Pelaku usaha mikro dan kecil memperoleh tambahan waktu untuk menyiapkan sertifikasi halal. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2026, masa penahapan untuk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dari kelompok usaha tersebut diperpanjang hingga 17 Oktober 2028. Perubahan ini memberi ruang untuk merapikan bahan baku, proses produksi, dan dokumen tanpa menumpuk seluruh pekerjaan menjelang tenggat.
Perpanjangan tersebut perlu dibaca sesuai kategori. Istilah UMKM mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah, sedangkan tambahan waktu untuk kelompok produk makanan tersebut berlaku bagi usaha mikro dan kecil atau UMK. Kewajiban bagi usaha menengah dan besar pada kategori yang sama tetap berlaku sejak 18 Oktober 2024, sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan BPJPH mengenai perubahan penahapan wajib halal.
Bagi pemilik usaha, dampak terdekatnya berkaitan dengan pengaturan biaya dan waktu. Kebutuhan persiapan dapat dicicil, tetapi kewajiban sertifikasinya tetap ada. Manfaat tambahan waktu akan bergantung pada pekerjaan yang diselesaikan selama masa tersebut, terutama ketika usaha menggunakan banyak bahan, berganti pemasok, atau berencana masuk ke saluran penjualan dengan persyaratan lebih ketat.
Siapa yang Mendapat Tambahan Waktu?
PP Nomor 40 Tahun 2026, yang ditetapkan pada 14 Oktober 2026, mengubah sejumlah ketentuan dalam PP Nomor 42 Tahun 2024. Ketentuannya membedakan skala usaha, kategori produk, dan asal produk. Karena itu, satu tanggal tidak dapat digunakan untuk seluruh kegiatan usaha.
Perbedaan yang paling relevan bagi pelaku usaha makanan dan minuman adalah sebagai berikut.
Kelompok | Ketentuan penahapan |
Makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dari usaha mikro dan kecil | Masa penahapan sampai 17 Oktober 2028 |
Kelompok produk dan jasa yang sama dari usaha menengah dan besar | Kewajiban tetap berlaku sejak 18 Oktober 2024 |
Makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dari luar negeri | Kewajiban dimulai 18 Oktober 2028 dengan mempertimbangkan penyelesaian kerja sama saling pengakuan sertifikat halal |
Rincian tersebut tercantum dalam Pasal 160 pada salinan PP Nomor 40 Tahun 2026 yang dimuat LPPOM.
Penahapan kewajiban sertifikasi halal menurut skala usaha dan asal produk. Sumber: PP Nomor 40 Tahun 2026, ditetapkan 14 Oktober 2026, Pasal 160, halaman 2.
Pemilik usaha perlu memastikan klasifikasi usahanya sebelum menentukan jadwal persiapan. Ukuran toko, jumlah pegawai yang terlihat, atau penggunaan istilah “usaha rumahan” belum cukup untuk menyimpulkan kategori hukumnya.
Kegiatan jasa juga memerlukan perhatian tersendiri. PP tersebut membedakan jasa penyembelihan dari jasa terkait makanan, minuman, dan hasil sembelihan lainnya. Pelaku usaha sebaiknya memeriksa ketentuan yang benar-benar sesuai dengan aktivitasnya.
Tambahan Waktu Mengubah Jadwal Pengeluaran
Persiapan halal dapat memerlukan pemeriksaan bahan, pengumpulan dokumen pemasok, pencatatan proses, dan penyesuaian operasional. Besarnya kebutuhan berbeda untuk setiap usaha. Produsen dengan resep sederhana dan pemasok tetap memiliki pekerjaan yang berbeda dari usaha yang memakai banyak bahan campuran serta sering mengubah varian produk.
Tambahan waktu memungkinkan pekerjaan tersebut dimasukkan ke kegiatan rutin. Catatan bahan dapat diperbarui saat pembelian, dokumen pemasok dikumpulkan ketika pemesanan ulang, dan prosedur produksi dibenahi bersama evaluasi operasional.
Manfaat keuangannya berasal dari pengaturan waktu pengeluaran. Sebagai ilustrasi, sebuah usaha memperkirakan kebutuhan persiapan internal sebesar Rp2,4 juta, di luar biaya layanan sertifikasi yang mungkin berlaku.
Persiapan selama enam bulan membutuhkan alokasi rata-rata Rp400.000 per bulan.
Persiapan selama 12 bulan membutuhkan alokasi rata-rata Rp200.000 per bulan.
Total anggarannya tetap Rp2,4 juta selama kebutuhan dan harga tidak berubah.
Angka tersebut merupakan ilustrasi anggaran internal, bukan tarif resmi sertifikasi halal. Contoh ini hanya menunjukkan bahwa jadwal lebih panjang dapat mengurangi tekanan pengeluaran bulanan. Biaya total belum tentu turun, terutama apabila usaha mengganti bahan atau harus mengulang pekerjaan yang belum terdokumentasi.
Empat Komponen yang Perlu Dipetakan Pemilik Usaha
Anggaran persiapan akan lebih berguna apabila dipisahkan menurut sumber kebutuhannya. Pemilik usaha dapat memulai dari empat komponen berikut.
A. Jalur Sertifikasi dan Kelayakan Fasilitasi
Pelaku usaha perlu mengetahui apakah produknya memenuhi jalur pernyataan pelaku usaha atau self declare, serta apakah tersedia fasilitasi yang sesuai. Kelayakan tersebut memengaruhi proses pengajuan dan kebutuhan pendampingan.
Asumsi bahwa seluruh UMK otomatis memperoleh layanan gratis dapat menimbulkan kekeliruan anggaran. Persyaratan program dan status fasilitas yang tersedia perlu diperiksa sebelum menggunakan angka nol sebagai biaya layanan.
B. Bahan Baku dan Dokumen Pemasok
Daftar bahan sebaiknya mencakup seluruh komponen yang digunakan dalam produksi, termasuk bahan campuran. Ketergantungan pada informasi lisan pemasok dapat menyulitkan pemeriksaan ketika merek, komposisi, atau sumber bahan berubah.
Pekerjaan ini dapat dilakukan bersamaan dengan pembenahan pembelian. Usaha yang memiliki catatan bahan dan pemasok lebih teratur akan lebih mudah menelusuri perubahan, meskipun pencatatan tersebut sendiri belum membuktikan bahwa seluruh persyaratan halal telah terpenuhi.
C. Proses Produksi dan Penggunaan Peralatan
Kebutuhan penyesuaian bergantung pada proses yang benar-benar dijalankan. Pembelian peralatan baru tidak dapat dianggap wajib untuk semua usaha, tetapi pemilik perlu memahami apakah lokasi, alat, atau alur produksinya sudah sesuai dengan jalur sertifikasi yang digunakan.
Pemeriksaan awal membantu membedakan pekerjaan yang dapat diselesaikan melalui prosedur kerja dari kebutuhan yang memang memerlukan pengeluaran tambahan.
D. Waktu Pemilik dan Administrasi
Pengumpulan dokumen, pencatatan bahan, dan koordinasi pendampingan tetap membutuhkan waktu. Usaha yang bergantung pada satu pemilik untuk produksi sekaligus penjualan perlu memasukkan pekerjaan administrasi ke jadwal operasional.
Biaya kesempatan tersebut sering tidak terlihat dalam tagihan. Pengajuan yang berulang akibat informasi tidak lengkap dapat menyita waktu yang semestinya digunakan untuk melayani pelanggan.
Sertifikasi Gratis Memiliki Persyaratan
BPJPH mengumumkan pembukaan kuota 1,35 juta sertifikat halal gratis untuk 2026 melalui program SEHATI pada 2 Januari 2026. Angka tersebut merupakan kuota yang diumumkan saat pembukaan program, bukan jumlah kuota yang dipastikan masih tersedia pada Oktober 2026. Rincian program dapat diperiksa melalui pengumuman resmi SEHATI 2026.
Persyaratan peserta mencakup NIB dengan skala mikro atau kecil, bahan yang telah dipastikan kehalalannya, serta proses produksi sederhana. Jalur self declare juga mencakup verifikasi oleh Pendamping Proses Produk Halal. Pernyataan pemilik usaha tetap menjadi bagian dari proses pemeriksaan, bukan pengganti seluruh pemeriksaan.
Sebagian persyaratan peserta SEHATI 2026. Sumber: BPJPH, pedoman yang merujuk Keputusan Kepala BPJPH Nomor 146 Tahun 2025; diakses 26 Oktober 2026.
Fasilitasi biaya layanan juga perlu dipisahkan dari kebutuhan internal usaha. Pengusaha mungkin tetap harus menyediakan waktu untuk dokumentasi atau menyesuaikan proses produksinya. Persyaratan lengkap dan jalur pengajuan tersedia melalui halaman BPJPH serta portal SIHALAL.
Tenggat Hukum dan Persyaratan Pembeli Bisa Berbeda
Tambahan waktu dari pemerintah tidak otomatis mengubah seluruh ketentuan komersial. Apabila distributor, calon mitra, atau penyelenggara pengadaan mensyaratkan sertifikat halal dalam proses penerimaan produk, usaha perlu mengikuti persyaratan tersebut untuk memperoleh akses penjualan yang dimaksud.
Pemilik usaha dapat membandingkan biaya persiapan dengan peluang yang benar-benar tersedia. Permintaan dokumen dari calon pembeli merupakan dasar yang lebih konkret daripada perkiraan bahwa sertifikat pasti meningkatkan omzet.
Sertifikasi juga tidak menjamin produk akan diterima distributor, memperoleh kredit, atau mencatatkan penjualan lebih tinggi. Harga, mutu, kapasitas pasokan, dan kesesuaian produk tetap menentukan hasil bisnisnya.
Pekerjaan yang Bisa Dimulai Sekarang
Pelaku UMK dapat menggunakan tambahan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan secara bertahap:
Memastikan skala usaha dan kategori produk yang digunakan dalam pengajuan.
Menyusun daftar bahan, pemasok, serta dokumen yang sudah tersedia.
Memeriksa kelayakan jalur self declare dan fasilitasi resmi.
Mengidentifikasi penyesuaian proses yang benar-benar diperlukan.
Menetapkan target pengajuan internal sebelum tenggat yang berlaku.
Perkembangan berikutnya yang perlu dipantau adalah panduan pelaksanaan, persyaratan fasilitasi, dan ketersediaan layanan resmi. Perpanjangan hingga 2028 memberi manfaat ketika usaha menggunakannya untuk mengurangi pekerjaan yang belum selesai. Menunggu tanpa memperbaiki dokumen hanya memindahkan beban yang sama ke waktu berikutnya.
Disclaimer
Informasi ini merupakan penjelasan umum mengenai kebijakan dan persiapan usaha, bukan nasihat hukum atau penetapan kelayakan sertifikasi. Kewajiban, jalur pengajuan, dan fasilitas pembiayaan bergantung pada kategori produk, skala usaha, serta ketentuan resmi yang berlaku.
Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.
Info 4 Terkini
Lihat Selengkapnya
OJK Atur Kompetensi Finfluencer dan Tanggung Jawab Promosi Kripto

Indonesia Blokir Akses Polymarket setelah Diklasifikasikan sebagai Judi Online

Pendapatan DCI Indonesia Naik 33,2% pada Semester I 2026
Anda Mungkin Juga Menyukai
POPULER
Mata uang kripto yang sedang tren saat ini dan menarik perhatian pasar yang signifikan
Harga Kripto
Mata uang kripto dengan volume trading tertinggi
Baru Ditambahkan
Mata uang kripto yang baru saja masuk listing dan tersedia untuk trading


