi.

Base URI dan Penamaan File

Penamaan file penting karena penyusunan tokenURI harus sesuai dengan file metadata yang sebenarnya.

Jika kontrak mengembalikan ipfs://CID/1, lokasi penyimpanan harus memuat file atau objek bernama 1.

Jika lokasi penyimpanan memuat 1.json, tetapi kontrak hanya mengembalikan 1, beberapa aplikasi mungkin gagal memuat metadata.

Jika kontrak mengembalikan 0001.json sedangkan nama file adalah 1.json, metadata juga dapat gagal dimuat.

ERC-1155 menambah kompleksitas karena penggantian ID token menggunakan format heksadesimal huruf kecil yang diisi hingga panjang tertentu.

Developer sebaiknya menentukan penamaan file sebelum deployment.

Developer sebaiknya menguji hasil tokenURI terhadap file metadata nyata di testnet.

Developer sebaiknya menguji beberapa ID token, termasuk ID rendah, ID tinggi, dan ID yang tidak berurutan.

Developer juga sebaiknya menguji cara wallet dan indexer menafsirkan metadata.

Kesalahan kecil dalam penamaan dapat menimbulkan masalah tampilan besar pada seluruh koleksi.

Base URI dan Garis Miring di Akhir

Garis miring di akhir adalah tanda slash pada penghujung Base URI.

Tanda ini dapat menentukan apakah tokenURI akhir valid.

Contohnya, ipfs://CID/ yang digabungkan dengan ID token 1 menjadi ipfs://CID/1.

Tanpa garis miring, ipfs://CID yang digabungkan dengan ID token 1 menjadi ipfs://CID1, yang mungkin salah.

Masalah yang sama dapat terjadi pada jalur HTTPS.

https://example.com/metadata/ yang digabungkan dengan 1.json menghasilkan jalur file yang jelas.

https://example.com/metadata yang digabungkan dengan 1.json menghasilkan https://example.com/metadata1.json, yang mungkin tidak tersedia.

Developer sebaiknya menangani garis miring dan akhiran secara konsisten di dalam kontrak.

Pengguna belum tentu dapat melihat masalah ini dari tampilan marketplace.

Jika metadata tidak dimuat, hal pertama yang biasanya perlu diperiksa adalah string tokenURI persis yang dikembalikan kontrak.

Base URI dan Cache Metadata

Banyak wallet, marketplace, explorer, dan layanan pengindeksan menyimpan metadata NFT dalam cache.

Cache meningkatkan kecepatan karena aplikasi tidak perlu mengambil metadata dari awal setiap kali.

Namun, cache dapat membuat perubahan Base URI membingungkan.

Proyek mungkin memperbarui metadata, tetapi beberapa aplikasi masih menampilkan gambar atau atribut lama.

Inilah salah satu alasan event pembaruan metadata dapat membantu.

ERC-4906 dibuat agar kontrak memiliki cara standar untuk menandakan perubahan metadata.

Meski begitu, tidak semua aplikasi langsung memperbarui cache atau mendukung setiap event metadata.

Pengguna perlu memahami bahwa token dapat menampilkan metadata berbeda di aplikasi yang berbeda selama masa pembaruan cache.

Hal ini tidak selalu berarti kepemilikan token berubah atau token mengalami kerusakan.

Mungkin hanya berarti cache metadata belum diperbarui.

Base URI dan Risiko Sentralisasi

Base URI dapat menimbulkan risiko sentralisasi ketika mengarah ke server atau domain yang dikendalikan satu pihak.

Jika proyek menyimpan metadata di domain web biasa, pemilik domain dapat mengubah file.

Domain juga dapat kedaluwarsa, disita, diretas, atau berhenti beroperasi.

Riset tentang risiko sentralisasi metadata NFT menyoroti bahwa penyimpanan metadata tersentralisasi dapat membuat data NFT rentan terhadap sensor, kebocoran, dan perubahan administratif.

Hal ini penting karena banyak pengguna mengira kepemilikan NFT berarti seluruh aset tersimpan secara permanen di blockchain.

Faktanya, token mungkin hanya menunjuk ke metadata yang disimpan di tempat lain.

Jika penunjuk tersebut rentan, aset yang terlihat oleh pengguna juga dapat menjadi rentan.

Penyimpanan berbasis konten dan penguncian metadata yang jelas dapat mengurangi risiko ini.

Namun, setiap proyek tetap memerlukan rencana penyimpanan jangka panjang.

NFT yang indah dapat berubah menjadi tautan rusak jika Base URI-nya tidak dikelola dengan baik.

Base URI dan Pengalamatan Berbasis Konten

Pengalamatan berbasis konten berarti pengenal dibuat berdasarkan kontennya sendiri.

CID IPFS merupakan contoh umum dalam metadata kripto.

Jika metadata menggunakan pengalamatan berbasis konten, perubahan metadata akan menghasilkan pengenal yang berbeda.

Hal ini memudahkan pendeteksian manipulasi.

Dengan demikian, Base URI yang memuat CID dapat memberi pengguna keyakinan lebih kuat bahwa file yang dirujuk tidak diam-diam berubah.

Hal ini berbeda dari URL biasa, yang memungkinkan server menyajikan konten baru pada alamat yang sama.

Pengalamatan berbasis konten tidak berarti konten otomatis tersimpan selamanya.

Seseorang tetap harus meng-host, melakukan pinning, atau menjaga data dengan cara lain.

Pengalamatan ini juga tidak menjamin metadata awal dibuat dengan jujur atau berkualitas tinggi.

Pengalamatan ini hanya membantu memverifikasi bahwa konten yang ditautkan melalui pengenal tersebut tetap sama.

Base URI dan NFT Dinamis

NFT dinamis adalah token yang metadatanya dapat berubah berdasarkan peristiwa, waktu, tindakan pengguna, status game, data oracle, atau logika kontrak.

NFT dinamis dapat menggunakan Base URI yang mengarah ke API atau layanan metadata dinamis.

NFT tersebut juga dapat menghasilkan metadata secara on-chain berdasarkan state yang berubah.

Base URI dinamis dapat membuat NFT lebih interaktif dan berguna.

Contohnya, NFT karakter game dapat naik level dan menampilkan atribut baru.

NFT keanggotaan dapat berubah tampilan ketika pengguna mencapai tingkat status tertentu.

Token aset dunia nyata dapat memperbarui metadata saat dokumennya diperbarui.

Risikonya, metadata dinamis memerlukan kepercayaan terhadap aturan pembaruan.

Pengguna sebaiknya mengetahui hal yang dapat berubah, pihak yang dapat mengubahnya, serta apakah perubahan diatur oleh kode, admin, atau sistem off-chain.

Metadata dinamis hanya bermanfaat jika aturannya transparan.

Base URI dan Keamanan

Keamanan Base URI bergantung pada penyimpanan, kontrol akses, logika kontrak, dan ekspektasi pengguna.

Jika Base URI dapat diperbarui, fungsi pembaruannya harus memiliki kontrol izin yang kuat.

Jika satu kunci privat mengendalikan Base URI, kunci tersebut menjadi target bernilai tinggi.

Jika wallet multisignature mengendalikan Base URI, keamanannya bergantung pada kualitas signer dan aturan ambang batas.

Jika tata kelola mengendalikan Base URI, keamanannya bergantung pada distribusi voting dan proses upgrade.

Jika Base URI mengarah ke server, keamanan server dan domain juga penting.

Jika Base URI mengarah ke IPFS, pinning dan ketersediaan konten perlu diperhatikan.

Jika metadata dibuat secara on-chain, kebenaran kontrak menjadi penting.

Tidak ada satu model keamanan Base URI yang berlaku untuk semua proyek.

Pertanyaan yang tepat adalah: apa yang dapat berubah, siapa yang dapat mengubahnya, dan bagaimana pengguna dapat memverifikasinya?

Base URI dan Upgrade Smart Contract

Smart contract yang dapat di-upgrade dapat mengubah cara tokenURI dihitung.

Artinya, logika Base URI dapat berubah sekalipun variabel Base URI yang terlihat tampak tetap.

Kontrak NFT yang dapat di-upgrade memungkinkan developer memperbaiki bug atau menambahkan fitur.

Namun, hal itu juga memungkinkan perilaku metadata diubah setelah pengguna membeli token.

Pengguna sebaiknya memeriksa apakah kontrak dapat di-upgrade.

Pengguna juga sebaiknya memeriksa siapa yang mengendalikan upgrade dan apakah terdapat timelock atau proses tata kelola.

Base URI yang terkunci kurang berarti jika upgrade dapat mengganti seluruh fungsi tokenURI.

Untuk memperoleh jaminan metadata yang kuat, Base URI dan jalur upgrade kontrak perlu ditinjau.

Developer sebaiknya mengungkapkan kemampuan upgrade dengan jelas karena hal ini memengaruhi kepercayaan.

Pengguna tidak sebaiknya menilai permanensi metadata hanya dari Base URI.

Base URI dan Verifikasi Token

Base URI dapat membantu pengguna memverifikasi apakah metadata token berasal dari sumber koleksi yang diharapkan.

Namun, pengguna tidak sebaiknya hanya mengandalkan tampilan gambar atau nama token.

Token palsu dapat menyalin metadata, nama, simbol, dan gambar dari koleksi asli.

Pengenal yang sebenarnya adalah alamat kontrak dan ID token pada blockchain yang benar.

Base URI dapat menunjukkan tujuan metadata, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan keaslian token.

Kontrak penipuan dapat mengarah ke metadata yang disalin dari koleksi sah.

Pengguna sebaiknya memverifikasi alamat kontrak, standar token, informasi kreator, jalur metadata, riwayat kepemilikan, dan sumber resmi proyek.

Developer sebaiknya membuat hasil tokenURI mudah diprediksi dan diperiksa.

Desain Base URI yang jelas membantu verifikasi, tetapi tidak menggantikan verifikasi kontrak.

Keaslian bergantung pada identitas token dan integritas metadata.

Base URI dan Metadata Tingkat Koleksi

Base URI biasanya merujuk pada jalur metadata tingkat token.

Metadata tingkat koleksi berbeda karena menjelaskan keseluruhan kontrak atau koleksi.

Metadata koleksi dapat mencakup nama koleksi, deskripsi, gambar, banner, tautan eksternal, biaya, atau informasi sosial.

Beberapa kontrak menyediakan metadata tingkat koleksi melalui fungsi terpisah seperti contractURI.

Base URI token tidak boleh disamakan dengan URI metadata koleksi.

Base URI token membantu membuat metadata untuk ID token individual.

URI metadata koleksi menjelaskan koleksi secara keseluruhan.

Keduanya dapat memengaruhi tampilan proyek di wallet dan aplikasi.

Keduanya juga dapat menimbulkan risiko sentralisasi atau perubahan.

Pengguna sebaiknya memahami URI mana yang mengendalikan data token individual dan URI mana yang mengendalikan data tampilan koleksi.

Base URI dan Pembekuan Metadata

Pembekuan metadata berarti menjadikan metadata tidak dapat diubah secara permanen atau menandakan bahwa metadata tidak lagi boleh berubah.

Proyek dapat membekukan metadata dengan menghapus kemampuan untuk memperbarui Base URI.

Proyek juga dapat membekukan metadata dengan menetapkan Base URI ke jalur penyimpanan berbasis konten dan melepaskan otoritas pembaruan.

Beberapa proyek mengumumkan bahwa metadata dibekukan setelah reveal.

Pengguna sebaiknya memverifikasi apakah pembekuan diberlakukan oleh kode atau hanya dijanjikan oleh tim.

Janji lebih lemah daripada penguncian di tingkat kontrak.

Penguncian di tingkat kontrak juga lebih lemah jika kontrak masih dapat di-upgrade.

Pembekuan metadata yang sesungguhnya memerlukan peninjauan semua jalur yang dapat mengubah hasil tokenURI.

Pembekuan dapat meningkatkan kepercayaan kolektor jika permanensi penting.

Namun, pembekuan yang terlalu dini dapat mempertahankan kesalahan yang tidak bisa diperbaiki kemudian.

Base URI dan Pengalaman Pengguna

Base URI memengaruhi pengalaman pengguna karena aplikasi menggunakan metadata untuk menampilkan aset yang dimiliki pengguna.

Jika Base URI dimuat dengan cepat, NFT dapat ditampilkan dengan lancar.

Jika Base URI lambat, tidak tersedia, atau diblokir, wallet dapat menampilkan gambar kosong atau placeholder umum.

Jika JSON metadata tidak sesuai format, aplikasi mungkin gagal memprosesnya.

Jika tautan gambar di dalam metadata rusak, token mungkin menampilkan teks tanpa media.

Jika trait tidak konsisten, alat kelangkaan dan game dapat salah membaca token.

Pengguna sering menilai koleksi berdasarkan tampilan di wallet mereka.

Karena itu, developer sebaiknya menganggap desain Base URI sebagai bagian dari kualitas produk.

Metadata harus valid, stabil, cukup cepat diambil, dan konsisten di berbagai ID token.

Smart contract yang kuat tetap dapat terasa rusak jika Base URI dan metadatanya dikelola dengan buruk.

Contoh Base URI

Base URI IPFS sederhana dapat berbentuk ipfs://bafyExampleCID/.

Jika kontrak menambahkan ID token 7 dan akhiran .json, tokenURI lengkap dapat menjadi ipfs://bafyExampleCID/7.json.

Base URI HTTPS sederhana dapat berbentuk https://example.com/api/token/.

Jika kontrak menambahkan ID token 7, tokenURI lengkap dapat menjadi https://example.com/api/token/7.

Templat URI ERC-1155 dapat berbentuk https://example.com/metadata/{id}.json.

Dalam kasus ini, klien yang kompatibel mengganti {id} dengan ID token berformat sesuai.

Data URI on-chain dapat diawali data:application/json;base64, alih-alih menggunakan Base URI.

Contoh ini menunjukkan mengapa pengguna sebaiknya memeriksa tokenURI yang benar-benar dikembalikan, bukan menebaknya dari situs koleksi.

Fungsi tokenURI kontrak adalah sumber yang biasanya ditanyakan oleh aplikasi.

Base URI hanya berguna jika menghasilkan tokenURI yang valid dan dapat diakses.

Manfaat Menggunakan Base URI

Manfaat pertama Base URI adalah efisiensi gas.

Awalan bersama dapat mengurangi jumlah data yang disimpan secara on-chain.

Manfaat kedua adalah pengaturan koleksi yang lebih mudah.

Developer dapat menyimpan file metadata dalam satu folder atau endpoint lalu memetakannya ke ID token.

Manfaat ketiga adalah proses mint yang lebih sederhana untuk koleksi besar.

Token baru dapat secara otomatis mengarah ke jalur metadata yang mudah diprediksi.

Manfaat keempat adalah pengelolaan reveal yang lebih mudah.

Jika kontrak mengizinkan, proyek dapat beralih dari metadata placeholder ke metadata final dengan satu perubahan Base URI.

Manfaat kelima adalah kompatibilitas.

Wallet, explorer, dan aplikasi sudah terbiasa membaca tokenURI dan jalur metadata bergaya URI.

Manfaat keenam adalah fleksibilitas.

Base URI dapat mendukung IPFS, HTTPS, tautan penyimpanan permanen, endpoint API, atau desain hibrida.

Risiko Menggunakan Base URI

Risiko pertama adalah metadata rusak.

Base URI yang salah dapat merusak semua token dalam sebuah koleksi.

Risiko kedua adalah sentralisasi.

Base URI yang mengarah ke server biasa bergantung pada server, domain, dan operatornya.

Risiko ketiga adalah pembaruan berbahaya.

Jika admin dapat mengubah Base URI, admin berpotensi mengubah tampilan semua token.

Risiko keempat adalah sifat dapat diubah yang tidak terlihat.

Pengguna mungkin mengira metadata permanen padahal Base URI masih dapat diedit.

Risiko kelima adalah kebingungan akibat cache.

Aplikasi mungkin masih menampilkan metadata lama setelah Base URI diperbarui.

Risiko keenam adalah ketersediaan penyimpanan.

Metadata berbasis konten pun dapat sulit diakses jika tidak ada pihak yang meng-host atau melakukan pinning.

Risiko ketujuh adalah logika yang dapat di-upgrade.

Upgrade kontrak dapat mengubah perilaku tokenURI meskipun Base URI tampak terkunci.

Cara Memeriksa Base URI

Pengguna dapat memeriksa perilaku Base URI dengan memanggil fungsi tokenURI untuk ID token tertentu.

Pengguna sebaiknya membandingkan URI yang dikembalikan dengan klaim resmi proyek tentang metadata.

Periksa apakah URI diawali ipfs://, https://, data:, ar://, atau skema lain.

Uji apakah file metadata dapat dimuat dan mengembalikan JSON yang valid.

Periksa apakah JSON mencakup image, description, attributes, dan bidang lain yang diharapkan.

Periksa apakah tautan gambar di dalam JSON juga stabil dan dapat diakses.

Periksa kontrak untuk mengetahui apakah Base URI dapat diubah.

Periksa apakah kontrak dapat di-upgrade.

Perhatikan event pembaruan metadata saat koleksi mengklaim bahwa metadata telah berubah.

Jangan berasumsi token aman hanya karena tampil dengan benar di satu wallet.

Praktik Terbaik bagi Developer

Developer sebaiknya menentukan model penyimpanan metadata sebelum melakukan deployment kontrak token.

Tentukan apakah Base URI akan bersifat tetap, dapat diubah, berbasis reveal, dinamis, atau sepenuhnya on-chain.

Gunakan tautan berbasis konten jika integritas jangka panjang penting.

Uji hasil tokenURI untuk banyak ID token sebelum peluncuran.

Pastikan penamaan file, akhiran, dan garis miring di akhir konsisten.

Lindungi fungsi pembaruan Base URI dengan kontrol akses yang kuat.

Ungkapkan apakah metadata dapat berubah setelah mint.

Jika metadata berubah dan kontrak mendukung pola tersebut, keluarkan event pembaruan metadata standar.

Simpan cadangan dan rencana hosting jangka panjang untuk semua metadata dan media.

Ingat bahwa metadata merupakan bagian dari kepercayaan pengguna, bukan sekadar fitur tampilan.

Praktik Terbaik bagi Pengguna

Verifikasi alamat kontrak sebelum mempercayai metadata.

Periksa tokenURI token yang sebenarnya, bukan hanya mempercayai tangkapan layar.

Pilih proyek yang menjelaskan dengan jelas lokasi penyimpanan metadata.

Pahami apakah Base URI masih dapat diubah.

Periksa apakah metadata disimpan di sistem berbasis konten atau server tersentralisasi.

Berhati-hatilah terhadap proyek yang menjanjikan permanensi tetapi mempertahankan hak pembaruan admin.

Waspadai perubahan metadata mendadak setelah reveal atau penjualan.

Ingat bahwa kepemilikan NFT tidak selalu berarti kepemilikan atas file media, hak cipta, atau hak off-chain.

Simpan metadata dan media penting secara lokal jika akses jangka panjang diperlukan.

Anggap metadata yang rusak atau mencurigakan sebagai sinyal risiko.

Kesalahpahaman Umum tentang Base URI

Kesalahpahaman umum pertama adalah bahwa Base URI menyimpan NFT itu sendiri.

Base URI biasanya mengarah ke metadata, sedangkan kepemilikan dicatat oleh smart contract.

Kesalahpahaman lainnya adalah bahwa gambar NFT selalu disimpan secara on-chain.

Banyak gambar NFT disimpan off-chain atau di penyimpanan terdesentralisasi, lalu dirujuk melalui metadata.

Kesalahpahaman ketiga adalah bahwa IPFS menjamin konten akan terus tersedia online selamanya.

IPFS meningkatkan integritas konten, tetapi tetap perlu ada pihak yang menyediakan konten tersebut.

Kesalahpahaman keempat adalah bahwa Base URI yang terkunci menjamin kepemilikan legal atas aset yang ditampilkan dalam metadata.

Permanensi metadata dan hak legal adalah dua hal berbeda.

Kesalahpahaman kelima adalah bahwa setiap perubahan Base URI selalu buruk.

Beberapa perubahan memang sah untuk reveal, NFT dinamis, atau perbaikan bug, tetapi harus transparan dan dikendalikan dengan tepat.

Kesalahpahaman keenam adalah bahwa tampilan yang benar membuktikan Base URI aman.

Cache dapat menyembunyikan masalah, sehingga pengguna sebaiknya memeriksa tokenURI yang sebenarnya jika memungkinkan.

Istilah Kripto Terkait

URI adalah Uniform Resource Identifier, yaitu string untuk mengidentifikasi sumber daya seperti file metadata.

tokenURI adalah fungsi ERC-721 yang mengembalikan URI metadata untuk ID token tertentu.

ERC-721 adalah standar token Ethereum yang umum untuk token nonfungibel.

ERC-1155 adalah standar multi-token yang dapat mendukung aset fungibel, semi-fungibel, dan nonfungibel.

Metadata NFT adalah data JSON atau data terstruktur yang menjelaskan nama, gambar, trait, dan properti token lainnya.

IPFS adalah InterPlanetary File System, jaringan penyimpanan berbasis konten yang umum digunakan untuk data NFT.

CID adalah content identifier, yaitu referensi berbasis konten yang digunakan oleh IPFS.

Data URI adalah URI yang menyematkan data langsung di dalam string URI.

Reveal metadata adalah proses mengganti metadata placeholder token dengan metadata final.

Pembekuan metadata adalah tindakan membuat metadata token atau jalur metadata tidak dapat diubah setelah titik tertentu.

FAQ

Apa arti Base URI dalam NFT?

Base URI adalah jalur awal bersama yang digunakan smart contract untuk menyusun URI metadata lengkap bagi setiap NFT.

Apakah Base URI sama dengan tokenURI?

Tidak. Base URI biasanya merupakan awalan bersama, sedangkan tokenURI adalah URI metadata lengkap yang dikembalikan untuk token tertentu.

Bagaimana cara kerja Base URI pada ERC-721?

Dalam banyak kontrak ERC-721, Base URI digabungkan dengan ID token untuk menghasilkan tokenURI akhir NFT tersebut.

Bagaimana cara kerja Base URI pada ERC-1155?

ERC-1155 sering menggunakan satu templat URI dengan penggantian {id}, lalu klien mengganti {id} dengan ID token berformat sesuai.

Apakah Base URI dapat diubah?

Ya. Base URI dapat diubah jika kontrak memiliki fungsi pembaruan dan akun berizin masih mengendalikannya.

Apakah Base URI yang dapat diubah berisiko?

Ya. Base URI yang dapat diubah berisiko karena pengendalinya mungkin dapat mengubah metadata untuk banyak atau semua token.

Apakah Base URI yang tidak dapat diubah selalu lebih baik?

Base URI yang tidak dapat diubah dapat meningkatkan kepercayaan, tetapi juga dapat mengunci kesalahan secara permanen jika jalur metadata keliru saat peluncuran.

Mengapa proyek NFT menggunakan IPFS untuk Base URI?

Proyek menggunakan IPFS karena CID IPFS berbasis konten dan membantu pengguna memverifikasi bahwa metadata yang dirujuk tidak berubah secara diam-diam.

Apakah IPFS menjamin metadata NFT akan terus tersedia online selamanya?

Tidak. IPFS membantu menjaga integritas, tetapi kontennya tetap perlu di-host, di-pin, atau disediakan dengan cara lain.

Mengapa gambar NFT saya tidak muncul meskipun saya memiliki tokennya?

Gambar mungkin tidak muncul karena Base URI salah, file metadata tidak tersedia, tautan gambar rusak, atau cache aplikasi belum diperbarui.

Apa itu reveal metadata?

Reveal metadata adalah proses ketika proyek mengganti metadata placeholder token dengan metadata final, sering kali dengan memperbarui Base URI atau logika tokenURI.

Bagaimana cara memeriksa apakah Base URI NFT aman?

Periksa hasil tokenURI, jenis penyimpanan, izin pembaruan, kemampuan upgrade kontrak, format metadata, dan ketersediaan file melalui penyimpanan yang andal.

Kesimpulan

Base URI adalah konsep metadata penting dalam kontrak NFT dan token kripto.

Base URI merupakan jalur bersama yang membantu kontrak menyusun URI metadata lengkap untuk setiap token.

Dalam banyak koleksi ERC-721, Base URI digabungkan dengan ID token untuk menghasilkan tokenURI.

Pada ERC-1155, tujuan serupa biasanya dicapai melalui templat URI yang menggunakan penggantian {id}.

Base URI mempermudah dan menghemat biaya pengelolaan koleksi besar karena satu awalan bersama dapat mendukung banyak file metadata token.

Base URI juga menimbulkan pertanyaan penting tentang kepercayaan karena metadata sering berada di luar blockchain.

Jika Base URI mengarah ke server tersentralisasi, pengguna bergantung pada server dan operatornya.

Jika Base URI mengarah ke penyimpanan berbasis konten, integritasnya dapat lebih terjamin, tetapi kontennya tetap harus tersedia.

Jika Base URI dapat diubah, pengguna harus memercayai otoritas pembaruan dan kontrol keamanannya.

Jika Base URI tidak dapat diubah, permanensi meningkat, tetapi fleksibilitas berkurang jika terdapat kesalahan.

Developer sebaiknya merancang logika Base URI dengan cermat sebelum peluncuran, menguji jalur file secara menyeluruh, melindungi izin pembaruan, dan mengungkapkan dengan jelas apakah metadata dapat diubah.

Pengguna sebaiknya memeriksa tokenURI, memverifikasi alamat kontrak, memahami jenis penyimpanan, dan tidak berasumsi bahwa media yang ditampilkan otomatis permanen atau dimiliki secara legal.

Pelajaran terpentingnya adalah kepemilikan NFT dan metadata NFT saling terhubung, tetapi bukan hal yang sama.

Smart contract membuktikan kepemilikan token, sedangkan Base URI membantu aplikasi menemukan data yang menjelaskan hal yang direpresentasikan token.

Desain Base URI yang kuat membuat hubungan tersebut stabil, transparan, dan mudah diverifikasi.

Desain Base URI yang lemah dapat mengubah token yang tampak bernilai menjadi tautan rusak, janji yang dapat diubah, atau risiko keamanan metadata.
Menarik Kembali / Peluang?
Menarik Kembali / Peluang?Menarik Kembali / Peluang?
Simak arus masuk ETF BTC $2,4 miliar pada likuidasi