Beli Kripto
Pasar
Spot
Futures OILBTC
Tabungan
Pusat Acara
Hub Hadiah
Lainnya
Fest. 0-Biaya
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengakhiri perdagangan 26 Oktober 2026 pada 5.373,09, turun 66,16 poin atau 1,22%. Pelemahan tersebut menghentikan penguatan selama empat sesi sebelumnya dan kembIndeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengakhiri perdagangan 26 Oktober 2026 pada 5.373,09, turun 66,16 poin atau 1,22%. Pelemahan tersebut menghentikan penguatan selama empat sesi sebelumnya dan kemb

IHSG Turun Lagi, Mengapa Asing Masih Jual Saham?

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengakhiri perdagangan 26 Oktober 2026 pada 5.373,09, turun 66,16 poin atau 1,22%. Pelemahan tersebut menghentikan penguatan selama empat sesi sebelumnya dan kembali memperlihatkan tekanan pada sejumlah saham Indonesia. Sumber: laporan penutupan perdagangan.

Investor asing mencatat jual bersih sekitar Rp1,85 triliun di seluruh market saham pada sesi yang sama. Angka tersebut menunjukkan nilai penjualan asing lebih besar daripada pembelian asing dalam cakupan transaksi yang dihitung, tetapi tidak menjelaskan motif setiap investor.

Perbedaan antara indeks dan arus asing perlu dibaca hati-hati. IHSG dapat turun ketika saham berbobot besar melemah, sedangkan net sell merupakan selisih nilai transaksi. Keduanya dapat terjadi bersamaan tanpa membuktikan bahwa seluruh penurunan indeks disebabkan oleh investor asing.

Pembacaan yang lebih lengkap membutuhkan sebaran saham yang turun, konsentrasi transaksi, kondisi rupiah, serta perkembangan kepercayaan investor setelah usulan perubahan klasifikasi Indonesia oleh penyedia indeks MSCI.


Penutupan IHSG dan jual bersih asing pada 26 Oktober 2026. Sumber: Banyu Capital, berdasarkan data perdagangan yang dirujuk dalam laporan. Nilai jual bersih mencakup seluruh market saham dan berbeda dari perhitungan khusus market reguler.

Apa yang Terjadi pada Perdagangan 26 Oktober?

IHSG dibuka pada 5.442,30, sempat mencapai 5.453,65, lalu turun hingga 5.349,75 sebelum ditutup di 5.373,09. Penutupan tersebut berada 23,34 poin di atas titik terendah harian.

Jarak dari titik terendah menunjukkan adanya pemulihan sebagian setelah indeks menyentuh level terendah sesi. Meski demikian, penutupan yang masih lebih rendah dari awal perdagangan belum membuktikan bahwa tekanan jual telah berakhir.

Laporan yang sama mencatat seluruh 11 sektor berakhir melemah. Penurunan tidak terbatas pada satu kelompok usaha, walaupun besar koreksi masing-masing sektor berbeda. Infrastruktur turun 2,47%, energi 2,36%, dan keuangan 0,56%.

Sebaran tersebut membantu membedakan penurunan yang luas dari koreksi yang hanya didorong satu atau dua saham. Investor tetap perlu memeriksa saham penyumbang perubahan indeks karena bobot setiap emiten tidak sama.

Mengapa Ada Lebih dari Satu Angka Net Sell?

Angka jual bersih asing untuk tanggal yang sama dapat berbeda jika cakupan transaksi dan penyedia datanya berbeda.

Laporan penutupan mencatat sekitar Rp1,855 triliun net sell di seluruh market saham. Sementara itu, data yang dikutip dalam laporan Ajaib menunjukkan sekitar Rp2,03 triliun net sell di market reguler.

Selisih tersebut tidak otomatis berarti salah satu angka keliru. Market reguler hanya satu bagian dari cakupan perdagangan. Transaksi pada market negosiasi dan tunai dapat menghasilkan arah bersih yang berbeda, sehingga agregat seluruh market tidak harus sama dengan angka reguler.

Sebagai ilustrasi sederhana:

  • Net sell asing pada satu kelompok transaksi: Rp2 triliun.

  • Net buy asing pada kelompok transaksi lain: Rp200 miliar.

  • Hasil gabungan: Rp1,8 triliun net sell.

Angka ilustrasi tersebut bukan perhitungan resmi transaksi 26 Oktober. Contoh ini menunjukkan mengapa data dari dua cakupan tidak boleh dijumlahkan tanpa memeriksa apakah salah satunya sudah termasuk dalam agregat.

Net sell juga tidak selalu sama dengan uang yang langsung keluar dari Indonesia. Setelah menjual saham, investor dapat menyimpan dana, membeli instrumen lain, atau melakukan transaksi berikutnya. Data perdagangan saham saja tidak menunjukkan seluruh perpindahan dana lintas negara.

Empat Faktor yang Dapat Memengaruhi Keputusan Investor Asing

Data satu sesi tidak mengungkap alasan setiap transaksi. Beberapa faktor berikut dapat memengaruhi keputusan investor, tetapi kontribusi masing-masing terhadap penjualan 26 Oktober tidak dapat dihitung hanya dari angka net sell.

A. Risiko Nilai Tukar Rupiah

Investor yang mengukur hasil dalam dolar AS perlu memperhitungkan perubahan nilai saham dan rupiah. Saham dapat menghasilkan return positif dalam rupiah, tetapi pelemahan rupiah dapat mengurangi hasil ketika dikonversi kembali.

Kurs acuan JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp18.116 per dolar AS pada 26 Oktober, dibandingkan Rp18.069 pada 23 Oktober. Kenaikan jumlah rupiah per dolar menunjukkan pelemahan rupiah pada ukuran dan periode tersebut. Sumber: data JISDOR BI.

Kurs referensi JISDOR pada 23 dan 26 Oktober 2026, dalam rupiah per dolar AS. Sumber: Bank Indonesia. 

Perubahan JISDOR pada hari yang sama belum membuktikan bahwa kurs menjadi penyebab penjualan saham. Keduanya dapat merespons faktor bersama atau bergerak karena transaksi yang berbeda.

B. Kepercayaan terhadap Tata Kelola

Investor dapat mempertimbangkan transparansi kepemilikan, kualitas informasi, dan integritas perdagangan ketika menentukan risiko suatu market. Kekhawatiran yang belum terselesaikan dapat memengaruhi valuasi yang bersedia mereka terima.

MSCI membuka konsultasi pada 15 Oktober 2026 mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Konsultasi menerima masukan hingga 30 April 2027, dengan keputusan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Sumber: pengumuman MSCI.

Status tersebut masih berupa usulan dalam konsultasi, bukan keputusan final. Dana yang mengikuti indeks dan investor aktif juga dapat mengambil keputusan berbeda sesuai mandat masing-masing.

C. Imbal Hasil Global dan Biaya Pendanaan

Investor membandingkan peluang di Indonesia dengan alternatif lain, termasuk obligasi dan saham global. Perubahan yield, suku bunga, atau biaya pendanaan dapat mengubah daya tarik relatif aset berisiko.

Hubungannya tidak selalu searah. Yield yang naik dapat mencerminkan perubahan ekspektasi suku bunga, tetapi keputusan portofolio juga bergantung pada prospek laba perusahaan dan valuasi yang sudah tercermin pada harga.

D. Kebutuhan Portofolio dan Likuiditas

Sebagian penjualan dapat berkaitan dengan penarikan dana nasabah, perubahan bobot, pengelolaan risiko, atau kebutuhan likuiditas. Investor besar dapat menjual saham yang paling mudah diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Alasan satu transaksi tidak dapat ditentukan hanya dari status pembelinya sebagai asing. Data agregat menggabungkan banyak investor dengan tujuan dan jangka waktu berbeda.

Bagaimana Pelemahan Rupiah Mengubah Return?

Anggap seorang investor membeli saham senilai Rp100 juta ketika kurs Rp17.000 per dolar AS. Nilainya setara sekitar:

Rp100 juta ÷ Rp17.000 = US$5.882

Harga saham kemudian naik 5%, sehingga nilainya menjadi Rp105 juta. Jika pada saat penjualan kurs berubah menjadi Rp18.000 per dolar AS, nilai investasinya menjadi:

Rp105 juta ÷ Rp18.000 = US$5.833

Nilai investasi naik dalam rupiah, tetapi turun sekitar 0,8% dalam dolar AS pada contoh ini. Perhitungan tidak memasukkan dividen, biaya transaksi, pajak, atau biaya lindung nilai.

Angka tersebut merupakan ilustrasi hipotetis, bukan return aktual IHSG. Contohnya menjelaskan mengapa investor dengan mata uang dasar berbeda dapat menilai hasil saham yang sama secara berbeda.

Net Sell Tidak Menentukan Arah Seluruh Saham

Penjualan bersih asing pada tingkat agregat dapat terjadi bersamaan dengan pembelian bersih pada saham tertentu. Laporan perdagangan 26 Oktober, misalnya, mencatat pembelian bersih asing pada BRIS meskipun total transaksi asing seluruh market berada dalam posisi jual bersih. Sumber: rincian transaksi asing.

Data itu tidak otomatis menjadikan saham yang dibeli asing lebih aman. Investor tetap perlu memeriksa valuasi, kinerja usaha, likuiditas, dan kemungkinan perubahan posisi pada sesi berikutnya.

IHSG juga merupakan indeks gabungan dengan bobot yang berbeda antarsaham. Satu saham dapat naik ketika indeks turun, dan sebaliknya. Return portofolio akan bergantung pada saham yang dimiliki serta bobot masing-masing dalam portofolio.

Apa yang Perlu Dipantau setelah Koreksi?

Pembaca dapat mengikuti beberapa indikator untuk menilai apakah tekanan semakin luas atau mulai mereda:

  • Nilai net buy atau net sell asing dengan cakupan market yang konsisten.

  • Jumlah saham yang naik dan turun, bersama saham berbobot besar penyumbang perubahan IHSG.

  • Nilai transaksi dan kedalaman order book.

  • Pergerakan rupiah menggunakan sumber dan waktu pengamatan yang sama.

  • Keterbukaan informasi emiten dan perkembangan konsultasi MSCI.

  • Hasil laporan keuangan perusahaan, terutama arus kas dan kualitas laba.

IHSG yang turun 1,22% setelah empat sesi penguatan menunjukkan pemulihan masih menghadapi tekanan. Kelanjutan rebound perlu dinilai dari partisipasi saham yang lebih luas dan kestabilan transaksi, bukan dari satu hari kenaikan atau penjualan asing saja.

Disclaimer

Artikel ini merupakan informasi dan analisis umum, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Contoh return menggunakan angka hipotetis. Harga saham, nilai tukar, likuiditas, dan kebijakan indeks dapat berubah.


 

Peluang Pasar
Logo MX Token
Harga MX Token(MX)
$1.5784
$1.5784$1.5784
USD

Artikel-artikel yang dibagikan di halaman ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai referensi. Artikel tersebut tidak mewakili posisi atau pandangan MEXC. Seluruh hak merupakan milik MEXC. Jika Anda meyakini ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] untuk penghapusan segera. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten apa pun dan tidak bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, serta tidak boleh ditafsirkan sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC. Untuk mendapatkan wawasan ahli dan analisis mendalam, kunjungi MEXC Learn.